/menggumam pelan seraya sibuk mengatur dadaku yang naik turun karena nafasku belum stabil setelah pelepasan kedua, sembari menunduk menatap pejumu yang membasahi perutku lantas menatapmu sayu hendak melayangkan protes namun kuurungkan, seketika membuka mulutku bermaksud menerima lumatanmu dengan sisa-sisa tenaga yang sudah hampir terkuras habis, lalu menjulurkan lidahku keluar dengan mataku yang setengah terpejam saat lumatan terlepas/
Im tired..
/meringis kesakitan ketika bagian bibir memekku sedikit terasa perih, lalu menepuk pahamu pelan agar segera turun dari atas tubuhku/
𓏲۪𓍢 🍸 ⦂ Mhhh hahhh.. Lunaa...
/memanggil mu dengan nada sensual ku serta nafasku yang terengah ; mendapati pahaku mendapat tepukan seperti memintaku menjauh dari atasmu ; aku segera memiringakn tubuhku berbaring miring di sisimu dengan tangan kiriku menyingkap rambut ponimu yang berantakan pada wajahmu sampai wajah kacau mu jelas tereskpose membelai begitu sensual sisi wajahmu menurun sampai lehermu dan terus turun sampai meremas bulatan toketmu sekilas kembali menyusur turun sampai perutmu yang kotor terkena peju ku usap memutar sisa pejuku di bawah pusarmu menurun sampai ke bibir memekmu yang masih sedikit berkedut mengingat klimaks kedua mu yang juga cukup kuat, ; mengusap lembut untuk mendesire sisa rasa nikmat pada memekmu ; usap usap lembut pada klitorismu naik turun/
mhhhsshhh Your pussy is so wet and slimy darling..
/menggodamu sedikit lagi ; menempelkan kontolku pada pangkal pinggangmu menyalurkan hawa panas nya dan sedekit menggeseknya ketika kontolku berkedut dan berlumuran basah lendir kita yang tercampur/
Hghh Dear, Lunaa, are you done satisfied now ?
/memanggilmu dengan sendu serta menatap wajahmu yang begitu erotis dengan sensual seraya mengarahkan satu tanganmu ke arah kontolku yang masih berkedut pelan dengan setengah ereksinya./
𓏲۪𓍢 🍷 ⦂ /membiarkanmu menyingkap rambutku yang basah lalu menghela nafas panjang dan menatapmu dari samping yang kini tiduran di sebelahku sembari menyusuri lekukan tubuhku dengan tangan nakalmu sehingga otot perutku kembali menepis sesekali, sontak melebarkan kakiku sedikit seraya memejamkan mataku menikmati usapan jarimu pada klitorisku yang sudah sangat sensitif, spontan pinggangku mengejang pelan dan neremas lenganmu agar berhenti menyentuhnya/
Ssh diamlah, tangan sialanmu singkirkan, jangan nakal Ed.
/merasakan benda hangat dan berlendir menempel pada pangkal pinggangku sembari mengikuti pergerakan tanganmu yang membawa tanganku untuk menyentuh kontolmu yang sudah setengah ereksi, lantas mengangkat sebelah alisku sembari mengusap ujung kepala kontolmu dengan ibu jariku, sesekali menekan kuku ku pada lubang kencingmu sembari menggumam bertanya dengan suaraku yang sudah serak/
Mhm, aku puas sekali, kenapa? Youre not enough, Ed?
/memicingkan sebelah mataku menantikan jawabanmu sembari memainkan lendiran di atas kepala kontolmu, sesekali menggesekkan ibu jariku cepat di atas sana/
Maaf jika kamu tidak puas denganku.
𓏲۪𓍢 🍸 ⦂ hhaa /terkekeh pelan mendapati reaksimu yang mana masih merespond dengan cukup sensitif, sampai lenganku mendapat remasan untuk berhenti ; lalu memberhentikan permainan kecilku yang seperti menggodamu kembali/
apaa, aku hanya menghilangkang sisa desire an nafsumu yang masih tersisa sayangg...
/jawabku dengan beralasan seperti itu agar dirimu percaya walau memang sebenarnya niatku untuk menggoda area mu yang sekiring paling sensitif setelah pelepasan keduanya, melenguh pelan dengan sensual sengaja untuk membuatmu sedikit terpancing ketika ibu jarimu menggesek cepat pada area paling sensitifku yaitu kepala kontolku yang begitu terasa licin dan basah/
tentuu sajaa sayangg, aku sangat puas dan cukup, tapi kalau kamu melakukanya lagi, tentu aku masih sanggup untuk lebih membuatmu puas..
/senyum tipisku membalas picingan pandangan matamu kontolku kembali berkedut ketika kukumu menekan pada lubang kencingku : memberinya stimulus yang membuat kontolku berkedut pelan, namun segera mereda ketika mendengar perkataanmu yang terakhir/