Ask The Experts
الذهاب إلى القناة على Telegram
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
إظهار المزيد1 855
المشتركون
+124 ساعات
لا توجد بيانات7 أيام
+630 أيام
أرشيف المشاركات
1 855
SI PALING JITU 👑
Kemenangan 1-0 atas Bahrain membuat Timnas Indonesia masih terus menjaga asa untuk tampil di Piala Dunia 2026. Sampai bertemu di match selanjutnya 🇲🇨Btw, Sobat ATE yang berhasil menebak 2 opsi sekaligus dengan tepat pada polling, yakni: - Timnas Indonesia menang selain opsi skor di atas dan - Timnas Indonesia Agar menyiapkan bukti capturean layar yg menunjukkan pilihannya (Wajib menebak benar 2 opsi yah). Kiranya bukti capturean tersebut berkenan dikirimkan via japri ke @MumuAmiruddin beserta data nama, jabatan dan asal unit kerjanya buat perekapan terlebih dahulu 🇲🇨 Konfirmasi tebakannya bisa kami tunggu sd Rabu, 26 Maret maks pukul 10.00 WIB 🎁 #INISIATIFdukungTimnas
1 855
SALAH PRIORITAS 🤔
oleh: Muhammad Farid Maricar
Beberapa pekan terakhir, terutama selama Ramadhan, saya menyadari bahwa sebenarnya kita tidak sesibuk yang kita kira. Sering kali, kita hanya salah dalam menetapkan prioritas dan terlalu banyak mengejar ini dan itu, sehingga akhirnya kehilangan fokus.
Pengalaman kemarin semakin membuat saya memahami hal ini. Saya melihat sensei dan mahasiswa di laboratorium mulai melakukan 'katazuke'. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, mungkin "bersih-bersih" kurang tepat. Lebih sesuai jika disebut "merapikan" atau "beberes."
Dalam bukunya yang terkenal, The Life-Changing Magic of Tidying Up, Marie Kondo menekankan bahwa beberes adalah kunci untuk mengorganisasikan diri kita. Dengan merapikan lingkungan sekitar, kita juga secara tidak langsung merapikan pikiran dan cara hidup kita.
Saat melihat sensei dan mahasiswa lab melakukan katazuke, saya mulai berpikir, "Apakah selama ini yang membuat kita merasa sibuk sebenarnya adalah lingkungan kita yang berantakan?" Tidak hanya dalam arti fisik, tetapi juga dalam cara kita mengelola waktu, energi, dan pikiran.
Kita sering menganggap bahwa kesibukan adalah tanda produktivitas. Semakin banyak yang dikerjakan, semakin merasa penting. Seperti meja yang penuh dengan kertas berserakan, bukan karena terlalu banyak pekerjaan, tetapi karena kita tidak pernah meluangkan waktu untuk merapikannya.
Pada kenyataannya, kita sering kali hanya bergerak tanpa arah, menumpuk tugas tanpa menyelesaikannya dengan baik, atau bahkan justru menjebak atau memanipulasi orang lain untuk melakukannya. Biasanya orang-orang yang begini adalah orang yang tidak tahu diri, tidak mampu mengukur diri, menerima amanah tanpa paham kapasitas diri.
Marie Kondo mengajarkan bahwa beberes bukan hanya tentang menata barang, tetapi juga tentang memilah apa yang benar-benar penting dalam hidup. Konsep ini juga berlaku dalam bagaimana kita mengatur jadwal dan prioritas.
Mungkin inilah akar masalahnya, kita merasa kewalahan bukan karena beban kerja yang terlalu berat, tetapi karena kita tidak mampu membedakan hal yang esensial dari sekadar tugas tambahan. Kita tidak menyadari bahwa banyak hal dalam hidup yang sebenarnya bisa dieliminasi atau disederhanakan.
Saya teringat konsep dalam filosofi Jepang yang disebut danshari (断捨離), yang berarti "menolak, membuang, dan melepaskan." Konsep ini tidak hanya berlaku untuk barang, tetapi juga untuk hidup kita secara keseluruhan. Menolak hal yang tidak perlu, membuang yang tidak lagi memberi manfaat, dan melepaskan kebiasaan yang menghambat.
Ramadhan, sebagai bulan refleksi, mengajarkan saya bahwa kesibukan tidak selalu berarti efektivitas. Justru dengan menyederhanakan, kita bisa lebih fokus pada hal yang benar-benar penting, baik dalam pekerjaan, hubungan sosial, maupun hubungan dengan Allah.
Mungkin selama ini kita bukan terlalu sibuk, melainkan belum benar-benar tahu apa yang harus diprioritaskan.
Sebagai langkah awal, saya mulai melakukan 'katazuke' dalam banyak hal, terutama dalam pola pikir, barang-barang sekitar saya, bahkan isi komputer dan hard disk.
Lalu, apa hubungan tulisan ini dengan foto bukunya? Buku yang ada di foto ini memberikan saya insight tentang bagaimana selama ini saya sangat mudah terdistraksi yang menyebabkan kelelahan yang tidak perlu.
Salah satu kebiasaan saya dalam membaca adalah dengan mendengarkan penulisnya memberikan speech sehingga selain bisa mendapatkan insight dari buku tersebut dengan media audio visual, juga bisa mendapatkan hal yang mungkin belum sempat dituangkan penulisnya di buku tersebut.
#INISIATIF
1 855
SI KAYA DAN SI MISKIN 😇
Oleh: Agung Prasetyo Utomo
Ada seorang syaikh yang hidup sederhana. Dia makan sekadar kebutuhan untuk bertahan-hidup saja.
Karena profesinya nelayan, pagi-pagi dia memancing ikan. Setelah mendapat banyak ikan, dia membelah ikan-ikan itu menjadi dua: batang tubuh ikan itu dibagi-bagikan kepada tetangganya, sementara ke-palanya dia kumpulkan untuk dimasak sendiri. Karena terbiasa makan kepala ikan itulah sehingga dia diberi julukan Syaikh Kepala Ikan. Dia seorang sufi yang memiliki banyak murid.
Salah seorang muridnya hendak pergi ke Mursia, sebuah daerah di Spanyol. Kebetulan Syaikh Kepala Ikan ini mempunyai seorang guru sufi besar di sana (Syaikh Al-Akbar).
"Tolong kamu mampir ke kediaman guruku di Mursia, dan mintakan nasihat untukku," pesan syaikh kepada muridnya.
Si murid pun pergi untuk berdagang. Setibanya di Mursia, dia mencari-cari rumah Syaikh Al-Akbar itu.
Dia membayangkan akan bertemu dengan seorang tua, sederhana, dan miskin. Tapi ternyata orang menunjukkannya pada sebuah rumah besar dan luas. Dia tidak percaya, mana ada seorang sufi besar tinggal di sebuah bangunan yang mewah dan mentereng, penuh dengan pelayan-pelayan dan sajian-sajian buah-buahan yang lezat.
Dia terheran-heran: "Guru saya hidup dengan begitu sederhana, sementara orang ini sangat mewah. Bukankah dia gurunya guru saya?"
Dia pun masuk dan menyatakan maksud kedatangannya. Dia menyampaikan salam gurunya dan memintakan nasihat untuknya.
Syaikh pun bertutur, "Bilang sama dia, jangan terlalu memikirkan dunia."
Si murid tambah heran dan sedikit marah, tidak mengerti. Syaikh ini hidup sedemikian kaya, dimintai nasihat oleh orang miskin malah menyuruh jangan memikirkan dunia. Akhirnya dengan kesal dia pulang.
Saat gurunya mendengar nasihat yang diperoleh melalui muridnya dia hanya tersenyum dan sedikit sedih. Si murid mengernyitkan kening tambah tidak paham. Apa maksud nasihat itu?
Guru itu menjawab, "Syaikh Akbar itu benar. Menjalani hidup tasawuf itu bukan berarti harus hidup miskin. Yang penting hati kita tidak terikat oleh harta kekayaan yang kita miliki dan tetap terpaut dengan Allah Swt. Bisa jadi orang miskin harta, tapi hatinya terus memikirkan dunia. Saya sendiri ketika makan kepala ikan, masih sering membayangkan bagaimana enaknya makan daging ikan yang sebenarnya?"
Kisah ini menunjukkan dua hal: menjadi orang kaya itu tidak mesti jauh dari kehidupan sufi dan menjadi orang miskin tidak otomatis mendekatkan orang pada kehidupan sufistik.
Syaikh Al-Akbar yang disebut di atas adalah Muhyiddin Ibn 'Arabî, salah satu sufi besar dan cemerlang dalam sejarah perkembangan tasawuf.
Seorang sufi lain mengatakan, kehidupan tasawuf adalah membiarkan tanganmu sibuk mengurusi dunia dan membiarkan hatimu sibuk mengingat Allah Swt.Semoga bermanfaat🙏 #INISIATIF #24Ramadhan
1 855
THE ONE AND ONLY 🚀
Selamat kepada kakak @wisnuaryy yang menjadi satu-satunya peserta Si Paling Jitu dalam Prediksi Tebak-Tebak Seru Australia Vs Indonesia 🇮🇩
Kunjungi disini
#INISIATIF #funandmeaningful
1 855
🔠🔠🔠🔠🔠2️⃣🔠🔠🔠🔠 🇮🇩
Masih sangat terbuka lebar untuk layak ke piala dunia 2026, lewat round 4 juga gak masalah, terus berjuanglah garudaa 🦅🇮🇩
Jepang menjadi tim Asia pertama yang mengamankan tempat di Piala Dunia! Indonesia turun satu peringkat, sehingga semakin sulit untuk mengejar posisi kedua untuk lolos langsung. Sasaran yang lebih realistis sekarang adalah finis di posisi ke-3 atau ke-4 untuk melaju ke Babak 4. Hasil pertandingan: 🇦🇺 Australia 5-1 Indonesia 🇮🇩 🇯🇵 Jepang 2-0 Bahrain 🇧🇭 🇸🇦 Arab Saudi 1-0 Tiongkok 🇨🇳 Selanjutnya, Indonesia akan menghadapi Bahrain pada 25 Maret. Prediksi?Nah, sembari menyaksikan dan memberi dukungan buat Timnas, kembali ada peluang seru-seruan juga buatmu untuk memenangkan Souvenir Kaos ATE INISIATIF masing-masing untuk 3 (tiga) Sobat ATE beruntung yang berhasil menebak 2 opsi polling sekaligus dengan tepat 🤔 Periode partisipasinya dimulai saat ini dan akan ditutup pada Selasa, 25 Maret 2025 pukul 15.00 WIB 🇲🇨
Syarat klaim : Sudah join di grup COMMIT ATE (Khusus Internal Duta BPJS Kesehatan) https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1#INISIATIFDukungTimnas
1 855
Apa akibat dari kemampuan literasi rendah?
1. Kebodohan yang berkelanjutan
2. Rendahnya produktivitas
3. Pendidikan yang tidak berkualitas
4. Kemiskinan yang meluas
5. Peningkatan kriminalitas
6. Tidak bijak dalam decision making
7. Keterbatasan dalam berpikir kritis
Secara keseluruhan, meningkatkan literasi sangat penting untuk membangun masyarakat yang lebih terdidik, produktif, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Lalu bagaimana cara meningkatkan kemampuan literasi kita?
Kita bisa memulainya dengan:
1. Membangun kebiasaan membaca
2. Membuat belajar menjadi menyenangkan
3. Menggunakan teknologi
4. Melibatkan guru dan orang tua
5. Membiasakan diskusi
6. Berpikir kritis, tidak asal percaya
7. Walk the talk/memberi contoh
Konsistensi dalam menerapkan strategi ini dapat meningkatkan kemampuan literasi siswa dan masyarakat secara signifikan.
Perkuat literasi dengan sering mengakses DIARY 😏 (silakan login menggunakan password email kita masing-masing)
https://bit.ly/Diary-Web (Web)
https://apple.co/39KyJje (IOS)
Bonus: Sejauh mana kemampuan literasi kalian? Coba jawab soal di bawah ini: Budi pergi ke pasar untuk membeli sayur dan buah. Ia membeli wortel, bayam, serta apel dan jeruk. Setelah itu, ia pulang dan memasak makan siang." Manakah dari pilihan berikut yang paling mungkin tidak dibeli Budi di pasar? A. Apel B. Bayam C. Roti D. Wortel#INISIATIF #TGIF
1 855
Secara umum, literasi mencakup 6 aspek utama: 1️⃣ Baca Tulis 2️⃣ Numerasi 3️⃣ Sains 4️⃣ Digital 5️⃣ Finansial 6️⃣ Budaya & KewargaanJadi literasi bukan hanya tentang membaca, tapi tentang bisa mengonsumsi, memahami, dan menggunakan informasi dalam konteks yang tepat. Literasi membantu kita membuat keputusan yang lebih baik dan berpartisipasi secara aktif dalam masyarakat. Kemampuan literasi dipengaruhi oleh dua faktor utama: Faktor Internal 🏠 1. Kemampuan Intelektual 2. Minat Belajar 3. Motivasi Belajar Faktor Eksternal 🌴 1. Perhatian Orang Tua 2. Pengaruh Media 3. Lingkungan Teman Sebaya 4. Kualitas Pengajaran 5. Sarana dan Prasarana Gabungan faktor-faktor ini menentukan tingkat literasi seseorang, sehingga perlu perhatian dalam upaya peningkatannya. Karena dulu teman-teman saya suka baca komik, sayapun secara tidak sadar jadi suka juga. Ini contohnya. Bagaimana kondisi literasi negara kita? Menurut PISA 2022, skor literasi membaca Indonesia adalah 359, turun 12 poin dari 2018 dan di bawah rata-rata global 476. UNESCO melaporkan hanya 0,001% penduduk Indonesia rajin membaca, peringkat kedua terbawah secara global. Indeks literasi digital Indonesia rendah, dengan skor 3,5 dari 5, menunjukkan kesenjangan digital yang signifikan. Pada 2021, Indonesia berada di peringkat 100 dari 208 negara dalam hal literasi.
1 855
KEMAMPUAN LITERASI 🧠
oleh: Paulus Aditya Hernawan
Apa yang muncul di benak kalian ketika mendengar kata literasi?
- suka baca?
- buku?
- kemampuan membaca?
- perpustakaan?
Ada benarnya, tapi kurang lengkap.
Kemampuan literasi merujuk pada serangkaian keterampilan yang memungkinkan individu untuk membaca, menulis, berhitung, serta memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai konteks.
1 855
SI PALING JITU 👑
Timnas Indonesia harus menelan kekalahan saat bertandang ke markas Timnas Australia pada laga lanjutan Ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Bertanding di Sydney Stadium,Sydney, Australia, Kamis (20/3) sore WIB, Indonesia kalah telak 1-5. 😭Btw, Sobat ATE yang berhasil menebak 2 opsi sekaligus dengan tepat pada polling, yakni: - Timnas Australia menang selain opsi skor di atas dan - Titik Putih (Penalti) Agar menyiapkan bukti capturean layar yg menunjukkan pilihannya (Wajib menebak benar 2 opsi yah). Kiranya bukti capturean tersebut berkenan dikirimkan via japri ke @MumuAmiruddin beserta data nama, jabatan dan asal unit kerjanya buat perekapan terlebih dahulu 🇲🇨 Konfirmasi tebakannya bisa kami tunggu sd Jum'at, 21 Maret maks pukul 12.00 WIB 🎁 #INISIATIFdukungTimnas
1 855
Assalamu alaikum Piala Dunia 😁😅
Rilis Line up Timnas Indonesia sore hari ini menghadapi Australia 🇮🇩
1 855
🔤🔤🔤🔤🔤🔤🔤🔤 👑
Seandainya pun seorang manusia ditakdirkan untuk menjadi seorang tukang sapu jalan, hendaknya dia menyapu jalan sesempurna Michelangelo ketika melukis, seindah Beethoven ketika menciptakan musik-nya, dan seagung Shakespeare ketika menuliskan puisi-puisi-nya. Dia harus menyapu jalanan dengan begitu baik-nya sehingga semua yang di langit dan di bumi ini ibarat-nya terhenti untuk mengagumi dedikasi dan karya-nya. "Disana ada seorang tukang sapu yang mengerjakan semua pekerjaan-nya dengan luar biasa". Martin Luther KingBerdasarkan total dukungan suara dari Sobat ATE maka ditetapkan pemenang Juara Favorit Video Challenge ATE-Ramadhan Series 2025 adalah selamat kepada kk Putri Ayu Azizah @putriayuazizah (PATT EP3RS KC Metro) https://www.instagram.com/share/_aECslTQg #INISIATIF #BanggaJadiDutaBPJSKes
1 855
🔤🔤🔤🔤🔤🔤🔤🔤 👑
Seandainya pun seorang manusia ditakdirkan untuk menjadi seorang tukang sapu jalan, hendaknya dia menyapu jalan sesempurna Michelangelo ketika melukis, seindah Beethoven ketika menciptakan musik-nya, dan seagung Shakespeare ketika menuliskan puisi-puisi-nya. Dia harus menyapu jalanan dengan begitu baik-nya sehingga semua yang di langit dan di bumi ini ibarat-nya terhenti untuk mengagumi dedikasi dan karya-nya. "Disana ada seorang tukang sapu yang mengerjakan semua pekerjaan-nya dengan luar biasa". Martin Luther KingBerdasarkan penilaian dewan juri maka ditetapkan pemenang Juara 1 Video Challenge ATE-Ramadhan Series 2025 adalah selamat kepada kk Erwin Prayoga @gagaruda (PATT Frontliner KC Serang) https://www.instagram.com/share/BAWoSPZYA9 #INISIATIF #BanggaJadiDutaBPJSKes
1 855
🔤🔤🔤1️⃣0️⃣
Selamat kepada Top 10 Finalis Video Challenge ATE - Ramadhan Series 2025 🇮🇩
1. Citra Okta Bangun @Citraoktabangun (PATT Staf EP3RS KC Makale)
https://www.instagram.com/share/_bhXt1n5q
5. Ika Isnawati A. Rahman @Ikaisnawati89 (Petugas Pemeriksa KC Biak Numfor)
https://www.instagram.com/share/BBr7-Drl84
7. Putri Ayu Azizah @putriayuazizah (PATT EP3RS KC Metro)
https://www.instagram.com/share/_aECslTQg
10. Muhammad Fepi @muhammadfepi (PATT Frontliner KC Watampone)
https://www.instagram.com/share/BALykjTWgU
13. M. Daniel Fauzan @MDanielFauzan (Staf Komunikasi dan Kesekretariatan KC Prabumulih)
https://www.instagram.com/share/BARkkSFnfM
16. Erwin Prayoga @gagaruda (PATT Frontliner KC Serang)
https://www.instagram.com/share/BAWoSPZYA9
27. Murdah Anugrah @ughanugrah (PATT EP3RS KC Watampone)
https://www.instagram.com/share/BAOccRsX0L
28. Ferdy Setiyawan @bukan_sambo (PATT Relationship Officer KC Bojonegoro)
https://www.instagram.com/share/BBKna_eii6
38. Mohammad Vikriyansyah Lihawa @Lihawaaa (PATT Staf Komsek KC Gorontalo)
https://www.instagram.com/share/_lIFIlNDf
41. Atika Febryanti Yusuf @atikafbryanti (PATT SDMUK KC Atambua)
https://www.instagram.com/share/BAhfI5mDg8
#INISIATIF
#BanggaJadiDutaBPJSKes
1 855
GROWTH MINDSET 🔥
oleh: Hartanto Dharmawangsa
Seorang kandidat senior dengan pengalaman 10 tahun datang wawancara di perusahaan besar.
Dia udah kerja di beberapa startup terkenal, bahkan pernah jadi manajer tim.
Tapi 15 menit setelah wawancara dimulai, interviewernya ngelirik HR dan tiba-tiba bilang:
"Oke, cukup. Gak perlu lanjut."
Kandidat itu bengong.
Kok gitu?
Wajahnya langsung berubah.
Bingung. Kaget. Gak percaya.
Baru aja ngobrol sebentar, belum ada pertanyaan sulit. Tapi interviewernya langsung mutusin dia gak layak dalam 15 menit.
HR yang ada di ruangan cuma senyum simpati dan bilang,
"Maaf ya, Mas. Kita akan kasih update segera."
Tapi semua orang tau, itu cuma basa-basi.
Dia udah gagal.
Tapi... kenapa?
Setelah keluar ruangan, dia masih gak bisa terima.
Skill? Jelas ada.
Pengalaman? Banyak.
Kemampuan komunikasi? Oke.
Tapi dia sadar...
Ini bukan soal skill.
Ada sesuatu yang bikin dia gagal total.
Begitu sampai rumah, dia langsung duduk di depan laptop.
Putar ulang semua jawaban yang dia kasih tadi.
Dan dia inget... ada satu pertanyaan awal yang kelihatannya biasa aja, tapi jebakan.
1. "Kenapa Mas memilih perusahaan sebelumnya?"
Jawabannya tadi:
"Karena gajinya lebih baik dan ada tunjangan menarik."
HR di depannya cuma angguk-angguk.
Tapi ternyata, itu red flag pertama.
Kenapa?
Perekrut tuh gak cuma nyari orang yang bisa kerja.
Mereka nyari orang yang punya growth mindset dan bisa bertahan lama di perusahaan.
Kalau satu-satunya alasan lo pindah kerja cuma uang, mereka bakal mikir:
"Gimana kalau nanti ada tawaran lebih besar? Lo bakal resign lagi, kan?"
Mereka gak mau investasi waktu & sumber daya buat orang yang bisa cabut kapan aja.
Tapi ini baru red flag pertama.
Red flag kedua muncul pas interviewernya nanya:
2. "Kenapa resign dari pekerjaan sebelumnya?"
Dia jawab dengan jujur:
"Lingkungannya toxic, atasan gak suportif, banyak politik kantor."
Masuk akal?
Iya.
Tapi di mata HR, ini sinyal bahaya.
Kenapa?
Karena HR selalu mencari pola.
Setiap orang pasti pernah kerja di tempat yang gak ideal.
Tapi kalau lo selalu nyalahin lingkungan tanpa nunjukin usaha buat adaptasi, belajar, atau cari solusi…
Mereka bakal mikir,
"Kalau di sini dia ngalamin masalah, dia bakal nyalahin kita juga?"
Perekrut tuh bukan cuma mau tau kenapa lo pergi, tapi juga cara lo ngadepin masalah.
Tapi puncaknya ada di pertanyaan terakhir.
3. "Skill apa yang lagi Mas kembangin sekarang?"
Dia sempet mikir sebentar.
Terus jawab:
"Hmm, mungkin public speaking. Gue juga kadang baca artikel tentang leadership."
Interviewernya diem sebentar.
Lalu ngelirik HR dan bilang:
"Oke, cukup. Gak perlu lanjut."
Kenapa jawaban ini jadi deal-breaker?
Karena A-Player selalu punya jawaban konkret.
Kandidat unggulan gak bakal ragu jawab pertanyaan ini.
Mereka bakal langsung bilang:
✅ "Gue lagi belajar SQL buat ngembangin data analysis skill."
✅ "Gue ambil kursus UX biar lebih ngerti user behavior."
Sementara kandidat medioker bakal kasih jawaban abu-abu.
HR bisa langsung nilai:
Apakah lo sekadar kerja… atau lo punya growth mindset?
Dan hari itu, dia sadar…
❌ Jawaban asal-asalan = peluang gagal lebih besar
❌ Fokus ke masalah, bukan solusi = red flag buat perusahaan
❌ Gak bisa tunjukin growth mindset = gak dilihat sebagai investasi jangka panjang
Dari situ, dia mulai belajar:
🔹 Cara jawab wawancara biar HR ngeliat dia sebagai A-Player
🔹 Bukan sekadar ngejawab, tapi nunjukin IMPACT di setiap pengalaman kerja
🔹 Ngembangin skill biar bisa kasih jawaban yang kuat
#INISIATIF
