(𝘋𝘐𝘚𝘉𝘈𝘕𝘋) WISMA ROESJAD.
الذهاب إلى القناة على Telegram
(INDONESIA.) Sabda dipertuan, syariat dipermulia, belenggu dipertakhta. Darah dimaklumatkan nirmala, peri insan diluruhkan @WismaRoesjad: laknat dimasyhurkan selaku anugerah yang tiada tersangkal, @RoesjadBot * @RoesjadSFSBot. 🩸
إظهار المزيد4 690
المشتركون
-524 ساعات
-1057 أيام
-80730 أيام
أرشيف المشاركات
ㅤ
Maklumat Pembubaran.
Telah cukup musim berlalu, telah cukup pula kisah ditulis oleh tangan-tangan yang pernah berhimpun di bawah naungan yang sama. Apa yang dahulu dirajut dengan harap dan dipelihara dengan kebersamaan, kini kami lepaskan dengan ikhlas kepada arus waktu. Kepada nama-nama yang pernah singgah maupun menetap, tiada luput kami ucapkan terima kasih sepanjang masa, biarlah kenang, pelajaran serta kebaikan tertanam khalis lestari dalam ingatan. Tamatlah sudah suatu hikayat, kendati jalan yang kita tempuh telah berbeda arah, semoga masih selalu terberkatilah kebaikan maupun cinta yang pernah kita pintal bersama-sama.
Atas Nama Janji-Semati,
@Roesjad ♥️
ㅤ
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
(PERJAMUAN NAIF TAK TERBERKAT
TANPA SESAL TERGANTUNG) ༒
Sorak sorai menggenapi altar, semua gembira atas tercapainya bulan yang terlewat dengan memakan.. atau dimakan. Darah anyir dihidangkan menemani daging merah bergurat kenyal—𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘵𝘢𝘬 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘮𝘶𝘭𝘪𝘢? Kami serahkan sumsum yang masih menempel di tulang, jatuh tepat di hari ke-4 Agustus ditujukan atas @Tyunthera, @TheEldraeth, & @Grachter, agar tiap-tiap jiwa terbakar selayaknya sunyi dan malang. Doa dipanjat memuai jelma asap, entah terbawa angin terbuang atau Tuhanmu beri kabul. Kami hibah merdeka jikalau derai tangis berjatuhan di bawah tanah merah. “Hiduplah! Hiduplah! Hiduplah!” riuh rapal ayat seiring kuku satu sampai sepuluh lepas luruh.
Belati karsa tertancap,
@Roesjad.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
(PERJAMUAN NAIF TAK TERBERKAT
TANPA SESAL TERGANTUNG) ༒
Sorak sorai menggenapi altar, semua gembira atas tercapainya bulan yang terlewat dengan memakan.. atau dimakan. Darah anyir dihidangkan menemani daging merah bergurat kenyal—𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘵𝘢𝘬 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘮𝘶𝘭𝘪𝘢? Kami serahkan sumsum yang masih menempel di tulang, jatuh tepat di hari ke-3 Agustus ditujukan atas @TheStahlbaum, @TheRuneshard, @Caintje, @Clardforge, @Mondcroft agar tiap-tiap jiwa terbakar selayaknya sunyi dan malang. Doa dipanjat memuai jelma asap, entah terbawa angin terbuang atau Tuhanmu beri kabul. Kami hibah merdeka jikalau derai tangis berjatuhan di bawah tanah merah. “Hiduplah! Hiduplah! Hiduplah!” riuh rapal ayat seiring kuku satu sampai sepuluh lepas luruh.
Belati karsa tertancap,
@Roesjad.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
ㅤㅤ(PERJAMUAN NAIF TAK TERBERKAT
ㅤㅤ TANPA SESAL TERGANTUNG) ༒
Sorak sorai menggenapi altar, semua gembira atas tercapainya bulan yang terlewat dengan memakan.. atau dimakan. Darah anyir dihidangkan menemani daging merah bergurat kenyal—𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘵𝘢𝘬 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘮𝘶𝘭𝘪𝘢? Kami serahkan sumsum yang masih menempel di tulang, jatuh tepat di hari ke-2 Agustus yang ditujukan atas @ChateauDeHermes, @LavoireSisters, @TheVolkovich, @SoigneSolace, & @LaDimoraCarrasco, agar tiap-tiap jiwa terbakar selayaknya sunyi dan malang. Doa dipanjat memuai jelma asap, entah terbawa angin terbuang atau Tuhanmu beri kabul. Kami hibah merdeka jikalau derai tangis berjatuhan di bawah tanah merah. “Hiduplah! Hiduplah! Hiduplah!” riuh rapal ayat seiring kuku satu sampai sepuluh lepas luruh.
Belati karsa tertancap,
@Roesjad.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
+1
Happy National Girlfriend’s Day, Seroja! Boleh rate outfit aku hari ini? 🙂↕️
+3
Sebagian orang merayakan sore dengan tawa, sebagian lagi dengan pertemuan yang hangat. Aku merayakannya dengan ketenangan, duduk bersama pikiranku sendiri dan menerima bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai harapan. Ada kehilangan yang tak bisa diperbaiki, ada rindu yang tak menemukan alamat pulang, namun ada pula diriku yang tetap bertahan meski berkali-kali dipatahkan. Dan mungkin, itu sudah lebih dari cukup untuk disebut kemenangan. ♥️
+5
Hari Jumat menyapa begitu cerah dengan cuaca yang bersahabat, sepertinya cakrawala sudah mengetahui bahwa Roesjad's Sunghoon telah memiliki rencana untuk menghabiskan waktunya yang begitu berharga bersama teman-temannya yang terkasih, Schäfer's Sunghoon dan Nikolovich's Sunghoon.
Pada awalnya, langkah kaki kami mengarah tanpa tujuan yang pasti. Tetapi, kami tidak masalah selagi bisa mengabadikan momen satu sama lain dengan kamera milik Roesjad's Sunghoon yang selalu dibawa kemana-kemana. Panorama sekitar membuat suasana hati kami begitu bahagia dan lihatlah bagaimana Roesjad's Sunghoon memotret Schäfer's Sunghoon yang sedang memakai topi yang katanya baru ia beli beberapa hari yang lalu.
Waktu terus saja berjalan membuat perut kami yang belum terisi oleh satu makanan pun keroncongan seperti sedang protes bahwa sudah waktunya makan siang, Nikolovich's Sunghoon teringat bahwa ia memiliki rekomendasi kedai ramen terdekat yang bisa kami singgahi untuk memesan beberapa porsi.
Tanpa melupakan keluarga yang mungkin tengah menunggu di rumah, setelah mengisi perut yang lapar, kami bertiga pergi ke sebuah toko serba ada untuk membeli beberapa bungkus makanan sebagai buah tangan untuk keluarga tersayang sebelum pulang, Nikolovich's Sunghoon membeli beberapa es krim yang manis dan dingin, Schäfer's Sunghoon membeli banyak varian rasa dari mi instan dan Roesjad's Sunghoon membeli banyak makanan ringan.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
(PERJAMUAN NAIF TAK TERBERKAT
TANPA SESAL TERGANTUNG) ༒
Sorak sorai menggenapi altar, semua gembira atas tercapainya bulan yang terlewat dengan memakan.. atau dimakan. Darah anyir dihidangkan menemani daging merah bergurat kenyal—𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘵𝘢𝘬 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘮𝘶𝘭𝘪𝘢? Kami serahkan sumsum yang masih menempel di tulang, jatuh tepat di hari ke-30 Juli ditujukan atas @SchaferHaus, agar tiap-tiap jiwa terbakar selayaknya sunyi dan malang. Doa dipanjat memuai jelma asap, entah terbawa angin terbuang atau Tuhanmu beri kabul. Kami hibah merdeka jikalau derai tangis berjatuhan di bawah tanah merah. “Hiduplah! Hiduplah! Hiduplah!” riuh rapal ayat seiring kuku satu sampai sepuluh lepas luruh.
Belati karsa tertancap,
@Roesjad.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
