Ask The Experts
الذهاب إلى القناة على Telegram
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
إظهار المزيد1 812
المشتركون
+124 ساعات
+57 أيام
+2330 أيام
أرشيف المشاركات
1 812
JADILAH GELAS KOSONG 🧐
Jadilah gelas kosong, itulah pesan seorang eks Sales Manager Nasional berbagai perusahaan top di Indonesia dengan salah satu reputasinya sebagai "Top 5 besar branding se-Asia-Pasific".
Sore itu, kami bertiga tidak akan pernah melupakan pelajaran berharga dari Bapak Kaya (Rich Dad), sebuah pembelajaran tentang rahasia kesuksesannya.
Cukup lama Bapak Kaya berpikir hingga mengatakan
"Coba Anda keluar (kami diminta turun ke lantai bawah) dan lihat ada apa di depan kantor saya".
Pertanyaan ini diulang hingga beberapa kali, dan baru saya tersadar kalau ini bukan pertanyaan retorika (pertanyaan yang tidak butuh jawaban).
"Maaf, ini perintah atau pertanyaan retorika Pak?", tanya saya memastikan.
Bapak Kaya menjawab, "Saya tidak sedang berbicara dengan OB (Office Boy), tapi dengan orang di level struktural seperti anda".
"Kalau pertanyaan saya jelas Do atau kerjakan kalau masih belum jelas saya akan ulangi lagi. Bos-bos Pertamina saja saya minta begitu langsung jalan".
”Jelas Pak”, sahut saya (sambil membayangkan situasi di luar).
Saya beranjak keluar sambil bertanya-tanya maksud pertanyaan dan perintah tadi. Tanpa disadari dua orang rekan dalam satu ruangan juga diminta melakukan hal yang sama (seorang diantaranya calon staf struktural di kantor tersebut).
Setelah melihat-lihat situasi di luar, kami kembali ke ruangan dan masing-masing diminta menjawab pertanyaan. Dari penjelasan kami bertiga, Bapak Kaya terlihat tidak antusias dan meminta salah seorang OB untuk melakukan hal yang sama sebagai jawaban pembanding.
Jawaban dari OB “Di depan kantor Bapak ada 4 sepeda motor, pot bunga, toko kue, dsbnya…”
Takjub, jawaban sederhana ini yang dibenarkan oleh Bapak Kaya.
Lantas kami bertiga ditanya lagi, jawaban mana yang benar?
Kami bertiga mengakui jawaban sederhana dari OB ini yang benar dan jawaban kami bertiga tidak tepat sasaran (salah satunya kami menjawab banyak orang di luar melakukan aktivitas dengan fokus, baik tukang parkir, sopir, orang yang sedang telp, dsbgnya yang intinya rumit/njlimet).
Moral cerita: 1. Dengar dan jalankan perintah (bukan dengar dan persepsikan sendiri perintah) ✅ Ini agar tidak terjadi miskonsep antara Blue Print perusahaan dengan implementasi di lapangan karena masing-masing orang sudah mempersepsikan berbeda-beda. 2. Jangan Takabur ✅ Menjalankan perintah sederhana yang terkesan aneh dari orang lain akan muncul rasa berontak antara patuh pada perintah atau gengsi menjalankan perintah. Ditambah banyak pasang mata melihat aksi kami seperti tidak lazim dilakukan. Kami bertiga sadar sudah terjebak dengan perintah sederhana namun kami tangkap dengan sangat rumit. Mungkin saja kami sudah merasa berisi sehingga banyak pemikiran/ide, inisiatif, konsep, dan teori yang sudah mencemari pikiran sehingga tak lagi bersih seperti awal. Seorang anak kecil yang ditanya cita-citanya dengan cepat akan menjawab ingin jadi Polisi, Dokter, atau Presiden tapi giliran kita ditanya cita-cita tak jarang kita masih berpikir panjang. Hal itu karena anak kecil ibarat gelas yang masih kosong. Rahasia kesuksesan yang Bapak Kaya pegang kalau kita bisa jadi gelas kosong yang selalu siap untuk diisi. Bandingkan dengan gelas yang selalu berisi penuh, kalau dituang air maka akan tumpah. Sama dengan pikiran kita, kalau merasa sudah berisi, pendapat, saran, gagasan dan nasehat yang baik pun akan mental karena sudah merasa berisi.Di saat masih berupaya untuk interospeksi diri dari kesombongan, kami sudah diperintah lagi melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya. “Coba kalian keluar lagi (turun ke bawah) dan lihat lagi ada apa di depan kantor saya?". 😱
Note: Kisahnya masih ada part (2), dilanjut esok pagi yah
🤝#INISIATIF
1 812
[SEMINAR ONLINE KESEHATAN FKM UI Seri 32]🚨
Program Studi Pascasarjana FKM UI Mata Kuliah Kepemimpinan Strategis menyelenggarakan Seminar Online dengan tema "peran Tenaga Kesehatan dalam Kepemimpinan Organisasi"
🗓️ : Sabtu, 21 Desember 2024
⏰ : 13.00 sd Selesai
📍 : Zoom
https://ui-ac-id.zoom.us/j/98827122723?pwd=a4KeUQop8DNy7isMViaSBaMlGIFwcn.1
Meeting ID: 98827122723
Passcode: 014572
Kegiatan ini bersifat *GRATIS* & tersedia Doorprize E-Wallet
Pengisi Acara :
🎤 Sambutan:
Prof. dr. Mondastri Korib Sudaryo, MS., DSc (Dekan FKMUI)
🎤Pembicara
1. Prof. Dr. Ede Surya Darmawan, SKM., MDM (Ketua Departemen AKK FKM UI)
2. Dr. dr. Andi Afdal, M.B.A., AAK (Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan
3. Rabiatul Adawiyah, S.Gz (Mahasiswa Pascasarjana FKM UI)
Jangan sampai terlewat, Registrasi sekarang Juga (Free) ke : https://bit.ly/SeminarKepstrat2024
Narahubung
Bethany (085704175302)
Yuk Gabung Sekarang!
Dapatkan pengetahuan dan ilmu bermanfaat bersama kami!
1 812
PRINSIP SEORANG GURU 😇
Bagi seorang Guru, Hal terbaik yang dapat dia lakukan untuk hidup nya sendiri adalah memastikan bahwa semua orang di sekitar nya menjadi lebih baik.
Setiap orang yang pernah dia hubungi,
Setiap orang yang pernah dia temui,
Hidup nya akan lebih baik jika mereka kaya, pintar, Sholeh, kuat, bahagia, dan mereka baik hati…!!
Jika seorang guru dapat mengorbankan 1 menit waktu nya untuk menghemat 15 menit waktu orang lain. Maka dia akan melakukannya.
Karena baginya, itu berarti dia telah MENCIPTAKAN 14 menit manfaat.
MENCIPTAKAN MANFAAT.
Dengan Tulus dia Lakukan ini terus-menerus,
Dengan ikhlas dia Lakukan ini terus-menerus,
Dan akhirnya semua menit-menit yang DICIPTAKAN itu menemukan jalan kembali kepada nya sendiri.
Kebahagiaan orang lain yang dia bantu, kembali kepada nya menjadi kebahagiaannya
Kesuksesan orang lain yang dia bantu, kembali kapadanya menjadi kesuksesannya
Seorang Guru menemukan cinta dan kebahagiaan melalui manfaat yang dia ciptakan.
Guru hidup dalam keberlimpahan yang dipenuhi dari manfaat yang diciptakannya
Musuh utama dari Seorang Guru adalah EGOIS
Mementingkan diri nya sendiri
Berpandangan pendek,
Bersifat negatif,
Merusak.
Dan semua guru yang seperti itupun akan hidup dalam kerusakan.
Saya tidak perlu meluangkan waktu untuk sering menulis postingan seperti ini untuk orang-orang.
Saya kehilangan 10 menit Untuk setiap kali menuliskan pesan-pesan kebaikan kepada semua orang
Namun, meskipun saya mungkin kehilangan waktu untuk melakukan ini, saya tahu bahwa orang lain akan mempelajari sesuatu yang baru.
Orang lain mempelajari sesuatu yang membutuhkan ratusan jam pengalaman hidup untuk menghasilkannya sendiri.
Dengan menulis postingan ini, saya menciptakan JUTAAN menit penghematan setiap hari yang bisa didapat orang lain.
Begitulah Jalan seorang Guru..
Selalu menyebarkan kebaikan, penuh Cinta, kasih sayang, dan mendorong semua orang menjadi yang terbaik.
Terimakasih untuk semua Guru.
With LOVE.
Fitra Jaya Saleh (FJS)
#INISIATIF
1 812
Berguru Kepada TENZING NORGAY 🇮🇩
Artikel ini ditulis kawan saya saat kunjungan ke Jerman bulan Nopember 2023 lalu dan menyempatkan masuk di museum Mercedes Benz di Stuttgart.Sebelum masuk dan keliling di dalam museum mewah ini, saya berasumsi isinya semuanya tentang otomotif terkait perjalanan sejarah Mercedes Benz. Asumsi saya salah karena ternyata semua momentum sejarah peradaban dunia terpajang data dan informasinya. Dari sekian momentum dunia ada catatan data sejarah dalam museum Mercedes Benz yang spesial bagi saya, sebuah inspirasi besar bagi seorang guru atau pendidik yaitu tentang Penaklukan Gunung Himalaya oleh Edmund Hillary pada tahun 1953. Tercatat dalam sejarah bahwa Pegunungan Himalaya dengan puncak tertinggi Everest pada tgl 29 Mei 1953 pertama kali ditaklukkan oleh Edmund Hillary asal Selandia Baru. Suksesnya sang pendaki Gunung tersebut ada sebuah kisah menarik yang sangat relevan dengan status kita sebagai seorang guru di sekolah atau guru bagi ummat. Edmund Hillary mampu mencapai puncak Everest tidak terjadi karena kemampuan dia sendiri tapi dibelakangnya ada banyak orang yang menjadi supporternya. Ada 150 orang pendaki profesional dan 750 orang pendukung berbagai kebutuhan perbekalan dan seorang pemandunya yaitu TENZING NORGAY. Puncak Everest dengan ketinggian 8850 MDPL itu dapat ditaklukan dan saat itu menjadi viral disemua Media Massa Dunia, nama Edmund Hillary menjadi buah bibir dan fotonya menghiasi berbagai mass media.. ya menjadi Spektakuler. Dalam sebuah wawancara dengan Wartawan TENZING NORGAY ditanya, Reporter : Bagaimana perasaan anda dengan keberhasilan menaklukan puncak gunung tertinggi di dunia? Tenzing Norgay : Sangat senang sekali! Reporter : Apakah anda seorang pemandu bagi Edmund Hillary? Tentunya posisi anda berada di depannya, bukankah seharusnya anda yang menjadi orang pertama yang menjejakkan kaki di puncak gunung Everest? Tenzing Norgay : Ya, benar sekali, pada saat tinggal satu langkah mencapai puncak, saya persilahkan dia (Edmund Hillary) untuk menjejakkan kakinya dan menjadi orang pertama yang berhasil menaklukan puncak gunung tertinggi di dunia ini. Reporter : Mengapa anda melakukan itu? Tenzing Norgay: Karena itu adalah impian Edmund Hillary, bukan impian saya… impian saya adalah berhasil membantu dan mengantarkannya meraih impiannya. Seperti jiwa kita sebagai Guru. Dibelakangnya banyak supporter yang mendukung, para guru professional luar biasa dengan berbagai latar belakang. Satu hal yang sangat kami apresiasi dan jarang ditemui di tempat lain adalah Memberi KESEMPATAN. Hakikat Samudra luas yang mampu menampung apa saja yang ada di dalamnya. Aturan Semesta layaknya Jalan Raya, menampung siapa saja pengguna jalan dari R2 hingga tak terbatas jumlah rodanya. Tempat pertemuan segala situasi dan kondisi, namun memiliki satu hal yang menjadi kesamaan. Semua akan memberi KESEMPATAN ketika kendaraan bersirine lewat, Menerobos hak pengguna jalan lain karena adanya ALASAN. Aturan Semesta, Kalamullah dan Programming Computer kesemuanya memiliki kesamaan Algoritma. If ... then ... If ... then ... else (illa/kecuali) ... ELSE (illa/kecuali) sebagai hal extra-ordinary. Meski yang lewat terkadang bukan saja ambulance membawa pasien darurat, namun juga kendaraan Tahanan. Hal yang tidak kita sukai, namun tetap bisa legowo. Impossible SPBU/minimart menjadi area Pit Stop untuk sekedar mampir ke toilet 🫢😊🙏🏻 Kesempatan yang telah diberikan, akan melatih setiap pribadi untuk menari bersama tarian Semesta dengan tetap bertanggung jawab. Anang Tri Pambudi #INISIATIF
1 812
MENYESAL 🇮🇩
Pengantar jam istirahatmu, yuk mari saksikan Single terbaru Pak Dirut kolaborasi dengan Tim Paduan Suara BPJS Kesehatan 🤩
Jangan lupa saksikan dan tinggalkan pendapatmu di kolom komentar 🎼
https://youtu.be/GVwPxghTVAo?si=N4XwQjod-lAGSDv-
1 812
Best practice di masing-masing organisasi dikumpulkan dan dijalankan. Ini berlaku bagi team yang melakukan perubahan, dan berlaku juga bagi para leader yang memimpin sebuah perubahan.
Leadernya juga harus mendengarkan semua anak buah. Tidak merasa bahwa praktek yang selama ini dia lakukan adalah yang terbaik. Siapa tahu ada best practice dari tempat lain yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kedaan. Be open mind to listen to others.
FIFTH: “BECOME A GOOD FOLLOWER, BEFORE YOUR BECOME A GREAT LEADER” ✅
“Tapi Mas Pam, kadang kami tidak setuju dengan apa yang diputuskan boss kami? Apa yang kami lakukan?”
“Heyyy, siapa bossnya?“
Apakah waktu kalian jadi boss, semua anak buah kalian juga pasti setuju dengan semua keputusan kalian?
Jadi, pada saat pengambilan keputusan, prosesnya DDC (debate, decide, commit). Pada saat masih didiskusikan, sampaikan pendapat kalian, diskusikan, debat-lah. Tapi suatu saat, harus diputuskan (kalau bisa keputusan bersama, kalau enggak ya diputuskan oleh Leader-nya!).
Dan saat sebuah keputusan telah diambil, kemudian semua orang (termasuk anda, saya dan kita semua) harus berkomitmen menjalankannya! Ingat, semuanya harus menjadi good follower, sebelum menjadi great leader. Ada waktunya menerapkan ilmu leadership, ada waktunya menerapkan followership, dan menjadi follower yang baik.
SIXTH,”THERE ARE ONLY 2 CHOICES FOR PROFESSIONAL” ✅
“Mas Pam, tapi hati nurani kami tetap tidak bisa menyetujui perubahan ini”
“Good, no problem, gak ada yang boleh memaksa!”.
Ingat, ada dua pilihan bagi profesional. “Stay di situ, terus dibayar gajinya, dan komitment untuk selalu mendukung 100%, atau keluar dan mengundurkan diri!”. Tidak ada pilihan ketiga, stay di situ, tidak mendukung, terus menerus komplain, membujuk teman-temannya, that’s not professional.SEVENTH:”IN THE END, IT IS ABOUT LEADING YOURSELF” ✅ “Mas Pam, kenapa kami harus melakukan semua ini?” “Pada akhirnya, semuanya kembali kepada anda sendiri.” Level terpenting dari kepemimpinan adalah memimpin diri kita sendiri. (Lead ourselves). Sebelum memimpin orang lain, dan sebelum memimpin diri kita sendiri. Seperti yang saya sampaikan, segera move on from frustasi, segera cari opportunity untuk diri anda, dan untuk team anda, agar bisa lebih positive beradaptasi. Ingat, bahwa “Hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin. Dan hari esok harus lebih baik daripada hari ini” Apakah dengan terus menerus komplain, dan terus menerus marah-marah, anda akan lebih baik lagi di masa depan? Tidak kan? Berarti sudah waktunya ganti strategy, dan menyikapi perubahan dengan positive, dengan mulai bereksperimen, beradaptasi, bahkan mencari opportunity. Jadi apa yang harus kita lakukan pada saat kita merasa frustasi karena kita sedang berada di titik bawah kurva motivasi kita? a) UNDERSTAND that it is a normal phase and everbody is going through the same phase. Sadarilah bahwa semua perubahan akan melalui phase phase itu. It is ok! b) ACCEPT the change. Terimalah perubahan itu dengan positive. c) ADAPT, Keep trying..keep exploring. Keep trying new things. Teruslah mencoba dan bereksperimen... mencoba dan melakukan hal hal yang baru, untuk menyesuakian diri d) OPPORTUNITY, Kalau sudah melakukan a), b) dan c) di atas, dan masih belum bisa menerima, ingat, hanya ada 2 pilihan bagi professional, STAY or QUIT. Cari opportunity lain. Jangan menghabiskan waktu anda di tempat yang tidak memberikan aura positive bagi anda. Salam Hangat, Pambudi Sunarsihanto #INISIATIF
1 812
THE 7 FACTS ABOUT CHANGE 💪
oleh: Pambudi Sunarsihanto
Adina malam itu marah-marah. Kebetulan perusahaannya dilebur menjadi satu dengan perusahaan lain. Dan sekarang team di mana dia bekerja harus digabung dengan team yang sama. Padahal cara kerja mereka, proses mereka sebelumnya berbeda. Adina (bukan nama sebenarnya, seorang senior di perusahaan itu), sudah mempunyai feeling, bahwa setelah beberapa bulan, mereka akan melakukan efisiensi, dan beberapa orang akan kehilangan pekerjaannya, Begitulah yang biasanya terjadi kalau beberapa organisasi lain dilebur menjadi satu organisasi bersama (baik di swasta maupun di lembaga pemerintahan). Di sebuah lembaga pemerintah, 3 tahun lalu, beberapa lembaga digabungkan menjadi satu. Change management nya sampai sekarang belum beres (sudah berjalan 3 tahun lebih!). Dan sekarang, Adina dan teman-temannya galau. Proses perubahannya sangat tidak nyaman. Bahkan beberapa pimpinan tertinggi perusahaan pun sudah mengundurkan diri. Ribuan karyawan ikut resah, dan mulai saling berkomunikasi saling curhat tentang nasib mereka. Beberapa “pentolan” bahkan memanas-manasi situasi. Dan sambil dinner di sebuah restoran di Pacific Place, Adina malam itu bertanya, "Apa yang harus saya lakukan mas?"Pertanyaan yang menarik untuk dibahas, dan memang akan sering terjadi di manapun kita berada. Mari kita lihat lagi, 7 Fakta tentang perubahan. FIRST: "CHANGE ALWAYS HAPPEN” ✅ Pertama kali yang memang kita perlu sadari adalah bahwa perubahan pasti terjadi. Tidak ada yang kekal di dunia ini. Jadi percuma berharap bahwa perubahan tidak akan terjadi. It's happening. Dan perubahan ini diperlukan oleh bisnis agar semakin efisien, semakin produktif dan semakin profitable, Justru kalau tidak berubah, bisnis akan berjalan di tempat, lama-lama mundur, lama lama rugi, dan kalau dibiarkan bisa tutup bisnisnya. Ingat, owner atau pemegang saham, berharap bisnis makin lama makin untung. SECOND: “CHANGE WILL CONTINUE TO HAPPEN” ✅ Berhentilah meratapi nasib. Tidak ada gunanya kembali ke masa lalu. Perubahan akan berjalan terus ke depan. Yang tidak mengerti atau tidak menyesuakan diri akan punah. Lihat apa yang terjadi dengan Sepatu Bata, Kodak, handhone Nokia (dan Blackberry). Tetapi lihat juga apa yang terjadi dengan Garmin, Telkom Indonesia, taxi Bluebird, mereka berinovasi dan terus survive bahkan semakin profitable. Kalau terjadi perubahan, kita boleh bersedih untuk beberapa saat. Dan setelah itu harus segera fokus ke masa depan. THIRD: “CHANGE IS PAINFUL” ✅ “Tapi Mas Pam, perubahan di tempat kami tidak ditangani dengan baik. Prosesnya kacau, Pak” Sebuah perubahan tidak akan pernah bisa menyenangkan semua orang. Leader yang sebaik apapun, tidak akan pernah bisa memuaskan semua orang. Mahatma Gandhi yang sebaik itu-pun dibunuh. Jadi memang semua perubahan pasti painful. Waktu kita belajar naik sepeda pertama kali? Nyaman atau sakit? Pasti jatuh dan sakit kan? Painful kan? Semua perubahan pasti menyakitkan di awalnya. Tidak ada satu perubahanpun yang berjalan mulus tanpa halangan dan tanpa turunnya motivasi. Sekarang mari move on, dan mulai berexperimen, mencoba-coba, apa yang bisa saya lakukan untuk menyesuaikan diri, bahkan mencari opportunity lagi dengan perubahan ini. Mari move on dari “frustasi” ke “opportunity” FOURTH: “THERE IS NO MY WAY, YOUR WAY, THERE IS ONLY OUR WAY” ✅ “Tapi Mas Pam, kami merasa bahwa organisasi kami sebagai organisasi yang lebih baik diabaikan. Proses kami tidak digunakan di organisasi yang sekarang?” Whatttt? Kami merasa sebagai organisasi yang lebih baik? Siapa yang menyatakan itu atau mengatakan itu? Anda sendiri kan? Yakin? Pada saat sebuah perubahan berjalan, sebuah proses penggabungan berjalan, baik itu merger perusahaan, penggabungan organisasi atau pernikahan (antara suami dan istri), tidak ada satu pihak pun yang boleh meng-klaim dirinya yang terbaik. Semuanya duduk bersama, sharing best practice semuanya, pelajari. Kumpulkan semua best practice. Practice-practice yang dulunya kurang berjalan dengan baik, ditinggalkan.
1 812
START WITH WHY 🧐
oleh: Muhammad Farid Maricar
Konsep 'Start with Why' dalam buku Simon Sinek itu enggak melulu tentang bisnis, entrepreneur, dan yang serumpun. Bahkan dalam proses belajar, riset, pengembangan diri, dll, semua butuh konsep ini.Dalam buku 'Start with Why', kita dipacu untuk memulai setiap hal yang kita kerjakan dengan bertanya "mengapa?" Dalam hal lanjut studi pada jenjang berikutnya, untuk seleksi beasiswa, atau untuk memulai riset kita memulainya dengan sesi tes atau pemberkasan. Fungsi tes dan pemberkasan ini mungkin menguji kelayakan kita dalam memasuki suatu program, untuk melihat apakah mampu atau tidak, tapi setelah itu ada sebuah sesi yang kadang kita luput untuk mempertanyakan alasan keberadaannya, yaitu sesi wawancara. Dalam sesi ini kita akan ditanya hal-hal untuk menjawab "why". Kenapa anda mau studi? Kenapa mau meneliti ini? Kenapa harus di negara ini? Kenapa harus di universitas ini? Kenapa memilih beasiswa ini? Kenapa... Kenapa... Kenapa... Karena alasan "Kenapa" Ini yang nantinya menjadi alasan kenapa seseorang bisa bertahan dengan segala tantangan. Alasan ini yang membuat anda bangun pagi dan semangat dalam studi, melakukan riset, dll. Tentu pemberi beasiswa tidak akan memberikan anda uang investasi mereka tanpa alasan yang jelas, seperti halnya investor yang tidak akan menginvestasikan uang mereka pada perusahaan yang tidak punya visi, misi, target yang jelas. Jadi ya emang sepenting itu menjawab pertanyaan "why" ini. Setelah itu baru kita melangkah ke pertanyaan semisal, "How" dan "What", bagaimana dan apa. Bahkan dalam agama Islam, dalam hadits Arbain, hadits yang pertama disebutkan adalah "Amalan ditentukan oleh niatnya". Kalau niatnya saja sudah salah, enggak jarang bagaimana dan apa yang dikerjakan juga akan amburadul. Karena esensi suatu hal yang kita kerjakan itu ya tergantung dari jawaban pertanyaan "Mengapa?" #INISIATIF
1 812
BUDAK EMOSI 🤬😡
oleh: Iwan Kusworo
Selamat sore, Sahabat 😵💫
Cukup banyak referensi yang menyatakan bahwa pikiran adalah yang mengendalikan tubuh kita.
Namun di buku "Battle Cry" (Jason Wilson), penulis mengatakan bahwa jiwa (soul), yang merupakan tempat segala macam emosi berada, seringkali mengambil alih kendali atas diri kita, mencegat dan mensabotase apapun yang dikirimkan oleh pikiran.
Jika kita tidak memiliki kemampuan untuk menjaga jiwa kita dengan baik, maka kita akan mudah hilang kendali diri dan hanya menjadi "budak" emosi.Cara yang paling tepat untuk menghindari efek negatif tersebut adalah memastikan diri kita mendapatkan istirahat malam yang cukup dan berkualitas setelah melewati hari yang penuh kesibukan yang tanpa kita sadari telah membuat emosi kita naik turun. Akan tetapi yang kebanyakan terjadi adalah kita justru sulit beristirahat/tidur di malam hari karena ternyata kita masih belum benar-benar melepaskan stres atau rasa kecewa yang kita alami di pagi, siang, hingga sore hari. Entah itu karena terjebak kemacetan di jalan, cekcok dengan tetangga atau rekan kerja, omelan atasan di kantor, perdebatan dengan pasangan di rumah, dan segala macam persoalan yang lain. Penulis menawarkan suatu metode yang disebutnya 4R untuk membantu kita mengatasi itu semua dan mendapatkan ketenangan. 1. Reflect. Luangkan waktu untuk memulai dan mengakhiri hari dengan melakukan refleksi diri, untuk mengungkap, memahami dan menerima hal-hal apa saja yang mengguncang jiwa kita di hari itu. 2. Release. Melalui doa dan meditasi, biarkan jiwa kita melepaskan semua kendali dan pemeliharaan diri kita kepada Tuhan. Istilah lainnya mungkin "berserah." 3. Reset. Ketika kita sudah menyerahkan semuanya kepada Tuhan, di situ kita akan memiliki perasaan tenang, damai, dan bisa memulai lagi dari awal. 4. Rest. Ketika jiwa kita sudah tenang, hasil akhirnya adalah kita lebih mudah untuk beristirahat.
Ketika seseorang belajar untuk mengelola emosinya di berbagai lingkungan (sekolah, tempat kerja, medan perang, keluarga, dll.), maka dia akan memiliki kemampuan untuk mencapai kinerja yang lebih tinggi lagi.Buku apa yang sedang Anda baca hari ini? Thank God It's Friday! ❤️ #INISIATIF #TGIF
1 812
EKSPEKTASI TINGGI 💪
Kekecewaan datang dari pemikiran bahwa segalanya bisa jadi lebih baik dari yang dialami atau didapatkan. Sebaliknya, rasa syukur datang dari mengetahui bahwa segalanya bisa jadi lebih buruk dari yang dialami dan didapatkan.
Kita tidak bisa mengontrol kejadian di sekitar kita, tapi bisa mengubah sudut pandang dan perasaan kita tentang kejadian tersebut.Kalau dapat musibah, ya pikir saja bahwa musibah tersebut bisa jadi lebih buruk 😇 Kalau dapat kebahagiaan, ya pikir saja bahwa itu semua nikmat yang melebihi usaha yang kita telah lakukan 😇 Hanya saja, terkadang kita berekspektasi terlalu tinggi. oleh: Muhammad Farid Maricar #INISIATIF #TGIF
1 812
Pernah gak sih anda ngerasa hidup kayak gak ada arah? Di buku WHY karya Simon Sinek, Ada sebuah konsep yang bernama Golden Circle. Intinya, sukses itu dimulai baca selengkapnya
1 812
FILOSOFI BARAT DAN TIMUR ✍️
oleh: Iwan Kusworo
Selamat pagi, Sahabat 😵💫
Filosofi barat dan timur secara umum memiliki perbedaan dalam menjawab pertanyaan, "Bagaimanakah sebuah karya seni dimulai?"
Filosofi barat memandang bahwa sebuah karya seni dimulai dari kanvas kosong, lalu dari situ kita akan menambahkan warna-warna yang pada akhirnya menghasilkan sesuatu yang indah.
Sebaliknya, filosofi timur melihat bahwa sebuah karya seni itu sesungguhnya sudah ada dari awal, namun masih tertutup oleh hal-hal yang lain. Sebuah karya seni tidak tercipta karena kita "menambahkan" sesuatu, melainkan "menghilangkan" hal-hal yang tidak memiliki nilai seni. Contohnya sebongkah batu giok yang dipahat untuk menghilangkan sebagiannya agar terbentuk sebuah patung Buddha yang indah.
Filosofi barat mengajarkan pada kita bahwa kesuksesan dan kebahagiaan bisa kita raih dengan "menghindari kehilangan/kegagalan" dan "mengumpulkan lebih banyak hal" misalnya uang, pencapaian, hubungan, pengalaman, kedudukan, bahkan follower. Sedangkan filosofi timur memperingatkan kita bahwa keinginan untuk menguasai segalanya hanya akan membawa kita pada materialisme dan kesombongan, yang pada akhirnya justru menjauhkan kita dari kebahagiaan dan menghalangi pandangan kita dari hal-hal mendasar yang paling penting dalam hidup kita.Mari mencoba merenungi, dan mulai "melucuti" semua pencapaian kita selama ini, agar kita bisa menemukan diri kita yang sebenarnya. Buku apa yang sedang Anda baca pagi ini? Have a nice day! ❤️ #INISIATIF
1 812
BELIAU SEDANG BERCANDA 😇
oleh: Taufiqrahman Tedi
Dilihat dari potongan video yang beredar, Gus Miftah memang sedang bercanda. Hanya saja, gaya humor yang digunakan beliau termasuk Aggressive Humor.
Gaya humor yang berada di kuadran external (ke luar, maksudnya orang lain) dan detrimental (merugikan); gaya bercanda yang arahnya mengejek, menyindir, menertawakan bahkan mempermalukan orang lain.
Misalnya begini, saya lihat teman saya terpeleset terus jatuh masuk ke selokan. Bukannya membantu, saya malah tertawa. Ini sebenarnya juga termasuk humor yang agresif, dalam hal menertawakan penderitaan orang lain.
Tapi teman saya tidak ada akan tersinggung, tidak akan sakit hati karena kami berdua saling kenal dan saling tahu sifat masing-masing. Alih-alih marah, teman saya kemungkinan akan tertawa juga. Tentu saja setelah tertawa, saya membantunya juga keluar dari selokan.
Contoh lain dari kejadian ini yang sempat viral kejadian Ade Londok yang menarik kursi Malih. Malih jatuh beneran, maksudnya di luar skrip.
Ade Londok becanda, tapi becandanya kelewatan. Malih memang tidak senang, namun profesional tetap merespon lawakan Ade Londok.
Selepas acara tersebut sebagai pelawak senior Malih ngasih wejangan kepada semua para pelawak junior untuk lebih berhati-hati dalam berkomedi. Menurut Malih, lawakan yang baik itu tidak perlu menyakiti ataupun menghina orang lain.
Ade Londok memang becanda tapi jenisnya agresif, merugikan atau menyakiti orang lain. Kerugiannya akan terminimalisir jika anda saling kenal. Oleh karena itu, gaya humor semacam ini sering dilakukan di tongkrongan karena semua orang saling mengenal satu sama lain. Kelebihannya, gaya humor agresif ini memang punya kelucuan yang lebih tinggi.
Gaya humor Vincent dan Desta termasuk jenis ini, tapi karena mereka berdua saling kenal jadi lawakan segimanapun tidak akan mempengaruhi hubungan mereka berdua. Tamu-tamu yang mereka undang juga memiliki persepsi sama, jadi enak banget denger obrolan mereka, gak terasa agresif lagi.
Contohnya ketika Desta bilang ke Dani Aditya, komika difabel, seorang komika yang sepanjang penampilannya selalu dilakukan dengan duduk di atas kursi roda.
"Dan, kamu kan sekarang stand up comedy juga." Dani menjawab, "Gak stand up juga sih bang."
Desta gelagapan. "Waduh salah ngomong gue." Semua orang terhenyak dengan jawaban Dani, apalagi Desta.
"Woi, bantuin gue." Teriak Desta ke Vincent.
Vincent dan Desta memainkan peran saling melengkapi. Pas guyonan Desta blunder, Vincet sapu-sapu. Begitu juga sebaliknya. Nah, Ade dan Malih belum dapat chemistrynya, beda kalo Bolot yang narik kursi, mungkin Malih gak akan tersinggung tapi Bolot gak bakalan melakukan komedi itu juga, kaya anak kemarin aja, gak ada materi lawakan lagi.
Lalu gimana kalau humor agresif dilakukan terhadap orang yang tidak kita kenal secara akrab dan melakukannya di depan publik?
Oh jangan. Maksudnya baiknya emang jangan dilakukan. Mending hindari. Karena jatuhnya jadi perundungan atau bahkan pelecehan lebih jauhnya penistaan. Ini berbahaya karena tidak semua orang suka atau bersedia menjadi obyek tertawaan apalagi di depan publik.
Apalagi jika hal itu dilakukan oleh seorang publik figur. Waduh itu apalagi, mending cari materi lain, atau tahan diri. Karena banyak efek sampingnya.
Ingat ucapan Malih, "Lawakan yang baik itu tidak perlu menyakiti ataupun menghina orang lain." Itu ucapan pelawak, bukan pemuka agama.
1 812
Setiap keputusan kita saat ini, pasti mengandung konsekuensi di masa yang akan datangBelajar dari kisah seorang binaraga profesional (alm) yang terkena Kanker Tiroid yang diduga karena penggunaan Steroid. Semoga almarhum Husnul khotimah 🙏🏻 https://youtu.be/rqtOQYT-BB4?si=htKwA5cCvJoCn1bQ #INISIATIF #Fitlife
1 812
You are NOT what you think 🤔
Karena saya dan anda dapat tertipu oleh pikiran sendiri ✍️Ada yang menderita karena perilaku orang lain, padahal karena pikirannya sendiri dalam memaknai perilaku dan mengoperasikan aturan dalam pikiran sendiri. Ada yang trauma terhadap kejadian yang mirip kejadian masa lalu, padahal trauma itu bukan karena masa lalu melainkan film tentang masa lalu yang ia putar-putar sendiri di dalam pikirannya. Ada yang menderita karena menganggap dirinya gagal, padahal yang gagal bukan dirinya, melainkan rencananya. Ada yang mengira bahagia itu tanpa syarat, padahal bahagia itu bersyarat. Akibatnya ia merasa seperti bahagia saat dapat uang dari mencurangi. Ada yang mengharuskan dirinya selalu positive-thinking, akibatnya ia mudah tertipu, dan bahagia tersesat di mana saja. Ada yang mengira ia mencintai seseorang, padahal ia hanya mencintai keinginannya tentang seseorang. Ada yang mengira harga dirinya naik jika punya uang banyak, padahal harga diri tidak ada kaitannya dengan uang. Ada yang percaya apa yang dipikirkannya 100% benar, padahal berasal dari informasi HOAX. oleh: Prasetya M Brata #INISIATIF
1 812
3 LAPIS PERUBAHAN PERILAKU 🧑💻
oleh: Iwan Kusworo
Selamat pagi, Sahabat 😵💫
Dari buku "Atomic Habits" (James Clear) pagi ini saya belajar tentang 3 lapis perubahan perilaku.
1. Perubahan terhadap hasil (outcome) 😘
Pada tingkatan ini kita fokus pada hasil yang ingin dicapai. Misal: menurunkan berat badan, menerbitkan buku, memenangkan pertandingan.
2. Perubahan terhadap proses 🫰
Pada tingkatan ini kita fokus pada kebiasaan dan sistem yang kita ciptakan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Misal: membaca minimal 1 halaman buku setiap hari, nge-gym seminggu dua kali.
3. Perubahan terhadap identitas 😍
Ini merupakan perubahan yang paling mendalam karena berhubungan tentang keyakinan (belief) seseorang terhadap dirinya.
Kita tidak akan mampu menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan apabila kita hanya fokus pada hasil dan proses saja. Perubahan identitas adalah kunci utamanya. Yaitu "Ingin menjadi siapakah kita?"Semakin tinggi kebanggaan seseorang terhadap aspek dari identitas yang dibawanya, akan semakin termotivasi dia untuk terus menjaga kebiasaan yang diasosiasikan pada identitas tersebut. Jika seseorang ingin memiliki identitas sebagai "pembaca buku" dan bangga dengan aspek identitas tersebut (misal: berpengetahuan luas), maka sangat besar kemungkinan dia akan terus memelihara kebiasaan membaca bukunya tersebut. Namun untuk membentuk identitas, keyakinan diri yang baru harus ditumbuhkan, agar keyakinan yang lama bisa digantikan. Kata identitas (identity) sendiri berasal dari bahasa Latin "essentitas" yang berarti "menjadi" (being) dan "identidem" yang berarti "berulang-ulang" (repeatedly). Dengan kata lain, membentuk identitas yang baru membutuhkan usaha yang terus menerus, berulang-ulang, agar rasa percaya diri muncul. Identitas yang baru membutuhkan "pembuktian yang baru," sekecil apapun itu. Buku apa yang sedang Anda baca pagi ini? Have a nice day! ❤️ #INISIATIF
متاح الآن! بحث تيليغرام 2025 — أهم رؤى العام 
