Pitutursae
الذهاب إلى القناة على Telegram
Canel ini berisi nasehat , ilmu dan pelajaran dari para salafushalih ( para ulama ) yang disadur dari kitab-kitab salaf yang diterjemahkan bebas agar mudah dibaca dan difahami , sekaligus kalimat-kalimat motivasi singkat dari admin . Hp: 085311930102 .
إظهار المزيد1 897
المشتركون
لا توجد بيانات24 ساعات
-37 أيام
-930 أيام
أرشيف المشاركات
1 897
🔈Audio Rekaman Kajian Masjid Tropikana
🗓 Hari Rabu Ba'da Isya
05 Dzulqo'dah 1447 H
22 April 2026 M
📚Kitab Riyadhus Shalihin
Larangan-larangan dalam beragama,
Bab 310
Adab-Adab di Masjid
🎙Al-Ustadz Abul Hasan Al Wonogiri حفظہ الله تعالــﮯ
________
Streaming dan audio rekaman dapat diunduh di https://t.me/+eE1XJ62Tam04MDhl
Hadir langsung di majelis ilmu lebih utama,
Semoga Allah mudahkan langkah kita untuk menghadirinya,
Baarokallahufiikum
1 897
🔈Audio Rekaman Kajian Masjid Tropikana
🗓 Hari Rabu Ba'da Isya
05 Dzulqo'dah 1447 H
22 April 2026 M
📚Kitab Riyadhus Shalihin
Larangan-larangan dalam beragama,
Bab 310
Adab-Adab di Masjid
🎙Al-Ustadz Abul Hasan Al Wonogiri حفظہ الله تعالــﮯ
_______
1 897
Repost from TIC [ Tholibul Ilmi Cikarang ]
بسم الله الرحمن الرحيم
══════════════════════
AUDIO REKAMAN
KAJIAN ISLAM CIKARANG
══════════════════════
🏡 Kajian di Ma'had An Najiyah Telaga murni Cikarang Barat Bekasi
🌕 Bersama Al-Ustadz Abul Hasan Al-Wonogiri حفظه الّله
📅 Kamis, 5 Maret 2026
📚Tema pembahasan :
📚 Antara cita-cita dan tujuan
•••┈••••○❁📜❁○••••┈•••
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈
🚀 Dipublikasikan :
• Tholibul Ilmi Cikarang ( TIC ) http://t.me/tholibulilmicikarang simak siaran online kami di https://bit.ly/radiosalafybekasi
• Channel Salafy Bekasi
https://t.me/salafybekasi
• Channel Radio Al Muwahhidiin
https://t.me/almuwahhidiin
1 897
Repost from TIC [ Tholibul Ilmi Cikarang ]
بسم الله الرحمن الرحيم
══════════════════════
AUDIO REKAMAN
KAJIAN ISLAM CIKARANG
══════════════════════
🏡 Kajian di Ma'had An Najiyah Telaga murni Cikarang Barat Bekasi
🌕 Bersama Al-Ustadz Abul Hasan Al-Wonogiri حفظه الّله
📅 Rabu, 11 Maret 2026
📚Tema pembahasan :
📚 Jadikan harimu lebih bermanfaat
•••┈••••○❁📜❁○••••┈•••
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈
🚀 Dipublikasikan :
• Tholibul Ilmi Cikarang ( TIC ) http://t.me/tholibulilmicikarang simak siaran online kami di https://bit.ly/radiosalafybekasi
• Channel Salafy Bekasi
https://t.me/salafybekasi
• Channel Radio Al Muwahhidiin
https://t.me/almuwahhidiin
1 897
🏚️🔥 Isteri Yang Membuat Suaminya Tua Sebelum Waktunya
• Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, dari doa Rasulullah ﷺ:
اللهمَّ إني أعوذُ بك من جار السوءِ، ومن زوجٍ تُشَيِّبُني قبل الْمَشيبِ
“Ya Allah aku berlindung diri kepadaMu dari tetangga yang buruk dan dari isteri yang membuatku beruban sebelum waktunya.” (HR Thabrani dalam doa 1339 dan disahihkan al-Albani dalam Shahihah 3137)
🗓. Sabtu 1 Jumadil Akhir 1446 H / 22 November 2025.
Joint & share
Http: t.me/pitutursae
Dapatkan update terbaru mutiara salaf dan kalimat motivasi , terus ikuti kami dicanel
1 897
Masyarakat membentuk keyakinan dan persepsi mengenai bencana melalui proses sosial, budaya, dan keagamaan yang berlangsung lama. Secara ringkas, ada beberapa mekanisme utamanya:
---
1. Melalui Warisan Budaya dan Tradisi Lokal
Setiap masyarakat memiliki narasi turun-temurun untuk menjelaskan fenomena alam.
Cerita leluhur tentang gunung, laut, dan roh penjaga alam.
Ritual adat tolak bala.
Kepercayaan bahwa bencana merupakan “tanda” dari kekuatan gaib atau leluhur yang terganggu.
Tradisi ini menjadi “kaca mata” awal masyarakat menafsirkan bencana, terutama di komunitas yang masih kuat adatnya.
---
2. Pengaruh Agama dan Ajaran Keagamaan
Dalam masyarakat religius, peristiwa bencana sering dibaca dalam bingkai spiritual:
Ujian dari Tuhan.
Teguran atas kelalaian moral.
Cara Allah mengingatkan manusia kepada akhirat.
Ajaran agama—baik tafsir ulama, ceramah, maupun narasi keluarga—sangat menentukan bagaimana seseorang menilai bencana dari sudut moral, spiritual, atau etis.
---
3. Pengalaman Kolektif dan Memori Bencana Sebelumnya
Daerah yang pernah mengalami bencana besar cenderung memiliki “ingatan sosial” tertentu.
Aceh dengan tsunami 2004
Yogyakarta dengan Merapi
Lombok dengan gempa
Memori itu membentuk pola respon baru: ada yang lebih religius, ada yang lebih ilmiah, dan ada yang lebih waspada secara praktis.
---
4. Pendidikan dan Literasi Ilmiah
Semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin rasional persepsi bencana yang terbentuk.
Orang dengan literasi sains melihat bencana sebagai:
Fenomena geologis
Dinamika meteorologis
Ketidakstabilan alam yang bisa diprediksi atau dimitigasi
Sebaliknya, kurangnya literasi ilmiah sering membuat masyarakat lebih mengandalkan narasi supranatural.
---
5. Peran Media dan Teknologi Informasi
Media sangat menentukan bentuk persepsi publik.
Media resmi memberi penjelasan ilmiah dan edukasi.
Media sosial sering menyebarkan narasi mistis, hoaks, atau klaim keagamaan yang tidak akurat.
Kedua arus ini bisa saling bertentangan dan membingungkan masyarakat, sehingga persepsi publik sering bercampur antara ilmiah dan mitis.
---
6. Struktur Sosial dan Kepemimpinan Lokal
Tokoh adat, tokoh agama, dan pemimpin formal sangat berpengaruh.
Masyarakat sering membentuk persepsi berdasarkan:
Ceramah tokoh agama
Arahan kepala desa
Penjelasan ahli lokal (orang pintar, dukun, sesepuh)
Otoritas lokal ini menentukan perkembangan keyakinan kolektif masyarakat.
---
7. Kebutuhan Psikologis untuk Mencari Makna
Bencana sangat mengguncang emosi. Manusia secara alami mencari makna, penjelasan, atau kepastian moral.
Dari kebutuhan inilah muncul:
Narasi “Tuhan sedang menguji kita”
Narasi “Ada pesan tertentu dari alam”
Narasi “Ini karena perilaku manusia”
Mekanisme psikologis ini membuat masyarakat lebih mudah menerima penjelasan yang menenangkan meskipun tidak selalu ilmiah.
---
Kesimpulan
Keyakinan masyarakat tentang bencana tidak terbentuk dari satu faktor saja, tetapi merupakan gabungan dari budaya, agama, pendidikan, media, pengalaman kolektif, dan kebutuhan psikologis. Inilah sebabnya mengapa pandangan masyarakat sering kali bersifat campuran antara rasional, spiritual, dan mistis.
---
Jika Anda ingin, saya bisa membuat versi kalimat ilmiah, versi singkat, atau versi untuk dimasukkan ke artikel.
1 897
Part 1 .
Bencana, Keyakinan Masyarakat, dan Pandangan Islam
Pendahuluan
Bencana alam seperti = gempa bumi, banjir, letusan gunung berapi, maupun angin kencang sering memunculkan beragam reaksi dari masyarakat.
Selain analisis ilmiah, tidak sedikit masyarakat yang mengaitkannya dengan keyakinan tertentu, tanda-tanda supranatural, atau sebagai bentuk kemarahan alam.
Pandangan seperti ini berkembang secara turun-temurun dan membentuk cara pandang kolektif dalam memahami peristiwa besar jauh dari aqidah yang dibenarkan dalam agama .
Artikel ini mencoba menguraikan bagaimana keyakinan masyarakat terkait bencana terbentuk, bagaimana Islam memandang peristiwa bencana, serta prinsip teologis dan etis yang ditawarkan dalam menyikapinya.
Keyakinan Masyarakat Seputar Bencana yang membahayakan aqidah .
1. Bencana sebagai pertanda gaib
Di banyak daerah, bencana dianggap sebagai tanda kemarahan alam atau teguran dari kekuatan supranatural.
Misalnya =
Gempa diyakini sebagai "amarah penjaga bumi", atau banjir besar dikaitkan dengan cerita mistis tentang penunggu sungai.
2. Bencana sebagai akibat moral
Pada sebagian masyarakat, muncul keyakinan bahwa bencana terjadi karena degradasi moral, pelanggaran adat, atau melanggar pantangan tertentu.
Ini berkembang dari tradisi lisan dan pandangan budaya yang memadukan etika sosial dengan fenomena alam.
3. Ritual khusus pasca-bencana
Beberapa komunitas melakukan ritual adat setelah bencana, seperti sesaji laut, sedekah bumi, atau upacara tolak bala.
Tujuannya untuk "menenangkan" kekuatan alam dan mengembalikan keseimbangan.
4. Faktor psikologis dalam munculnya keyakinan
Keyakinan-kayakinan tersebut sering muncul karena kebutuhan psikologis untuk mencari penjelasan yang menenangkan.
Ketika fenomena alam sulit dipahami, manusia cenderung menghubungkannya dengan sesuatu yang lebih besar dan memiliki makna moral.
Sadarlah wahai saudaraku , banyak hal yang sudah dilakulan itu belum ada buktinya kalaupun ada satu dari seribu yang telah dilakulan itupun hanya kebetulan , wallahul musta'an ...
🗓. Senin 3 Jumadil Akhir 1446 H / 24 November 2025.
Joint & share
Http: t.me/pitutursae
Dapatkan update terbaru mutiara salaf dan kalimat motivasi , terus ikuti kami dicanel
1 897
Ga mau saingan sama siapa-siapa , silahkan mau nyalip duluan ga apa-apa ...
Kita semua punya cerita , ceritakan dirimu dan kesuksesanmu tanpa menganggu orang lain .
#catatanku #kisah #kalimathikmah
1 897
Renungan Tentang Popularitas dan Keikhlasan
“Sering kali kita berkata tidak mengejar popularitas,
tapi hati tersinggung ketika diperlakukan biasa.
Padahal orang yang benar-benar ikhlas
tidak butuh diperlakukan seperti tokoh.
Ia cukup ketika Allah melihatnya—
meski manusia tidak mengenalnya.”
🗓. Sabtu 1 Jumadil Akhir 1446 H / 22 November 2025.
Joint & share
Http: t.me/pitutursae
Dapatkan update terbaru mutiara salaf dan kalimat motivasi , terus ikuti kami dicanel
1 897
Tipuan para du'at .
Kadang dakwahnya besar ...
Ceramahnya besar ...
Pamfletnya banyak tersebar ...
Pengaruhnya juga besar ...
Tulisan-tulisannya banyak tersebar ...
Media sosialnya pengikutnya besar ...
Tapi ...
Mengecil pahalanta akibat niat dan ambisi kemuliaan dan pujian yang semakin mengakar .
●••••••●☆☆☆☆☆●••••••●
🗓. Sabtu 1 Jumadil Akhir 1446 H / 22 November 2025.
Joint & share
Http: t.me/pitutursae
Dapatkan update terbaru mutiara salaf dan kalimat motivasi , terus ikuti kami dicanel
1 897
Mengerikan fitnah popularitas .
Penyakit ini tidak hanya menimpa para pengemban dakwah saja ,namun merambah kepada orang-orang yang mengurusi dakwah yang mulia ini , ingin jadi yang nomor satu semua kegiatan harus dibawah komandonya ...
Dan biasanya jika sudah terjangkiti penyakit ini apabila dia tersentuh sedikit saja akan dia jadikan masalah besar , lalu mencari pembelaan orang besar dan karna sudah dipercaya dengan mudah ia dapatkan dukungannya ...
Lalu dikait-kaitkan dengan manhaj untuk memukul orang yang menyelisihinya ...
Sebegitu mengerikan penyakit ini menjadi kendaraan syahwat dan ambisi .
●••••••●☆☆☆☆☆●••••••●
🗓. Sabtu 1 Jumadil Akhir 1446 H / 22 November 2025.
Joint & share
Http: t.me/pitutursae
Dapatkan update terbaru mutiara salaf dan kalimat motivasi , terus ikuti kami dicanel
1 897
Fitnah Popularitas dalam Dakwah
Popularitas adalah ujian yang sangat halus bagi para dai. Ketika seorang hamba berdakwah, setan tidak selalu menggiringnya pada maksiat yang jelas—kadang ia menjerumuskannya pada penyakit hati yang tersembunyi: cinta pujian, mencari sorotan, dan ingin terkenal.
Sesungguhnya dakwah adalah penyampaian amanah, bukan ajang mencari tepuk tangan. Jika popularitas datang, ia adalah ujian. Dan jika tidak datang, itu adalah penjaga keikhlasan.
●••••••●☆☆☆☆☆●••••••●
🗓. Sabtu 1 Jumadil Akhir 1446 H / 22 November 2025.
Joint & share
Http: t.me/pitutursae
Dapatkan update terbaru mutiara salaf dan kalimat motivasi , terus ikuti kami dicanel
1 897
Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu
Sahabat Nabi yang paling afdhol secara mutlak
Para ulama sepakat bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah sahabat yang paling utama setelah Rasulullah ﷺ. Ini adalah ijma’ Ahlus Sunnah.
Profil Singkat
Nama: Abdullah bin Abi Quhafah
Gelar: Ash-Shiddiq — karena membenarkan Nabi tanpa ragu.
Keutamaan: Sahabat terbaik, khalifah pertama, orang pertama dari kalangan lelaki yang beriman.
Sifat menonjol: Lembut hatinya, sangat dermawan, paling cepat menerima kebenaran, paling dekat dengan Rasulullah ﷺ.
Ucapan Mutiara Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu
1. Tentang kejujuran
> “Kejujuran adalah amanah, sedangkan dusta adalah pengkhianatan.”
— Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf (7/108)
2. Tentang rendah hati
> “Tidaklah seseorang sombong kecuali ia merendahkan dirinya sendiri.”
— Al-Bidayah wan Nihayah, Ibnu Katsir (5/274)
3. Tentang takut kepada Allah
> “Aku berharap menjadi sehelai rambut di badan seorang mukmin.”
— Hilyatul Awliya’ Abu Nu’aim (1/30)
Ini menunjukkan betapa rendah hati dan takutnya beliau kepada Rabb-nya.
🗓. Sabtu 1 Jumadil Akhir 1446 H / 22 November 2025.
Joint & share
Http: t.me/pitutursae
Dapatkan update terbaru mutiara salaf dan kalimat motivasi , terus ikuti kami dicanel
1 897
Berjuang dengan Mengambil Sebab adalah Perintah Syariat
Islam memerintahkan hamba untuk berusaha, mengambil sebab, dan tidak pasrah tanpa ikhtiar.
Tawakal yang benar bukan meninggalkan usaha, tetapi menggabungkan usaha maksimal dengan ketergantungan hati kepada Allah.
Allah Ta’ala berfirman:
> وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ
“Dan katakanlah: beramallah kalian, maka Allah akan melihat amal kalian.”
(QS. At-Taubah: 105)
Ayat ini menegaskan kewajiban berbuat dan berusaha untuk mencapai sebuah asa , karena akibat tidak lahir tanpa sebab
- mau kenyang makan
- mau kaya kerja
- mau pinter belajar dll
Menempuh sebab adalah bagian dari perintah syariat agama .
Nabi ﷺ juga memerintahkan ikhtiar dalam banyak hadits, di antaranya sabdanya kepada orang Arab badui yang meninggalkan untanya tanpa diikat:
> اعْقِلْهَا وَتَوَكَّلْ
“Ikatlah (untamu), lalu bertawakallah.”
(HR. Tirmidzi)
Hadits ini menjadi kaidah besar bahwa usaha adalah syarat sah tawakal.
Bahkan dalam jihad, yang merupakan puncak perjuangan, Allah memerintahkan persiapan:
> وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ
“Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka segala kekuatan yang kalian mampu.”
(QS. Al-Anfāl: 60)
Ini adalah dalil jelas bahwa berjuang harus dengan sebab, bukan hanya niat dan doa.
Para ulama berkata:
Tawakal tanpa usaha adalah kelemahan, dan usaha tanpa tawakal adalah kesombongan.
●••••••●□☆☆☆□●•••••••●
🗓. Sabtu 1 Jumadil Akhir 1446 H / 22 November 2025.
Joint & share
Http: t.me/pitutursae
Dapatkan update terbaru mutiara salaf dan kalimat motivasi , terus ikuti kami dicanel
1 897
Banyaknya Manusia Hidup dalam Kepura-puraan
Di antara fenomena besar di zaman ini ialah banyaknya manusia yang hidup dalam kepura-puraan.
Mereka menampilkan wajah lain yang bukan dirinya, menyembunyikan hakikat jati diri , dan berpura-pura demi pujian manusia atau takut terhadap celaan manusia.
Padahal agama mengajarkan kejujuran, ketulusan, dan keberanian menampakkan diri sebagaimana adanya.
Allah Ta’ala mengingatkan bahwa di antara sifat buruk manusia adalah memperlihatkan sesuatu yang berbeda dari isi hati.
Allah berfirman:
> يَقُولُونَ بِأَلْسِنَتِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ
“Mereka mengatakan dengan lisan mereka apa yang tidak ada dalam hati mereka.”
(QS. Al-Fath: 11)
Inilah hakikat kepura-puraan:
1.antara ucapan, perbuatan, dan hati tidak selaras.
2. Seseorang mungkin tampak baik di mata manusia, namun hakikat dirinya jauh dari itu.
Nabi ﷺ bersabda:
> إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الرَّجُلُ الْمُنَافِقُ الْعَلِيمُ
“Yang paling aku takutkan atas kalian adalah seorang munafik yang pandai berbicara.”
(HR. Ahmad)
Mereka menampilkan citra keilmuan dan akhlak, namun hatinya rusak.
Inilah kepura-puraan yang mematikan keikhlasan.
Kepura-puraan muncul karena dua hal:
1. mencari ridha manusia
2. dan takut celanya.
Padahal Nabi ﷺ telah mengajarkan:
> مَنِ التَمَسَ رِضَا النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَسْخَطَ عَلَيْهِ النَّاسَ
“Barang siapa mencari ridha manusia dengan murka Allah, Allah murka kepadanya dan menjadikan manusia juga murka kepadanya.”
(HR. Tirmidzi)
Hidup dengan topeng tidak akan pernah membawa ketenangan.
Ia memenjarakan diri dalam opini manusia dan lupa kepada pandangan Allah yang tidak pernah luput.
Karena itu, seorang mukmin sejati berusaha menjadi tulus, jujur, dan apa adanya,
sebagaimana sabda Nabi ﷺ:
> عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ
“Hendaklah kalian selalu jujur.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Kejujuran membebaskan, sementara kepura-puraan mengikat. Semakin seseorang mendekat kepada Allah, semakin ia jauh dari kepalsuan.
Ia tidak butuh pujian makhluk, dan tidak takut dengan celaan mereka.
•┈┈•◈◉❒✒❒◉◈•┈┈•
🗓. Sabtu 1 Jumadil Akhir 1446 H / 22 November 2025.
Joint & share
Http: t.me/pitutursae
Dapatkan update terbaru mutiara salaf dan kalimat motivasi , terus ikuti kami dicanel
1 897
Banyaknya Manusia Hidup dalam Kepura-puraan
Di antara fenomena besar di zaman ini ialah banyaknya manusia yang hidup dalam kepura-puraan.
Mereka menampilkan wajah lain yang bukan dirinya, menyembunyikan hakikat jati diri , dan berpura-pura demi pujian manusia atau takut terhadap celaan manusia.
Padahal agama mengajarkan kejujuran, ketulusan, dan keberanian menampakkan diri sebagaimana adanya.
Allah Ta’ala mengingatkan bahwa di antara sifat buruk manusia adalah memperlihatkan sesuatu yang berbeda dari isi hati.
Allah berfirman:
> يَقُولُونَ بِأَلْسِنَتِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ
“Mereka mengatakan dengan lisan mereka apa yang tidak ada dalam hati mereka.”
(QS. Al-Fath: 11)
Inilah hakikat kepura-puraan:
1.antara ucapan, perbuatan, dan hati tidak selaras.
2. Seseorang mungkin tampak baik di mata manusia, namun hakikat dirinya jauh dari itu.
Nabi ﷺ bersabda:
> إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الرَّجُلُ الْمُنَافِقُ الْعَلِيمُ
“Yang paling aku takutkan atas kalian adalah seorang munafik yang pandai berbicara.”
(HR. Ahmad)
Mereka menampilkan citra keilmuan dan akhlak, namun hatinya rusak.
Inilah kepura-puraan yang mematikan keikhlasan.
Kepura-puraan muncul karena dua hal:
1. mencari ridha manusia
2. dan takut celanya.
Padahal Nabi ﷺ telah mengajarkan:
> مَنِ التَمَسَ رِضَا النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَسْخَطَ عَلَيْهِ النَّاسَ
“Barang siapa mencari ridha manusia dengan murka Allah, Allah murka kepadanya dan menjadikan manusia juga murka kepadanya.”
(HR. Tirmidzi)
Hidup dengan topeng tidak akan pernah membawa ketenangan.
Ia memenjarakan diri dalam opini manusia dan lupa kepada pandangan Allah yang tidak pernah luput.
Karena itu, seorang mukmin sejati berusaha menjadi tulus, jujur, dan apa adanya,
sebagaimana sabda Nabi ﷺ:
> عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ
“Hendaklah kalian selalu jujur.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Kejujuran membebaskan, sementara kepura-puraan mengikat. Semakin seseorang mendekat kepada Allah, semakin ia jauh dari kepalsuan.
Ia tidak butuh pujian makhluk, dan tidak takut dengan celaan mereka.
•┈┈•◈◉❒✒❒◉◈•┈┈•
🗓. Sabtu 1 Jumadil Akhir 1446 H / 22 November 2025.
Joint & share
Http: t.me/pitutursae
Dapatkan update terbaru mutiara salaf dan kalimat motivasi , terus ikuti kami dicanel
1 897
Banyaknya Manusia Hidup dalam Kepura-puraan
Di antara fenomena besar di zaman ini ialah banyaknya manusia yang hidup dalam kepura-puraan.
Mereka menampilkan wajah lain yang bukan dirinya, menyembunyikan hakikat jati diri , dan berpura-pura demi pujian manusia atau takut terhadap celaan manusia.
Padahal agama mengajarkan kejujuran, ketulusan, dan keberanian menampakkan diri sebagaimana adanya.
Allah Ta’ala mengingatkan bahwa di antara sifat buruk manusia adalah memperlihatkan sesuatu yang berbeda dari isi hati.
Allah berfirman:
> يَقُولُونَ بِأَلْسِنَتِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ
“Mereka mengatakan dengan lisan mereka apa yang tidak ada dalam hati mereka.”
(QS. Al-Fath: 11)
Inilah hakikat kepura-puraan:
1.antara ucapan, perbuatan, dan hati tidak selaras.
2. Seseorang mungkin tampak baik di mata manusia, namun hakikat dirinya jauh dari itu.
Nabi ﷺ bersabda:
> إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الرَّجُلُ الْمُنَافِقُ الْعَلِيمُ
“Yang paling aku takutkan atas kalian adalah seorang munafik yang pandai berbicara.”
(HR. Ahmad)
Mereka menampilkan citra keilmuan dan akhlak, namun hatinya rusak.
Inilah kepura-puraan yang mematikan keikhlasan.
Kepura-puraan muncul karena dua hal:
1. mencari ridha manusia
2. dan takut celanya.
Padahal Nabi ﷺ telah mengajarkan:
> مَنِ التَمَسَ رِضَا النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَسْخَطَ عَلَيْهِ النَّاسَ
“Barang siapa mencari ridha manusia dengan murka Allah, Allah murka kepadanya dan menjadikan manusia juga murka kepadanya.”
(HR. Tirmidzi)
Hidup dengan topeng tidak akan pernah membawa ketenangan.
Ia memenjarakan diri dalam opini manusia dan lupa kepada pandangan Allah yang tidak pernah luput.
Karena itu, seorang mukmin sejati berusaha menjadi tulus, jujur, dan apa adanya,
sebagaimana sabda Nabi ﷺ:
> عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ
“Hendaklah kalian selalu jujur.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Kejujuran membebaskan, sementara kepura-puraan mengikat. Semakin seseorang mendekat kepada Allah, semakin ia jauh dari kepalsuan.
Ia tidak butuh pujian makhluk, dan tidak takut dengan celaan mereka.
•┈┈•◈◉❒✒❒◉◈•┈┈•
🗓. Sabtu 1 Ramadhan 1446 H / 1 Maret 2025.
Joint & share
Http: t.me/pitutursae
Dapatkan update terbaru mutiara salaf dan kalimat motivasi , terus ikuti kami dicanel
متاح الآن! بحث تيليغرام 2025 — أهم رؤى العام 
