ar
Feedback
Scaleup Club

Scaleup Club

الذهاب إلى القناة على Telegram

Internet Marketer, Business Coach, & Entrepreneur. You can find more about me here: http://scaleup.club

إظهار المزيد
5 840
المشتركون
لا توجد بيانات24 ساعات
لا توجد بيانات7 أيام
لا توجد بيانات30 أيام
أرشيف المشاركات
19/ Yang susah itu mencari, menemukan, menghubungkan setiap part2 itu

18/ Pas sudah jadi, istri komentar lagi (karena dia gak suka lego), "Oh gini doang.." Ya emang gitu doang sih!!

17/ Tapi liat lagi halaman-halaman depannya, "ah kayaknya sebentar aja".. Jadinya dikerjain lagi.

16/ Sehari kemudian, baru keliatan bentuk2 umumnya. Tapi ini belum selesai! Baru keliatannya aja. Ada rasa males, krn udah berjam-jam. Males. Pengen dikerjain besok aja

15/ Nah karena dia nggak liat GAMBARAN BESAR nya, makanya dia bingung. Sedangkan kita, fokus terus maju halaman demi halaman. Ada salah, evaluasi mundur. Terus step by step

14/ Lalu kita mulai buka halaman 1, ikutin aja RENCANA yang sudah dibuat. Part yang ini taruh disini. Yang itu taruh disitu. Pas lagi bikin, istri saya datang dan komentar, "mau bikin apa sih? Ribet gitu"

13/ Karena kebetulan saya suka Lego, maka saya akan ambil perumpamaan saat saya lagi susun lego. Bikin lego itu kalau partnya sudah ribuan, ngeliatnya aja lemes. Tapi semangat! Kunci awalnya, liat dulu gambar besarnya, mau bikin apa. Oh rumah, oh mobil, dsb.

12/ Orang-orang ini sedang membangun sebuah kerajaan yang mungkin saat ini cuma dia yang bisa melihatnya

11/ Kosakata mereka hanyalah fokus, kerja, improvement, kemajuan, dan perbaikan

10/ Karena mereka sibuk hidup dalam kerja membangun visi besarnya, bukan sibuk minta SS nya mastah!

9/ Makanya orang-orang ini dengan ketekunannya, menurut pengamatan saya, jarang tergiur dengan kehidupan orang lain

8/ Dalam buku Get Smart (How to think and act like the most successful and highest-paid people in every field), Brian Tracy mengatakan dalam bab pertama, ciri khas orang-orang sukses yang paling mencolok adalah adanya Long Term Perspective. Perspektif jangka panjang. Bukan untuk makan hari ini saja, tapi sampai seterusnya & selamanya

7/ Kenapa nggak kita mulai dari membangun sesuatu yang orang lain malas membangunnya. - Membangun toko online yang stok sendiri, produk sendiri, tentulah susah dan malas. - Membangun website yang authority, dipercaya, dikenal orang, apalagi! Males lah harus bertahun-tahun membangunnya!

6/ Makanya saya sering merenung, apakah kita sebagai anak IM mau terus menerus mengandalkan kuantitas? Spam, klonengan, auto-generate, dsb.

5/ Kuantitas adalah sesuatu yang scalable. Namun kualitas, tidak semudah itu. Dibutuhkan effort yang besar untuk membuat ads berkualitas, offer yang berkualitas, konten yang berkualitas. Dan sudah menjadi hukum alam, effort tidak bisa semudah itu diduplikasi

4/ Narasi besarnya adalah Quality over Quantity. Dan sudah menjadi naluri bahwa manusia mencari kualitas yang terbaik.

3/ Google pun sama. Untuk me-ranking keywords, dulu mungkin cukup dengan stuffing keywords. Asal masif dan banyak, backlink brutal, bisa ranking. Namun sekarang, dilihat satu-satu mulai kontennya, backlink-nya, dsb.

2/ facebook ads, dulu mengandalkan banyaknya advertiser, masifnya iklan, yang penting kuantitasnya. Namun sekarang, sudah mulai melihat kualitas. Semua kualitas yang diukur. Kualitas iklan, kualitas advertiser, dsb.

Sore semua.. 1/ Semua platform apapun melakukan improvement/perbaikan dengan pola yang sama : pertama kuantitas, menuju ke kualitas. Apa maksudnya?

[Out Of Topic] Oleh-oleh dari USA. Silakan disimak.. https://youtu.be/V8VF9Tt0YlE