ar
Feedback
Sofyan Chalid bin Idham Ruray

Sofyan Chalid bin Idham Ruray

الذهاب إلى القناة على Telegram
5 156
المشتركون
-124 ساعات
-147 أيام
-4930 أيام
أرشيف المشاركات
📋 PATUTKAH KAMU MENYEMBAH SELAIN ALLAH...!? Allah 'azza wa jalla berfirman, يَا أَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوا لَهُ إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّهِ لَن يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ وَإِن يَسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْئًا لاَّ يَسْتَنقِذُوهُ مِنْهُ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوبُ مَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ “Wahai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah (dalam ibadahmu) sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walau mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah. Mereka tidak mengenal (keagungan) Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” [Al-Hajj: 73-74] Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, أَخْبَرَ تَعَالَى أَنَّهُ لَوِ اجْتَمَعَتْ آلِهَتُهُمْ كُلُّهَا، مَا اسْتَطَاعُوا خَلْقَ ذُبَابَةٍ، بَلْ لَوِ أستَلبتهم الذُّبَابَةُ شَيْئًا مِنْ حَقير الْمَطَاعِمِ وَطَارَتْ، لَمَا اسْتَطَاعُوا إِنْقَاذَ ذَلِكَ مِنْهَا، فَمَنْ هَذِهِ صِفَتُهُ وَحَالُهُ، كَيْفَ يُعْبَدُ لِيَرْزُقَ وَيُسْتَنْصَرُ؟ وَلِهَذَا قَالَ تَعَالَى: {لَا يَخْلُقُونَ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ} أَيْ: بَلْ هُمْ مَخْلُوقُونَ مَصْنُوعُونَ كَمَا قَالَ الْخَلِيلُ: {قَالَ أَتَعْبُدُونَ مَا تَنْحِتُونَ وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ} “Allah ta’ala mengabarkan bahwa, andaikan seluruh sesembahan selain Allah bersatu untuk menciptakan seekor lalat niscaya mereka tidak akan mampu melakukannya, bahkan jika seekor lalat merampas sedikit makanan dari mereka lalu terbang kembali, niscaya mereka tidak akan sanggup menyelematkan makanan tersebut darinya, maka makhluk yang sangat lemah pada sifat dan keadaannya ini, bagaimana mungkin disembah agar ia memberi rezeki dan dimintai pertolongan?! Oleh karena itu Allah ta’ala berfirman, لَا يَخْلُقُونَ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ "(Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah) tidak dapat menciptakan sesuatu apa pun, sedang berhala-berhala itu (sendiri) dibuat orang.” (An-Nahl: 19) Maknanya: Bahkan mereka (sesembahan-sesembahan itu) adalah makhluk yang dibuat-buat. Sebagaimana ucapan Al-Khalil (Nabi Ibrahim ‘alaihissalaam, kepada orang-orang yang menyembah selain Allah): قَالَ أَتَعْبُدُونَ مَا تَنْحِتُونَ وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ "Beliau berkata: Apakah patut kamu menyembah patung yang kamu pahat sediri, padahal Allah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu kerjakan.” (Ash-Shofat: 95-96)." [Tafsir Ibnu Katsir, 3/529] وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم Sumber: https://www.instagram.com/p/BkylsJHBvcq/ 👉🏾 SUBSCRIBE YOUTUBE http://bit.ly/sofyanruray 👉🏾 FOLLOW INSTAGRAM http://bit.ly/igsofyanruray || http://bit.ly/igtaawundakwah 👉🏾 JOIN TELEGRAM http://t.me/sofyanruray || http://t.me/taawundakwah || https://t.me/kajian_assunnah || https://t.me/kitab_tauhid 👉🏾 LIKE FACEBOOK www.fb.com/sofyanruray.info || www.fb.com/taawundakwah 👉🏾 IKUTI TWITTER https://twitter.com/sofyanruray 👉🏾 KLIK WEBSITE www.sofyanruray.info || www.taawundakwah.com 👉🏾 INSTAL ANDROID http://bit.ly/androidsofyanruray 👉🏾 GABUNG GROUP WA 08111377787

📋 MENSYUKURI NIKMAT ADALAH NIKMAT TERBESAR Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, مَا أَنْعَمَ اللهُ عزّ وجلّ عَلَى عَبْدٍ نِعْمَةً فَحَمِدَ اللهَ عزّ وجلّ عَلَيْهَا إِلاَّ كَانَ ذَلِكَ الحمد أَفْضَلَ مِنْ تِلْكَ النِّعْمَةِ “Tidaklah Allah ‘azza wa jalla menganugerahkan kenikmatan kepada seorang hamba, kemudian ia memuji Allah ‘azza wa jalla karenanya, kecuali al-hamdu (pujian) itu menjadi lebih afdhal daripada kenikmatan tersebut.” [HR. Ath-Thabarani dari Abu Umamah radhiyallahu’anhu, Shahihul Jaami’: 5562] #BEBERAPA_PELAJARAN: 1. Kewajiban mensyukuri setiap nikmat, baik nikmat dunia maupun nikmat agama, dan orang yang bersyukur adalah yang senantiasa beribadah kepada Allah ta’ala; menjalankan perintah-Nya & menjauhi larangan-Nya. Al-‘Allamah Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, “Syukur itu terlaksana dengan (tiga perkara): (1) Hati: Tunduk dan merendah karena takut kepada Allah, (2) Lisan: Memuji Allah dan mengakui nikmat-Nya, (3) Anggota tubuh: Taat dan patuh kepada-Nya.” [Madaarijus Saalikin, 6/246] 2. Nikmat mengamalkan agama adalah nikmat terbesar, melebihi nikmat dunia apa pun, maka hal ini menunjukkan rendahnya dunia, sehingga Allah memberikannya kepada orang mukmin & orang kafir, adapun nikmat ibadah hanya Allah berikan kepada kaum mukminin. Al-Imam Al-Munawi rahimahullah berkata, “Yang dimaksud dengan nikmat duniawi seperti kesehatan dan rezeki, sedang ucapan “al-hamdu” termasuk nikmat agama, keduanya adalah nikmat dari Allah atas hamba-Nya; Allah berikan hidayah kepadanya untuk mensyukuri nikmat-Nya dengan memuji Allah atas kenikmatan tersebut, maka itu lebih afdhal dari nikmat duniawi yang Allah berikan atas hamba-Nya, karena nikmat duniawi yang tidak disertai kesyukuran adalah bencana.” [Faidhul Qodir, 5/547] 3. Seorang hamba hendaklah mengakui bahwa ia tidak dapat bersyukur secara hakiki, karena kesyukuran itu sendiri adalah sebuah kenikmatan besar yang membutuhkan kesyukuran berikutnya, dan kesyukuran berikutnya juga sebuah kenikmatan yang membutuhkan kesyukuran berikutnya, demikian seterusnya. Dan ketika kita bersyukur pun, kesyukuran kita tak akan pernah bisa menyamai kenikmatan yang Allah berikan, tapi mengapa kita masih bermaksiat & tidak bersyukur?! Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Atas setiap nikmat dari Allah untuk seorang hamba, baik nikmat agama maupun dunia wajib disyukuri, kemudian ketika ia dimampukan bersyukur maka itu adalah kenikmatan lain yang wajib disyukuri yang kedua, kemudian ketika ia dimampukan bersyukur yang kedua maka itu juga kenikmatan yang wajib disyukuri berikutnya, demikian seterusnya, seorang hamba tidak akan mampu mensyukuri semua kenikmatan, oleh karena itu hakikat syukur adalah pengakuan atas ketidakmampuan hamba dalam bersyukur.” [Lathooiful Ma’aarif: 244] 4. Nikmat dunia seperti kesehatan, kekayaan, kedudukan, dll hanyalah musibah apabila tidak disyukuri dan tidak dimanfaatkan untuk beribadah kepada Allah ta’ala. Abu Hazim Salamah bin Dinar rahimahullah berkata, “Setiap nikmat yang tidak mendekatkan kepada Allah, maka itu adalah petaka.” [Fiqhul ‘Ad’iyati wal Adzkaar lisy-Syaikh Abdir Rozzaq Al-Badr hafizhahullah, hal. 257] 5. Kewajiban mencintai Allah ta’ala, karena Dia selalu mencurahkan nikmat-Nya kepada kita, bahkan dalam musibah sekali pun terdapat berbagai macam nikmat yang besar, seperti pahala kesabaran, pengampunan dosa dan penggantian yang lebih baik daripada milik kita yang hilang. Inilah sebabnya kita selalu mengucapkan alhamdulillaah, karena dalam ucapan tersebut terkandung cinta dan pemuliaan kepada Allah ta’ala. Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Al-Hamdu adalah pensifatan terhadap yang dipuji (Allah) dengan sifat kesempurnaan, pujian yang disertai cinta & pengagungan. Kesempurnaan-Nya mencakup zat, sifat & perbuatan. Maka Dia sempurna pada zat-Nya, sifat-sifat-Nya & perbuatan-perbuatan-Nya.” [Tafsir Ibnil ‘Utsaimin, 2/5] Sumber: https://www.instagram.com/p/BkwNYDIhdXz/ https://web.facebook.com/taawundakwah/posts/2166392430260223 http://sofyanruray.info/mensyukuri-nikmat-adalah-nikmat-terbesar/

📋 HANYA AMALAN YANG MENEMANI DI ALAM KUBUR Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, يَتْبَعُ المَيِّتَ ثَلاَثَةٌ فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ “Yang mengikuti mayit ke kuburnya ada tiga, lalu dua kembali dan yang tinggal bersamanya hanya satu; yang mengikutinya adalah keluarganya, hartanya dan amalnya, lalu kembali keluarga dan hartanya, dan yang tinggal hanya amalnya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu] #BEBERAPA_PELAJARAN: 1. Hadits yang mulia ini mengajarkan kepada kita pentingnya amal shalih dalam kehidupan dunia ini sebagai bekal untuk kehidupan di negeri akhirat yang kekal. Allah ta’ala berfirman, وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الألْبَابِ “Dan berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa, dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang berakal.” [Al-Baqoroh: 197] 2. Sungguh sangat disayangkan sekali, apabila kita baru tersadar untuk beramal shalih tatkala kematian telah datang menjemput kita, saat penyesalan tiada lagi berarti. Allah ta’ala berfirman, حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ “(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: 'Wahai Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat beramal shalih yang telah aku tinggalkan'. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding (alam barzakh) sampai hari mereka dibangkitkan.” [Al-Mukminun: 99-100] 3. Lebih mengerikan lagi, ketika penghuni neraka meraung-raung untuk meminta dikembalikan ke dunia demi beramal shalih. Allah ta’ala berfirman, وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ “Dan mereka menjerit di dalam neraka: 'Wahai Rabb kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal shalih, berlainan dengan yang telah kami kerjakan'. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.” [Faathir: 37] 4. Peringatan untuk tidak terlena dengan keluarga dan harta, kemudian lupa beramal shalih untuk kehidupan yang hakiki dan kebahagiaan yang sejati di negeri akhirat. Allah ta’ala berfirman, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلا أَوْلادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” [Al-Munafiqun: 9] 5. Amalan yang akan menemani seseorang di alam kubur adalah seperti yang disebutkan dalam hadits Al-Barro bin ‘Azib radhiyallahu’anhu, yaitu apabila amalnya baik maka yang akan menemaninya dalam bentuk seseorang yang bagus wajahnya, pakaiannya dan aromanya, apabila amalannya jelek maka sebaliknya. Dan kuburan orang yang beramal shalih akan diluaskan sejauh matanya memandang, dibukakan pintu surga sehingga berhembus aroma yang harum. Sebaliknya, orang yang beramal jelek kuburannya disempitkan, dibukakan pintu neraka sehingga berhembus panasnya, maka kuburan dapat menjadi taman surga atau jurang neraka, tergantung amal seseorang ketika di dunia. Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah. Sumber: https://www.instagram.com/p/BkucqsHh8Ya/ http://sofyanruray.info/hanya-amalan-yang-menemani-di-alam-kubur/ 👉🏾 JOIN TELEGRAM http://t.me/sofyanruray || http://t.me/taawundakwah || https://t.me/kajian_assunnah || https://t.me/kitab_tauhid

⛵ BERAMAL TANPA ILMU BAGAIKAN BERLAYAR TANPA ARAH بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ . Saudaraku rahimakumullaah, sebagaimana perahu yang berlayar tanpa arah akan tersesat jalannya, demikian pula beramal tanpa ilmu, yaitu tanpa mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam disebut amalan sesat. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ . “Ammaa ba’du, sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitab Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam, dan seburuk-buruk urusan adalah perkara baru dalam agama, dan setiap bid’ah itu sesat.” [HR. Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhuma] Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam juga bersabda, وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ . “Dan hati-hatilah kalian dari perkara-perkara baru di dalam agama karena setiap perkara yang baru dalam agama itu bid'ah, dan setiap bidah itu sesat." [HR. Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Irbad bin Sariyah radhiyallahu'anhu] Sahabat yang Mulia Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma berkata, كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةُ وَإِنْ رَآهَا النَّاس حَسَنَة . “Setiap bid’ah itu sesat, meski manusia menganggapnya hasanah (baik).” [Dzammul Kalaam: 276] Sumber: https://www.instagram.com/p/BktK1E-hHnI/ . 👉🏾 SUBSCRIBE YOUTUBE http://bit.ly/sofyanruray . 👉🏾 FOLLOW INSTAGRAM http://bit.ly/igsofyanruray || http://bit.ly/igtaawundakwah . 👉🏾 JOIN TELEGRAM http://t.me/sofyanruray || http://t.me/taawundakwah || https://t.me/kajian_assunnah || https://t.me/kitab_tauhid . 👉🏾 LIKE FACEBOOK www.fb.com/sofyanruray.info || www.fb.com/taawundakwah . 👉🏾 IKUTI TWITTER https://twitter.com/sofyanruray . 👉🏾 KLIK WEBSITE www.sofyanruray.info || www.taawundakwah.com . 👉🏾 INSTAL ANDROID http://bit.ly/androidsofyanruray . 👉🏾 GABUNG GROUP WA 08111377787 #ustadzsofyanchalidruray #ustadzsofyanruray #sunnah #tauhid #kajiansunnah #hijrah #islam #yukhijrah #dakwah #ahlussunnah #kajiansalaf #amalan #bidah #sesat

📀 Tafsir Juz Amma: Surat At Takwir Ayat 1-9 💺 Al Ustadz Hilal Abu Naufal ⏰ Kamis Ba'da Maghrib, 15 Syawwal 1439/ 28 Juni 2018 🕌 Masjid Al Khaeriyyah, Palopo ⬇️ Sumber: cli.re/tafsir067

📀 Tafsir Juz Amma: Surat 'Abasa Ayat 33-42 💺 Al Ustadz Hilal Abu Naufal ⏰ Kamis Ba'da Maghrib, 18 Sya'ban 1439/ 3 Mei 2018 🕌 Masjid Al Khaeriyyah, Palopo ⬇️ Sumber: cli.re/tafsir065

087 JANGAN SEPERTI QORUN.mp312.19 MB

⛔ LARANGAN BERBICARA & BERBUAT SIA-SIA SAAT MENDENGAR KHUTBAH JUM'AT, DAN CARA MEMBANGUNKAN ORANG YANG TIDUR Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَنْصِتْ وَالإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ “Apabila engkau berkata kepada temanmu pada hari jum’at: Diamlah! Padahal imam sedang berkhutbah maka sungguh engkau telah berbuat sia-sia." [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu] #BEBERAPA_PELAJARAN: 1. Hadits yang mulia ini menunjukkan wajibnya diam dan mendengar khutbah Jum'at serta haramnya berbicara. Al-Hafiz Ibnu Abdil Barr rahimahullah berkata, لا خلاف بين فقهاء الأمصار في وجوب الإنصات للخطبة على من سمعها "Tidak ada perbedaan pendapat di antara ahli-ahli fiqh dari berbagai negeri bahwa wajib atas orang yang mendengar khutbah (Jum'at) untuk diam." [Al-Istidzkar, 5/43] Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata, وسماه النبي صلى الله عليه وسلم لاغياً مع أنه آمر بالمعروف، فدل ذلك على وجوب الإنصات وتحريم الكلام حال الخطبة "Dan Nabi shallallahu'alaihi wa sallam menamakannya sebagai orang yang berbuat sia-sia padahal ia memerintahkan yang ma'ruf, maka itu menunjukkan wajibnya diam dan haramnya berbicara saat khutbah Jum'at." [Majmu' Al-Fatawa, 30/252-253] 2. Ringkasan Beberapa Permasalahan: ➡ Mengucapkan salam dan menjawab salam serta mendoakan orang yang bersin ketika imam sedang khutbah juga terlarang. ➡ Bahkan melarang kemungkaran dengan lisan juga terlarang. ➡ Pengecualiaan bagi orang yang diajak berbicara oleh khatib karena suatu keperluan maka boleh berbicara sebatas keperluan. ➡ Boleh berbicara sebelum dan sesudah khatib berkhutbah atau ketika khatib diam di antara dua khutbah. ➡ Apabila ada orang yang mengucapkan salam hendaklah dijawab saat khatib selesai berkhutbah atau di antara dua khutbah. ➡ Boleh memberi isyarat kepada orang yang mengucapkan salam dan berjabat tangan tanpa berbicara. ➡ Ketika mendengar khatib menyebut nama Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam maka boleh bershalawat secara pelan, tidak dikeraskan. ➡ Juga boleh mengaminkan doa khatib secara pelan, tidak dikeraskan. ➡ Boleh berbicara dalam kondisi darurat seperti para petugas di Masjidil Haram yang menegur orang-orang yang duduk atau sholat di arus keluar masuk jama'ah. ➡ Dianjurkan sholat tahiyyatul masjid walau khatib sedang khutbah. ➡ Boleh merekam khutbah. [Lihat Fatawa Lajnah, 8/240-250] 3. Hadits yang mulia ini juga menunjukkan bahwa semua perbuatan sia-sia terlarang, seperti memainkan jari-jari, kerikil, jenggot, HP, pena dan lain-lain. Apalagi berbicara, bahkan menegur orang lain yang berbicara pun dihukumi sebagai perbuatan sia-sia, padahal asalnya disyari'atkan karena termasuk amar ma'ruf dan nahi munkar. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, وَمَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَى "Dan barangsiapa yang menyentuh (memainkan) kerikil maka ia telah berbuat sia-sia." [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu] 4. Lalu bagaimana cara menegur yang dibolehkan? Bagaimana pula dengan saudara kita yang tertidur saat khutbah Jum'at, apakah kita bangunkan atau biarkan saja? Jawabannya: Harus ditegur dengan memberi isyarat tanpa berbicara dan dibangunkan dengan cara menyentuhnya, tidak dengan ucapan. Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata, يستحب إيقاظهم بالفعل لا بالكلام؛ لأن الكلام في وقت الخطبة لا يجوز "Dianjurkan untuk membangunkan mereka dengan perbuatan bukan dengan ucapan, sebab berbicara ketika khutbah tidak boleh." [Majmu' Al-Fatawa, 30/252-253] 5. Mengkhususkan pembacaan hadits ini ketika imam sedang naik mimbar atau setelahnya, baik dibaca oleh imam maupun mu'adzin, termasuk bid'ah (lihat Fatawa Lajnah, 8/241). Sumber: https://www.instagram.com/p/BkliIzwBaa9/ http://sofyanruray.info/larangan-berbicara-dan-berbuat-sia-sia-saat-mendengar-khutbah-jumat-dan-cara-membangunkan-orang-yang-tidur/ YOUTUBE http://bit.ly/sofyanruray INSTAGRAM http://bit.ly/igsofyanruray || http://bit.ly/igtaawundakwah TELEGRAM http://t.me/sofyanruray || http://t.me/taawundakwah || https://t.me/kajian_assunnah || https://t.me/kitab_tauhid

📋 JANGAN MENILAI ORANG HANYA DARI PENAMPILAN بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, رُبَّ أَشْعَثَ مَدْفُوعٍ بِالأَبْوَابِ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لأَبَرَّهُ "Berapa banyak orang yang berpenampilan lusuh, compang-camping dan berdebu, terusir dari pintu-pintu, sendainya ia bersumpah atas Allah niscaya Allah akan mengabulkannya.” [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu] Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata, وَهَذَا لِعِظَمِ مَنْزِلَته عِنْد اللَّه تَعَالَى، وَإِنْ كَانَ حَقِيرًا عِنْد النَّاس “Allah ta'ala mengabulkan sumpahnya karena kedudukannya yang agung di sisi Allah ta’ala, meski ia diremehkan di hadapan manusia.” [Syarhu Muslim, 16/175] Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata, فما هو الميزان الميزان تقوى الله كما قال الله تعالى إن أكرمكم عند الله أتقاكم فمن كان أتقى لله فهو أكرم عند الله ييسر الله له الأمر يجيب دعاءه ويكشف ضره ويبر قسمه “Namun apa yang menjadi ukuran sehingga ia mencapai derajat tersebut di sisi Allah ta’ala? Ukurannya adalah ketakwaan kepada Allah, sebagaimana firman Allah ta’ala, إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ 'Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian adalah yang paling bertakwa.' (Al-Hujurat: 13) Maka barangsiapa lebih bertakwa kepada Allah, dialah yang paling mulia di sisi Allah, yang Allah akan mudahkan urusannya, menjawab doanya, menghilangkan bahaya yang menimpanya dan mengabulkan sumpahnya.” [Syarhu Riyaadhis Shaalihin, 1/301] Adapun makna "Bersumpah atas Allah" ada dua: 1. Bersumpah dengan menyebut nama Allah. Contohnya, "Demi Allah adikku akan selamat di perjalanan". 2. Berdoa kepada Allah 'azza wa jalla. Maka Allah mengabulkan sumpahnya atau doanya sebagai pemuliaan terhadapnya (Lihat Syarhu Muslim lin Nawawi rahimahullah, 16/175-176). Dan "Bersumpah atas Allah" juga ada dua bentuk: 1. Sumpah yang didorong oleh keyakinan dan keimanan yang kuat kepada Allah, dan bukan hendak mengharuskan Allah, maka ini boleh berdasarkan hadits yang mulia ini. 2. Sumpah yang didorong oleh sifat ujub, merasa dirinya mulia di sisi Allah dan patut bagi Allah mengabulkan sumpahnya, maka ini haram dan bisa jadi menghapus amalan pelakunya (Lihat Majmu' Fatawa wa Rosail Ibnil Utsaimin rahimahullah, 3/78-79). وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم Sumber: https://www.facebook.com/taawundakwah/posts/2161413554091444 https://www.instagram.com/p/BkjICUohFgu/ 👉🏾 SUBSCRIBE YOUTUBE http://bit.ly/sofyanruray 👉🏾 FOLLOW INSTAGRAM http://bit.ly/igsofyanruray || http://bit.ly/igtaawundakwah 👉🏾 JOIN TELEGRAM http://t.me/sofyanruray || http://t.me/taawundakwah || https://t.me/kajian_assunnah || https://t.me/kitab_tauhid 👉🏾 LIKE FACEBOOK www.fb.com/sofyanruray.info || www.fb.com/taawundakwah 👉🏾 IKUTI TWITTER https://twitter.com/sofyanruray 👉🏾 KLIK WEBSITE www.sofyanruray.info || www.taawundakwah.com 👉🏾 INSTAL ANDROID http://bit.ly/androidsofyanruray 👉🏾 GABUNG GROUP WA 08111377787

🚧 UJIAN KEMISKINAN LEBIH RINGAN DARIPADA KEKAYAAN Betapa banyak orang yang bisa bersabar ketika diuji dengan kemiskinan, tapi sedikit yang bersyukur ketika diuji dengan kekayaan. Betapa banyak orang yang rajin ibadah ketika miskin, tapi ketika menjadi kaya ia terbuai dengan dunia dan malas ibadah. Karena ujian kekayaan memang lebih berat, sehingga orang miskin lebih banyak masuk surga. Maka bersabarlah wahai saudaraku yang diuji dengan kemiskinan dan kekurangan harta. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, اطَّلَعْتُ فِى الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ وَاطَّلَعْتُ فِى النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاء . "Aku menoleh ke surga maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang fakir (miskin) dan aku menoleh ke neraka maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita." [Al-Bukhari dari Imron bin Hushain radhiyallahu'anhu dan Muslim dari Ibnu Abbas radhiyallahu'anhuma] Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, كَانَ أَكْثَرَ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ الْمَسَاكِينُ لِأَنَّ فِتْنَةَ الْفَقْرِ أَهْوَنُ وَكِلَاهُمَا يَحْتَاجُ إلَى الصَّبْرِ وَالشُّكْرِ . "Kebanyakan yang masuk surga adalah orang-orang miskin, karena ujian kefakiran lebih ringan (sehingga lebih mudah untuk bersabar). Namun kedua ujian (baik kefakiran maupun kekayaan) sama-sama membutuhkan kesabaran dan kesyukuran." [Al-Fatawa, 14/305] Dan sungguh bodoh, jika kita miskin tapi malas ibadah, sudah susah di dunia, tambah susah di akhirat. Sumber: https://www.instagram.com/p/BkheHlRBFLo/ https://www.facebook.com/taawundakwah/posts/2160764694156330 . 👉🏾 SUBSCRIBE YOUTUBE http://bit.ly/sofyanruray . 👉🏾 FOLLOW INSTAGRAM http://bit.ly/igsofyanruray || http://bit.ly/igtaawundakwah . 👉🏾 JOIN TELEGRAM http://t.me/sofyanruray || http://t.me/taawundakwah || https://t.me/kajian_assunnah || https://t.me/kitab_tauhid . 👉🏾 LIKE FACEBOOK www.fb.com/sofyanruray.info || www.fb.com/taawundakwah . 👉🏾 IKUTI TWITTER https://twitter.com/sofyanruray . 👉🏾 KLIK WEBSITE www.sofyanruray.info || www.taawundakwah.com . 👉🏾 INSTAL ANDROID http://bit.ly/androidsofyanruray . 👉🏾 GABUNG GROUP WA 08111377787 #ustadzsofyanchalidruray #ustadzsofyanruray #sunnah #tauhid #kajiansunnah #hijrah #takwa #islam #yukhijrah #dakwah #salaf #salafi #salafy #ahlussunnah #ahlussunnahwaljamaah #kajiansalaf #belajarislam #istiqomah #dosa #syirik #kufurnikmat

■ PERINGATAN KERAS UNTUK PEMIMPIN YANG CURANG DAN ZALIM Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلاَّ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ “Tidaklah mati pada hari matinya seorang hamba yang Allah berikan kekuasaan kepadanya untuk mengurus rakyat sedang ia dalam keadaan berbuat curang kepada rakyatnya, kecuali Allah haramkan surga atasnya.” [HR. Muslim dari Ma’qil bin Yasar radhiyallahu’anhu] Kecurangan dalam hadits ini –sebagaimana yang dijelaskan para ulama- mencakup kecurangan dalam mengurus masalah-masalah dunia kaum muslimin, maupun kelemahan dalam mendidik dan menjaga agama mereka, seperti  tidak mengajarkan aqidah yang benar dan ibadah yang sesuai petunjuk Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, tidak pula melindungi mereka dari ajaran-ajaran yang menyimpang dan sesat. ■ JABATAN ADALAH CELAAN, PENYESALAN DAN AZAB DI HARI KIAMAT Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, إِنْ شِئْتُمْ أَنْبَأْتُكُمْ عَنِ الإِمَارَةِ وَمَا هِيَ؟ أَوَّلُهَا مَلامَةٌ، وَثَانِيهَا نَدَامَةٌ، وثَالِثُهَا عَذَابٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلا مَنْ عَدَلَ وَكَيْفَ يَعْدِلُ مَعَ أَقْرِبِيهِ؟ “Kalau kalian mau niscaya akan kukabarkan tentang kekuasaan, apakah itu? Kekuasaan itu awalnya adalah celaan, keduanya adalah penyesalan dan ketiganya adalah azab di hari kiamat, kecuali orang yang adil, dan betapa sulitnya ia berlaku adil tatkala berkaitan dengan orang terdekatnya.” [HR. Al-Bazzar dan Ath-Thabrani dari ‘Auf bin Malik radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 1562] ■ PEMIMPIN HARUS KUAT DAN AMANAH Sahabat yang mulia Abu Dzar radhiyallahu’anhu berkata, قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلاَ تَسْتَعْمِلُنِى قَالَ فَضَرَبَ بِيَدِهِ عَلَى مَنْكِبِى ثُمَّ قَالَ يَا أَبَا ذَرٍّ إِنَّكَ ضَعِيفٌ وَإِنَّهَا أَمَانَةٌ وَإِنَّهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِزْىٌ وَنَدَامَةٌ إِلاَّ مَنْ أَخَذَهَا بِحَقِّهَا وَأَدَّى الَّذِى عَلَيْهِ فِيهَا “Aku pernah berkata: Wahai Rasulullah, tidakkah engkau mengangkatku menjadi pejabat? Beliau menepuk bahuku dengan tangannya kemudian bersabda: Wahai Abu Dzar, sesungguhnya engkau lemah, dan jabatan adalah amanah, dan sungguh ia adalah kehinaan dan penyesalan di hari kiamat, kecuali orang yang mendapatkannya dengan cara yang benar dan menunaikan kewajibannya di dalamnya.” [HR. Muslim] ■ PEMIMPIN HARUS MENDALAMI ILMU AGAMA Sahabat yang Mulia Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu berkata, تَفَقَّهُوا قَبْلَ أَنْ تُسَوَّدُوا “Perdalamlah ilmu agama sebelum kalian diangkat menjadi pemimpin.” [Shahih Al-Bukhari] Semoga Allah memberikan pertolongan kepada para pemimpin kaum muslimin di seluruh negeri, untuk dapat mengurus kaum muslimin sesuai dengan syari’at Allah ta’ala agar meraih kebaikan di dunia dan akhirat, bukan celaan, kehinaan dan azab di hari kiamat. Sumber: https://web.facebook.com/sofyanruray.info/posts/1021852797964202 https://www.instagram.com/p/BkgQhaohyhT/ 👉🏾 SUBSCRIBE YOUTUBE http://bit.ly/sofyanruray 👉🏾 FOLLOW INSTAGRAM http://bit.ly/igsofyanruray || http://bit.ly/igtaawundakwah 👉🏾 JOIN TELEGRAM http://t.me/sofyanruray || http://t.me/taawundakwah || https://t.me/kajian_assunnah || https://t.me/kitab_tauhid 👉🏾 LIKE FACEBOOK www.fb.com/sofyanruray.info || www.fb.com/taawundakwah 👉🏾 IKUTI TWITTER https://twitter.com/sofyanruray 👉🏾 KLIK WEBSITE www.sofyanruray.info || www.taawundakwah.com 👉🏾 INSTAL ANDROID http://bit.ly/androidsofyanruray 👉🏾 GABUNG GROUP WA 08111377787

📋 BAHAYA AMBISI TERHADAP JABATAN DAN KEKUASAAN Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, إِنَّكُمْ سَتَحْرِصُونَ عَلَى الإِمَارَةِ وَسَتَكُونُ نَدَامَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَنِعْمَ الْمُرْضِعَةُ وَبِئْسَتِ الْفَاطِمَةُ “Sesungguhnya kalian akan berambisi mengejar kekuasaan, padahal ia akan menjadi penyesalan di hari kiamat, ia hanya kesenangan di dunia dan penderitaan di akhirat.” [HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu] Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah menyebutkan hadits yang mulia ini dalam bab, مَا يُكْرَهُ مِنَ الْحِرْصِ عَلَى الإِمَارَةِ “Dibencinya Ambisi terhadap Kekuasaan.” [Shahih Al-Bukhari] Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata, هذا أصل عظيم في اجتناب الولاية ولا سيما لمن كان فيه ضعف وهو في حق من دخل فيها بغير أهلية ولم يعدل فإنه يندم على ما فرط منه إذا جوزي بالخزي يوم القيامة واما من كان أهلا وعدل فيها فأجره عظيم كما تظاهرت به الأخبار ولكن في الدخول فيها خطر عظيم ولذلك امتنع الأكابر منها والله أعلم “Ini adalah pondasi yang agung dalam menjauhi kepemimpinan, terutama orang yang memiliki kelemahan, yaitu orang yang berkecimpung di dalamnya tanpa memiliki keahlian dan tidak berlaku adil, sesungguhnya ia akan menyesal atas apa yang telah ia sia-siakan tatkala ia telah dibalas dengan kehinaan di hari kiamat. Adapun orang yang ahli dan adil dalam kepemimpinan maka pahalanya besar sebagaimana dijelaskan dalam banyak dalil. Akan tetapi, turut serta di dalam kekuasaan sangat berbahaya, oleh karena itu ulama-ulama besar berpaling darinya, wallaahu a’lam.” [Fathul Bari, 13/126, Subulus Salaam, 4/117] Al-Amir Ash-Shon’ani rahimahullah berkata, فامتنع الشافعي لما استدعاه المأمون لقضاء الشرق والغرب وامتنع منه أبو حنيفة لما استدعاه المنصور فحبسه وضربه والذين امتنعوا من الأكابر جماعة كثيرون “Imam Syafi’i menolak menjadi pejabat untuk pengadilan wilayah Timur dan Barat ketika Khalifah Al-Makmun memintanya, dan Imam Abu Hanifah juga menolak ketika diminta oleh Khalifah Al-Manshur, sehingga Al-Manshur memenjarakan dan memukul beliau. Dan masih banyak ulama-ulama besar yang menolak jabatan.” [Subulus Salaam, 4/117] Al-Hafizh Ibnu Hajar mengutip dari para ulama, نعم المرضعة لما فيها من حصول الجاه والمال ونفاذ الكلمة وتحصيل اللذات الحسية والوهمية حال حصولها وبئست الفاطمة عند الانفصال عنها بموت أو غيره وما يترتب عليها من التبعات في الآخرة “Kekuasaan itu adalah kesenangan di dunia karena di dalamnya diraih kedudukan, harta, terlaksananya keputusan dan menghasilkan segala kesenangan yang kasat mata maupun kesenangan batin. Namun ia adalah penderitaan di akhirat ketika telah berpisah darinya karena kematian dan pertanggungjawaban semua yang terkait dengannya di akhirat.” [Fathul Bari, 13/127] Baca Selengkapnya: https://www.instagram.com/p/BkgQhaohyhT/ https://web.facebook.com/sofyanruray.info/posts/1021852797964202 👉🏾 SUBSCRIBE YOUTUBE http://bit.ly/sofyanruray 👉🏾 FOLLOW INSTAGRAM http://bit.ly/igsofyanruray || http://bit.ly/igtaawundakwah 👉🏾 JOIN TELEGRAM http://t.me/sofyanruray || http://t.me/taawundakwah || https://t.me/kajian_assunnah || https://t.me/kitab_tauhid 👉🏾 LIKE FACEBOOK www.fb.com/sofyanruray.info || www.fb.com/taawundakwah 👉🏾 IKUTI TWITTER https://twitter.com/sofyanruray 👉🏾 KLIK WEBSITE www.sofyanruray.info || www.taawundakwah.com 👉🏾 INSTAL ANDROID http://bit.ly/androidsofyanruray 👉🏾 GABUNG GROUP WA 08111377787

📋 BELAJARLAH DARI KESALAHAN, JANGAN TERJATUH DI LUBANG YANG SAMA DUA KALI بسم الله الرحمن الرحيم Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, لاَ يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ “Tidaklah seorang mukmin tersengat bisa dari satu lubang (binatang berbisa) sebanyak dua kali.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu] #BEBERAPA_PELAJARAN: 1. Pentingnya mengambil pelajaran dari pengalaman agar lebih dewasa dan bijaksana. Sahabat yang Mulia Mu’awiyah radhiyallahu’anhu berkata, لاَ حَكِيمَ إِلاَّ ذُو تَجْرِبَةٍ “Tidak ada orang yang bijaksana kecuali telah memiliki pengalaman.” [Diriwayatkan Al-Bukhari] 2. Hadits ini adalah pengabaran namun maknanya perintah, yaitu perintah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam kepada setiap mukmin untuk berhati-hati dalam kehidupan ini, janganlah lalai dan hendaklah mengambil pelajaran dari kejadian yang telah berlalu, sedang perintah hukum asalnya adalah wajib. Asy-Syaikh Abdul Hadi Al-'Umairi hafizhahullah berkata, "Kemarin menjadi pelajaran, hari ini pengalaman, besok memperbaiki langkah. Inilah keadaan dunia. Kita hidup dan belajar." 3. Peringatan ini mencakup perkara dunia dan agama, tetapi yang lebih penting untuk diperhatikan tentunya perkara agama, maka seorang mukmin janganlah melakukan pelanggaran terhadap agama, namun apabila ia terjerumus dalam dosa hendaklah ia segera bertaubat dan setelah itu lebih berhati-hati, jangan sampai terjerumus lagi. 4. Makna lain hadits ini adalah, barangsiapa terjerumus dalam dosa di dunia, lalu ia diberi hukuman di dunia, maka ia tidak akan dihukum lagi di akhirat, dan hukuman di dunia jauh lebih ringan dibanding di akhirat. Ini pendapat Abu Daud Ath-Thayalisi rahimahullah, dan kebanyakan ulama berpendapat yang pertama, yaitu peringatan dari sifat lalai. 5. Keutamaan orang yang beriman, yang mampu mengambil manfaat dan pelajaran dari setiap nasihat dan pengalaman. [Disarikan dari Fathul Baari, 10/529-530] وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم Sumber: https://www.instagram.com/p/BkdsNNwhuqR/ http://sofyanruray.info/belajarlah-dari-kesalahan-jangan-terjatuh-di-lubang-yang-sama-dua-kali/ 👉🏾 SUBSCRIBE YOUTUBE http://bit.ly/sofyanruray 👉🏾 FOLLOW INSTAGRAM http://bit.ly/igsofyanruray || http://bit.ly/igtaawundakwah 👉🏾 JOIN TELEGRAM http://t.me/sofyanruray || http://t.me/taawundakwah || https://t.me/kajian_assunnah || https://t.me/kitab_tauhid 👉🏾 LIKE FACEBOOK www.fb.com/sofyanruray.info || www.fb.com/taawundakwah 👉🏾 IKUTI TWITTER https://twitter.com/sofyanruray 👉🏾 KLIK WEBSITE www.sofyanruray.info || www.taawundakwah.com 👉🏾 INSTAL ANDROID http://bit.ly/androidsofyanruray 👉🏾 GABUNG GROUP WA 08111377787

🔥 JAUHILAH TUJUH DOSA YANG MEMBINASAKAN Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ، قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا هُنَّ ؟ قَالَ: الشِّرْكُ بِاللَّهِ، وَالسِّحْرُ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ، وَأَكْلُ الرِّبَا، وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ، وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلَاتِ . “Jauhilah tujuh dosa yang membinasakan. Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah apakah tujuh perkara yang membinasakan itu? Beliau bersabda: 1. Menyekutukan Allah, 2. Sihir, 3. Membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan hak, 4. Memakan riba, 5. Memakan harta anak yatim, 6. Lari dari medan jihad ketika dua pasukan telah saling berhadapan, 7. Menuduh berzina kepada wanita baik-baik lagi beriman serta tidak tahu menahu (dengan zina tersebut).” . [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu] Sumber: https://www.instagram.com/p/BkbL0Hih797/ . ⬆ AUDIO KHUTBAH JUM'AT & KAJIAN ILMIAH "JAUHILAH TUJUH DOSA YANG MEMBINASAKAN" Khutbah Jum'at: http://bit.ly/1KvxICr Kajian Ilmiah: Sesi 1 » http://bit.ly/1WzRdQE Sesi 2 » http://bit.ly/1PiFrok Sesi 3 » http://bit.ly/1YDXCv7 Semoga bermanfaat, mohon ta'awun menyebarkan dakwah tauhid dan sunnah. Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum. . 👉🏾 SUBSCRIBE YOUTUBE http://bit.ly/sofyanruray . 👉🏾 FOLLOW INSTAGRAM @sofyanruray || @taawundakwah . 👉🏾 JOIN TELEGRAM http://t.me/sofyanruray || http://t.me/taawundakwah || https://t.me/kajian_assunnah || https://t.me/kitab_tauhid . 👉🏾 LIKE FACEBOOK www.fb.com/sofyanruray.info || www.fb.com/taawundakwah . 👉🏾 IKUTI TWITTER https://twitter.com/sofyanruray . 👉🏾 KLIK WEBSITE www.sofyanruray.info || www.taawundakwah.com . 👉🏾 INSTAL ANDROID http://bit.ly/androidsofyanruray . 👉🏾 GABUNG GROUP WA 08111377787 #ustadzsofyanchalidruray #ustadzsofyanruray #sunnah #tauhid #kajiansunnah #hijrah #takwa #islam #yukhijrah #dakwah #salaf #salafi #salafy #ahlussunnah #ahlussunnahwaljamaah #kajiansalaf #belajarislam #istiqomah #dosa #syirik #kufur

📋 JANGAN SEGAN KEPADA SIAPAPUN UNTUK MENGUCAPKAN YANG BENAR Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, أَلَا لَا يَمْنَعَنَّ رَجُلًا هَيْبَةُ النَّاسِ أَنْ يَقُولَ بِحَقٍّ إِذَا عَلِمَهُ "Perhatikanlah, janganlah rasa segan kepada manusia menghalangi seseorang untuk mengucapkan yang benar ketika ia telah mengetahuinya." [HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu'anhu, Ash-Shahihah: 168] Asy-Syaikh Al-'Allamah Al-Muhaddits Al-Albani rahimahullah berkata, وفي الحديث: النهي المؤكد عن كتمان الحق خوفاً من الناس، أو طمعاً في المعاش، فكل من كتمه مخافة إيذائهم إياه بنوع من أنواع الإيذاء؛ كالضرب والشتم وقطع الرزق، أو مخافة عدم احترامهم إياه، ونحو ذلك؛ فهو داخل في النهي و مخالف للنبي ﷺ ، وإذا كان هذا حال من يكتم الحق و هو يعلمه؛ فكيف يكون حال من لا يكتفى بذلك، بل يشهد بالباطل على المسلمين الأبرياء، ويتهمهم في دينهم و عقيدتهم؛ مسايرة منه للرعاع، أو مخافة أن يتهموه هو أيضاً بالباطل إذا لم يسايرهم على ضلالهم واتهامهم؟! فاللهم ثبتنا على الحق، وإذا أردت بعبادك فتنة؛ فاقبضنا إليك غير مفتونين "Dalam hadits yang mulia ini terdapat pelajaran bahwa sangat terlarang menyembunyikan kebenaran karena takut kepada manusia, atau karena cinta dunia sehingga takut kehilangannya. Maka setiap orang yang menyembunyikan kebenaran karena takut manusia menyakitinya dengan segala bentuk seperti memukul, mencaci dan memutus penghasilan atau takut mereka tidak menghormatinya dan yang semisalnya, maka ia masuk dalam larangan dalam hadits ini dan ia menyelisihi Nabi shallallaahu'alaihi wa sallam. Dan apabila ini adalah hukum bagi orang yang menyembunyikan kebenaran yang telah ia ketahui, maka bagaimana lagi dengan orang yang tidak mau mengikuti kebenaran?! Dan bagaimana lagi dengan orang yang menyalahkan kaum muslimin yang tidak bersalah, atau menuduh mereka sesat dalam agama dan aqidah, hanya demi mengikuti orang banyak, atau takut mereka menuduhnya juga sebagai pengikut kebatilan apabila ia tidak mengikuti kesesatan para penuduh dan tuduhan dusta mereka?! Maka, ya Allah kuatkan hati kami di atas kebenaran, dan apabila Engkau hendak menimpakan 'fitnah' kepada hamba-hamba-Mu maka ambillah kami menuju kepada-Mu tanpa terkena 'fitnah' itu." [As-Silsilah Ash-Shahihah, 1/325] Sumber: https://www.instagram.com/p/BkYnAgrhi5j/ https://web.facebook.com/sofyanruray.info/posts/894708207345329 👉🏾 SUBSCRIBE YOUTUBE http://bit.ly/sofyanruray 👉🏾 FOLLOW INSTAGRAM http://bit.ly/igsofyanruray || http://bit.ly/igtaawundakwah 👉🏾 JOIN TELEGRAM http://t.me/sofyanruray || http://t.me/taawundakwah || https://t.me/kajian_assunnah || https://t.me/kitab_tauhid 👉🏾 LIKE FACEBOOK www.fb.com/sofyanruray.info || www.fb.com/taawundakwah 👉🏾 IKUTI TWITTER https://twitter.com/sofyanruray 👉🏾 KLIK WEBSITE www.sofyanruray.info || www.taawundakwah.com 👉🏾 INSTAL ANDROID http://bit.ly/androidsofyanruray 👉🏾 GABUNG GROUP WA 08111377787

📋 TIDAK HALAL BAGIMU MENYAKITINYA...! Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, لاَ تَحَاسَدُوا وَلاَ تَنَاجَشُوا وَلاَ تَبَاغَضُوا وَلاَ تَجَسَّسُوا وَلاَ تَدَابَرُوا وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ التَّقْوَى هَا هُنَا وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ “Janganlah kalian saling dengki, janganlah saling melakukan najasy (menawar suatu barang dengan harga yang tinggi padahal tidak niat membelinya tetapi hanya untuk memancing orang lain agar menawar dengan harga yang lebih tinggi). Janganlah saling membenci, janganlah saling mencari-cari kejelekan, janganlah saling membelakangi, janganlah sebagian kalian membeli barang yang telah dibeli orang lain, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, maka janganlah menzaliminya, janganlah menghinanya, (dalam riwayat At-Tirmidzi: janganlah mengkhianatinya dan janganlah berdusta kepadanya) dan janganlah merendahkannya. Ketakwaan itu di sini, seraya beliau menunjuk ke dadanya tiga kali. Cukuplah seorang muslim dikatakan jelek apabila dia merendahkan saudaranya sesama muslim. Setiap muslim diharamkan mengganggu darah, harta, dan kehormatan muslim lainnya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu] Al-Imam Al-Fudhail bin 'Iyadh rahimahullah berkata, والله ما يحلُّ لك أن تؤذي كلبا ولا خنزيرا بغير حق فكيف تؤذي مسلماً "Demi Allah, tidak halal bagimu menyakiti anjing dan babi tanpa alasan yang benar, tapi mengapa engkau menyakiti seorang muslim?!" [Siyar A'laamin Nubala', 8/427] https://www.instagram.com/p/BkXYHbOh0yB/ 👉🏾 SUBSCRIBE YOUTUBE http://bit.ly/sofyanruray 👉🏾 FOLLOW INSTAGRAM http://bit.ly/igsofyanruray || http://bit.ly/igtaawundakwah 👉🏾 JOIN TELEGRAM http://t.me/sofyanruray || http://t.me/taawundakwah || https://t.me/kajian_assunnah || https://t.me/kitab_tauhid 👉🏾 LIKE FACEBOOK www.fb.com/sofyanruray.info || www.fb.com/taawundakwah 👉🏾 IKUTI TWITTER https://twitter.com/sofyanruray 👉🏾 KLIK WEBSITE www.sofyanruray.info || www.taawundakwah.com 👉🏾 INSTAL ANDROID http://bit.ly/androidsofyanruray 👉🏾 GABUNG GROUP WA 08111377787

⚠ KUAT TAPI LEMAH... Berapa banyak orang yang kuat menempuh perjalanan jauh, tapi tak sanggup mengayunkan dua kaki ke masjid... Berapa banyak orang yang kuat mengangkat beban berat, tapi tak kuat mengangkat dua tangan seraya mengucapkan Allaahu Akbar... ⚠ ANEH TAPI NYATA... Mereka jarang datang ke masjid untuk sholat, tiba-tiba datang langsung di shaf depan untuk disholatkan... Saat penyesalan tak lagi bermanfaat, mari ingatkan saudara kita untuk sholat sebelum terlambat... Kaum muslimin rahimakumullaah... Kewajiban sholat lima waktu adalah perkara yang disepakati oleh seluruh kaum muslimin, namun sangat disayangkan realitanya masih banyak kaum muslimin yang melalaikan kewajiban ini, bahkan meninggalkannya sama sekali. Nabi shallallahu’alaihi wa sallam mengingatkan, إن بين الرجل وبين الشرك، والكفر، ترك الصلاة “Sesungguhnya (batas) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan sholat.” [HR. Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu‘anhuma] Nabi shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda, العهد الذي بيننا وبينهم الصلاة، فمن تركها فقد كفر “Perjanjian antara kami dengan mereka adalah sholat, barangsiapa yang meninggalkannya maka dia telah kafir.” [HR. At-Tirmidzi dari Buraidah radhiyallaahu'anhu, Al-Misykah: 574] Tabi’in yang Mulia Abdullah bin Syaqiq rahimahullah berkata, كان أصحاب محمد صلى الله عليه و سلم لا يرون شيئا من الأعمال تركه كفر غير الصلاة “Dahulu para Sahabat Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam tidak melihat suatu amalan yang apabila ditinggalkan merupakan kekafiran, kecuali sholat.” [HR. At-Tirmidzi, Shohihut Targhib: 565] Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, لا يختلف المسلمون أن ترك الصلاة المفروضة عمدا من أعظم الذنوب وأكبر الكبائر وأن إثمه عند الله أعظم من إثم قتل النفس وأخذ الأموال ومن إثم الزنا والسرقة وشرب الخمر وأنه متعرض لعقوبة الله وسخطه وخزيه في الدنيا والآخرة “Ulama kaum muslimin tidak berbeda pendapat bahwa meninggalkan sholat wajib dengan sengaja termasuk dosa besar. Dosanya di sisi Allah lebih besar dari dosa membunuh jiwa, dosa mengambil harta orang (tanpa alasan yang benar), juga lebih besar dari dosa zina, pencurian dan minum khamar. Meninggalkan sholat juga mengundang hukuman dan kemarahan Allah serta kehinaan di dunia dan akhirat.” [Kitabus Sholah: 29] Sumber: https://www.instagram.com/p/BkWN_R5BCC4/ 👉🏾 SUBSCRIBE YOUTUBE http://bit.ly/sofyanruray 👉🏾 FOLLOW INSTAGRAM http://bit.ly/igsofyanruray || http://bit.ly/igtaawundakwah 👉🏾 JOIN TELEGRAM http://t.me/sofyanruray || http://t.me/taawundakwah || https://t.me/kajian_assunnah || https://t.me/kitab_tauhid 👉🏾 LIKE FACEBOOK www.fb.com/sofyanruray.info || www.fb.com/taawundakwah 👉🏾 IKUTI TWITTER https://twitter.com/sofyanruray 👉🏾 KLIK WEBSITE www.sofyanruray.info || www.taawundakwah.com 👉🏾 INSTAL ANDROID http://bit.ly/androidsofyanruray 👉🏾 GABUNG GROUP WA 08111377787

📀 Urgensi & Keutamaan Menuntut Ilmu Syar'i 💺 Al Ustadz Hilal Abu Naufal ⏰ Kamis Ba'da Maghrib, 8 Syawwal 1439/ 21 Juni 2018 🕌 Masjid Al Khaeriyyah, Palopo ⬇️ Sumber: cli.re/tafsir066

📋 SYARAT DITERIMANYA IBADAH بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Setiap hamba akan berjumpa dengan Rabb-nya dan berdiri di hadapan-Nya untuk dihisab, maka ketika itu ada hamba yang dirahmati dan ada yang dimurkai. Allah ta'ala telah menerangkan dua syarat mendapatkan rahmat ketika berjumpa dengan-Nya dan inilah dua syarat diterimanya ibadah, فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا “Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabbnya.” [Al-Kahfi: 110] Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menerangkan makna ayat yang mulia ini, فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ أَيْ: ثَوَابَهُ وَجَزَاءَهُ الصَّالِحَ، {فَلْيَعْمَلْ عَمَلا صَالِحًا}، مَا كَانَ مُوَافِقًا لِشَرْعِ اللَّهِ {وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا} وَهُوَ الَّذِي يُرَادُ بِهِ وَجْهُ اللَّهِ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَهَذَانَ رُكْنَا الْعَمَلِ الْمُتَقَبَّلِ. لَا بُدَّ أَنْ يَكُونَ خَالِصًا لِلَّهِ، صوابُا عَلَى شَرِيعَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “Barangsiapa yang mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, yaitu pahala dan balasannya yang baik. Maka hendaklah ia beramal shalih, yaitu amalan yang sesuai syari’at Allah ta'ala. Dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabbnya, yaitu hendaklah (ikhlas) hanya mengharap wajah Allah saja tiada sekutu bagi-Nya. Dua perkara ini adalah dua rukun amalan yang diterima, yaitu harus ikhlas karena Allah ta’ala dan sesuai syari’at Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam.” [Tafsir Ibnu Katsir, 5/205] Maka syarat diterimanya ibadah yang telah ditetapkan Allah 'azza wa jalla ada dua syarat: 1. Ikhlas, yaitu beribadah karena mengharapkan balasan dari Allah semata-mata, lawannya adalah riya, yaitu mempertontonkan badah karena ingin dipuji orang. 2. Ittiba', yaitu mengikuti sunnah (petunjuk) Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam, lawannya adalah bid'ah, yaitu mengada-ada dalam agama tanpa dalil. Ulama sepakat (ijma’) bahwa ibadah tidak akan benar tanpa memenuhi dua syarat ini (lihat Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyah karya Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah, hal. 115). Sumber: https://www.instagram.com/p/BkTVc-ahRtj/ http://sofyanruray.info/syarat-diterimanya-ibadah/ 👉🏾 SUBSCRIBE YOUTUBE http://bit.ly/sofyanruray 👉🏾 FOLLOW INSTAGRAM http://bit.ly/igsofyanruray || http://bit.ly/igtaawundakwah 👉🏾 JOIN TELEGRAM http://t.me/sofyanruray || http://t.me/taawundakwah || https://t.me/kajian_assunnah || https://t.me/kitab_tauhid 👉🏾 LIKE FACEBOOK www.fb.com/sofyanruray.info || www.fb.com/taawundakwah 👉🏾 IKUTI TWITTER https://twitter.com/sofyanruray 👉🏾 KLIK WEBSITE www.sofyanruray.info || www.taawundakwah.com 👉🏾 INSTAL ANDROID http://bit.ly/androidsofyanruray 👉🏾 GABUNG GROUP WA 08111377787

📋 KEMULIAAN ULAMA & PENUNTUT ILMU AGAMA Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ، وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ، وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ، وَمَنْ فِي الْأَرْضِ، وَالْحِيتَانُ فِي جَوْفِ الْمَاءِ، وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ، كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ، وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ، وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا، وَلَا دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ "Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu agama, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Dan sungguh malaikat menghamparkan sayapnya karena ridho kepada penuntut ilmu. Dan sungguh seorang ulama itu dimohonkan ampun baginya penduduk langit dan bumi, sampai ikan di kedalaman laut. Dan sungguh keutamaan orang yang berilmu di atas ahli ibadah bagaikan keutamaan bulan di malam purnama di atas seluruh bintang-bintang. Dan sungguh para ulama adalah pewaris para nabi, dan sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka siapa yang mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang melimpah.” [HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu’anhu, Shahihul Jaami’: 6297] Sumber: https://www.instagram.com/p/BkSKtBchIs-/ https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/1016065055209643 👉🏾 SUBSCRIBE YOUTUBE http://bit.ly/sofyanruray 👉🏾 FOLLOW INSTAGRAM http://bit.ly/igsofyanruray || http://bit.ly/igtaawundakwah 👉🏾 JOIN TELEGRAM http://t.me/sofyanruray || http://t.me/taawundakwah || https://t.me/kajian_assunnah || https://t.me/kitab_tauhid 👉🏾 LIKE FACEBOOK www.fb.com/sofyanruray.info || www.fb.com/taawundakwah 👉🏾 IKUTI TWITTER https://twitter.com/sofyanruray 👉🏾 KLIK WEBSITE www.sofyanruray.info || www.taawundakwah.com 👉🏾 INSTAL ANDROID http://bit.ly/androidsofyanruray 👉🏾 GABUNG GROUP WA 08111377787