ar
Feedback
Sofyan Chalid bin Idham Ruray

Sofyan Chalid bin Idham Ruray

الذهاب إلى القناة على Telegram
5 158
المشتركون
-724 ساعات
-127 أيام
-5030 أيام
أرشيف المشاركات

📜 HUKUM MEMBERI UANG (HADIAH LEBARAN) KEPADA ANAK-ANAK TATKALA HARI RAYA ✍Al-Lajnah Ad-Da'imah Lillbuhuts Al-Ilmiah wal Ifta' (Komite Tetap Untuk Pembahasan Ilmiah & Fatwa) ﺍﻟﺴﺆﺍﻝ : ﻋﻨﺪﻧﺎ ﺃﻃﻔﺎﻝ ﺻﻐﺎﺭ، ﻭﺗﻌﻮﺩﻧﺎ ﻓﻲ ﺑﻼﺩﻧﺎ ﺃﻥ ﻧﻌﻄﻴﻬﻢ ﺣﺴﺐ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻌﻴﺪ ﺳﻮﺍﺀ ﺍﻟﻔﻄﺮ ﺃﻭ ﺍﻷﺿﺤﻰ ﻣﺎ ﻳﺴﻤﻰ ﺏ ( ﺍﻟﻌﻴﺪﻳﺔ ) ﻭﻫﻲ ﻧﻘﻮﺩ ﺑﺴﻴﻄﺔ، ﻣﻦ ﺃﺟﻞ ﺇﺩﺧﺎﻝ ﺍﻟﻔﺮﺡ ﻓﻲ ﻗﻠﻮﺑﻬﻢ، ﻓﻬﻞ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻌﻴﺪﻳﺔ ﺑﺪﻋﺔ ﺃﻡ ﻟﻴﺲ ﻓﻴﻬﺎ ﺷﻲﺀ؟ ﺃﻓﻴﺪﻭﻧﺎ ﺃﻓﺎﺩﻛﻢ ﺍﻟﻠﻪ . ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ : ﻻ ﺣﺮﺝ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ، ﺑﻞ ﻫﻮ ﻣﻦ ﻣﺤﺎﺳﻦ ﺍﻟﻌﺎﺩﺍﺕ، ﻭﺇﺩﺧﺎﻝ ﺍﻟﺴﺮﻭﺭ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺴﻠﻢ، ﻛﺒﻴﺮﺍ ﻛﺎﻥ ﺃﻭ ﺻﻐﻴﺮﺍ، ﻭﺃﻣﺮ ﺭﻏﺐ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﺸﺮﻉ ﺍﻟﻤﻄﻬﺮ . ﻭﺑﺎﻟﻠﻪ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ، ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻧﺒﻴﻨﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ . ❓Pertanyaan : "Kami memiliki anak-anak yang masih kecil, dan kebiasaan di negeri kami, baik idul fitri maupun idul adha memberi mereka semacam hadiah lebaran yang berisi uang yang tidak seberapa, tujuannya untuk memasukkan perasaan gembira kedalam hati-hati mereka. Apakah hadiah lebaran ini termasuk bid'ah, ataukah hal tersebut tidak mengapa ?". ✅Jawaban : "Hal tersebut tidak mengapa, bahkan itu termasuk kebiasaan yang baik, dan memasukkan perasaan gembira terhadap seorang muslim, baik orang dewasa ataupun anak-anak termasuk perkara yang ditekankan dalam syariat (islam) yang suci ini." ________________ 📚 Al-Lajnah Ad-Da'imah Lilbuhuts Al-'ilmiah wal Ifta', No. Fatwa : 20195 Ketua : Asy-Syeikh Abdul Aziz bin Baz Wakil : Asy-Syeikh Abdul Aziz Alu Syeikh Anggota : As-Syeikh Sholih Al-Fauzan Anggota : Asy-Syeikh Bakr Abu Zaid ══════ ❁✿❁ ══════ 📝 Alih Bahasa :
Hilal Abu Naufal
Mari bergabung & menyebarkan Dakwah Tauhid dan Sunnah bersama kami : 🔃 Join : 📮 t.me/hilalpalopo 📮 t.me/assunnah_palopo 🌐 Web: palopomengaji.com 🌎 fb.me/palopomengaji 📳 twitter.com/palopomengaji 📻 TuneIn: tun.in/piJ1R 🎬 YouTube: cli.re/kajianyoutube 🖼️ instagram.com/hilal_abunaufal 🖼️ instagram.com/palopomengaji

📋 13 KEMUNGKARAN DI HARI RAYA بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata, ليس العيد لمن لبس الجديد، إنما العيد لمن طاعاته تزيد، ليس العيد لمن تجمل باللباس والركوب، إنما العيد لمن غفرت له الذنوب، في ليلة العيد تفرق خلق العتق والمغفرة على العبيد؛ فمن ناله منها شيء فله عيد، وإلا فهو مطرود بعيد "Bukanlah hari raya itu bagi yang mengenakan pakaian baru, hanyalah hari raya itu bagi yang ketaatannya bertambah, Bukanlah hari raya itu bagi yang berhias dengan pakaian dan kendaraan, hanyalah hari raya itu bagi yang telah diampuni dosa-dosanya, Di malam hari raya dibagi-bagi pembebasan dari api neraka dan pengampun untuk hamba-hamba, barangsiapa yang menggapainya maka baginyalah hari raya, jika tidak maka ia orang yang tertolak lagi dijauhkan dari rahmat Allah." [Lathooiful Ma’aarif: 277] Berikut kami sajikan rekaman kajian 13 Kemungkaran di Hari Raya dari pembahasan Kitab Ash-Shiyamu fil Islam karya Asy-Syaikh Dr. Said Al-Qohthani hafizhahullah: 1. Syirik 2. Isbal 3. Sombong 4. Nyanyian dan Musik 5. Memotong Jenggot 6. Berjabat Tangan dengan Lawan Jenis 7. Menyerupai Orang-orang Kafir 8. Menyerupai Lawan Jenis 9. Campur Baur Laki-laki dan Wanita 10. Wanita yang Tabarruj 11. Pemborosan Harta dan Berlebihan-lebihan 12. Tidak Perhatian kepada Fakir Miskin 13. Tidak Menyambung Hubungan Keluarga Simak Selengkapnya: #Video_Pendek On YouTube: https://youtu.be/_URmUwHJTgo #Video1Menit Instagram: (1-5) https://www.instagram.com/p/ByKV0Y4B7I0/ (6-9) https://www.instagram.com/p/ByPpx2MBj7h/ (10-13) https://www.instagram.com/p/ByRh17qh-y7/ GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH DAN BIMBINGAN ISLAM Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu] Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

📋 AIR MATA PERPISAHAN بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Saudaraku rahimakumullaah, layaknya kekasih yang akan berpisah, perih hati tersiksa, berikanlah yang terbaik tuk melepas kepergiannya, bersama doa dan harapan, semoga meraih ampunan dan rahmat Allah yang Maha Penyayang. Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata, كيف لا تجرى للمؤمن على فراقه دموع وهو لا يدري هل بقي له في عمره إليه رجوع “Bagaimana mungkin air mata seorang mukmin tidak menetes tatkala berpisah dengan Ramadhan, Sedang ia tidak tahu apakah masih ada sisa umurnya tuk berjumpa lagi.” قلوب المتقين إلى هذا الشهر تحِن ومن ألم فراقه تئِن "Hati orang-orang yang bertakwa mencintai bulan ini, dan bersedih karena pedihnya perpisahan dengannya." ياشهر رمضان ترفق، دموع المحبين تُدْفَق، قلوبهم من ألم الفراق تشقَّق، عسى وقفة للوداع تطفئ من نار الشوق ما أحرق، عسى ساعة توبة وإقلاع ترفو من الصيام كل ما تخرَّق، عسى منقطع عن ركب المقبولين يلحق، عسى أسير الأوزار يُطلق، عسى من استوجب النار يُعتق، عسى رحمة المولى لها العاصي يوفق "Duhai bulan Ramadhan janganlah cepat pergi, berderai air mata para pecintamu, terbelah hati mereka karena perihnya perpisahan denganmu, Semoga sedikit waktu saat perpisahan ini mampu memadamkan api kerinduan yang membakar, Semoga masa bertaubat dan berhenti berbuat dosa mampu memperbaiki puasa yang tidak sempurna, Semoga yang tertinggal dari kafilah golongan yang diterima amalannya dapat menyusul, Semoga tawanan dosa-dosa menjadi terlepaskan, Semoga orang yang seharusnya masuk neraka menjadi terbebaskan, Dan semoga dengan rahmat Allah sang pendosa mendapat hidayah." [Lathaaiful Ma’aarif, hal. 217, 304, 388] APA SETELAH RAMADHAN? Saudaraku rahimakumullaah, jangan pernah engkau lupakan bahwa Rabb kita selama Ramadhan, juga Rabb kita setelah Ramadhan dan selamanya. Maka teruslah beribadah kepada-Nya sampai kita berpisah dengan hidup ini. Allah 'azza wa jalla berfirman, وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ “Dan beribadahlah kepada Rabbmu sampai datang kepadamu kematian.” [Al-Hijr: 99] Para ulama mengingatkan, فبئس القوم الذين لا يعرفون الله إلا في رمضان “Sungguh jelek suatu kaum yang tidak mengenal Allah kecuali di bulan Ramadhan.” [Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 10/140] Sumber: https://www.instagram.com/p/ByOrJXBBSyi/ GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH DAN BIMBINGAN ISLAM Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu] Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

📋 DETIK-DETIK PERPISAHAN DENGAN BULAN RAMADHAN بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Saudaraku rahimakumullaah, Ramadhan sudah di ambang perpisahan, tetapi rahmat Allah sangat luas, walau banyak kekurangan ibadah kita di awal dan tengah Ramadhan, masih ada kesempatan tuk penutupan yang lebih baik. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِخَوَاتِيمِهَا "Dan hanyalah amalan itu tergantung pada penutupnya." [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa'ad As-Sa'idi radhiyallahu'anhu] Syaikhul Islam Ahmad bin Abdul Halim rahimahullah berkata, وَالِاعْتِبَارُ بِكَمَالِ النِّهَايَةِ لَا بِنَقْصِ الْبِدَايَةِ "Yang menjadi ukuran adalah sempurnanya penutupan, bukan kurangnya permulaan." [Al-Fatawa, 15/55] Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata, عباد الله إن شهر رمضان قد عزم على الرحيل ولم يبق منه إلا القليل فمن منكم أحسن فيه فعليه التمام ومن فرط فليختمه بالحسنى “Wahai hamba-hamba Allah, sungguh bulan Ramadhan telah bertekad untuk pergi, dan tidak tersisa waktunya kecuali sedikit, Maka siapa yang telah berbuat baik di dalamnya hendaklah ia sempurnakan, dan siapa yang telah menyia-nyiakannya hendaklah ia menutupnya dengan yang lebih baik.” [Lathaaiful Ma’aarif, hal. 216] Yuk manfaatkan waktu tersisa untuk bersedekah: 1. PROPOSAL SINGKAT MA'HAD IMAM SYAFI’I - PROGRAM PENDIDIKAN DA'I SUNNAH - GRATIS ✅ Menuntut ilmu agama adalah ibadah yang sangat agung, terlebih lagi apabila ilmu itu diamalkan dan didakwahkan, maka pahalanya akan terus mengalir insya Allah, walau kita telah pergi meninggalkan dunia ini. ✅ Alhamdulillah, sungguh sangat besar semangat para pemuda dari berbagai penjuru tanah air untuk menuntut ilmu dalam *Program Pendidikan Da'i Sunnah - Ma'had Imam Syafi’i - Markaz Ta'awun Dakwah dan Bimbingan Islam*. ✅ Saat ini Ma'had Imam Syafi'i membina 3 kelas dengan sekitar 70 santri yang berasal dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua, semuanya mendapatkan beasiswa pendidikan selama 2 tahun, dan akan dibuka pendaftaran setiap semester insya Allah. ✅ Kami juga sedang membangun tambahan ruangan kelas dan asrama santri, yang alhamdulillah sudah masuk tahap pondasi bangunan, seperti tampak dalam gambar. ✅ Maka kami membuka kesempatan bagi kaum muslimin untuk ikut andil dalam usaha membantu para Penuntut ilmu dan menyebarkan dakwah tauhid dan sunnah ini, semoga menjadi investasi terbaik insya Allah di kehidupan yang kekal abadi. Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/1268554969960649 PROFIL SINGKAT MA'HAD IMAM SYAFI’I https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/696781593804659:0 2. INFO DONASI RAMADHAN, PENYALURAN ZAKAT, INFAK & SEDEKAH Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللهِ فَقَدْ غَزَا ، وَمَنْ خَلَفَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا “Barangsiapa yang membantu perlengkapan orang yang berjihad di jalan Allah maka sungguh ia telah ikut berjihad, dan barangsiapa yang membantu keluarga seorang yang berjihad di jalan Allah dengan suatu kebaikan maka sungguh ia telah ikut berjihad.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu’anhu] Dukung Kegiatan Menuntut Ilmu dan Kajian Islam Bersama Muallaf, Fuqoro dan Santri di: 1. Daerah Rawan Pemurtadan Kampung Laut Cilacap 2. Ma'had Utsman bin Affan Rawa Jaya Cilacap 3. Ma'had Imam Syafi'i Jakarta 4. Ma'had Tahfizhul Qur'an Al-Ilmu Makassar 5. Kegiatan-kegiatan dakwah dan sosial lainnya. ✅ Penyaluran Zakat, Infaq, Sedekah: ➡ Rekening Khusus Zakat, Sedekah, Sosial dan Kemanusiaan: BNI Syariah: 0496-0055-48 ➡ Rekening Khusus Dakwah dan Pendidikan: BNI Syariah: 0496-0056-05 ✅ Semuanya a/n: Yayasan Markaz Taawun Dakwah dan Bimbingan Islam ✅ Konfirmasi Transfer (SMS/WA/Telegram): wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 Mohon ta'awun menyebarkan info dakwah ini. Jazaakumullaahu khayron wa baarokallaahu fiykum.

📋 MEMETIK PELAJARAN DARI MUDIK LEBARAN بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 1. Saudaraku rahimakumurrahmaan, mari memetik pelajaran dari mudik lebaran, tuk menghadapi perjalanan panjang setelah kematian. 2. Kuatnya kecintaan kepada keluarga dan kampung halaman, inilah diantara yang mendorong para pemudik rela menempuh jarak yang panjang. 3. Macet parah, panas dan hujan bukan sebuah halangan, demi satu harapan pertemuan yang indah dengan keluarga dan handai taulan. 4. Kadang bahaya di perjalanan pun sudah tidak dipikirkan, yang terbayang hanyalah indahnya perjumpaan yang akan selalu terkenang. 5. Semua kesulitan dan kepayahan seakan terlupakan, tak jarang dianggap sebagai kenikmatan, sehingga berharap terulang di masa datang. 6. Hidup ini pun demikian, hakikatnya adalah perjalanan menuju kepada Allah ta'ala dan negeri akhirat, berharap surga yang penuh kenikmatan. 7. Apabila kuat kecintaan kepada Allah ta'ala dan besar kerinduan berjumpa dengan-Nya, maka amalan berat terasa ringan, walau hadapi kesukaran dan kesulitan. 8. Apabila iman di dada kuat menghunjam, ridho Allah 'azza wa jalla yang lebih diutamakan, tak peduli celaan orang, tak lemah hadapi aral merintang. 9. Apabila hati merasakan manisnya iman, terasa nikmat dalam ketaatan, membenci kekafiran dan kesyirikan, tak suka bid'ah dan kemaksiatan. 10. Dari rumah sudah siap perbekalan, kadang harus mampir jika butuh tambahan, jangan lupa berbagi untuk yang kekurangan. 11. Demikian pula perjalanan ke kampung akhirat butuh perbekalan, dan sebaik-baik bekal adalah ketakwaan serta kuatnya persaudaraan iman. 12. Ramadhan bulan terbaik untuk berbekal kini sudah di ambang perpisahan, akan pergi bersama umur kita yang terus berkurang. 13. Sedang amalan kita tak mungkin diandalkan, kecuali rahmat dan ampunan dari Rabb semesta alam. 14. Sisa waktu kehidupan jangan sia-siakan, kalau tidak ingin menanggung penyesalan yang tak berkesudahan. 15. Perjalanan di negeri akhirat sangat panjang, di dunia kumpulkan perbekalan, ambil hikmah dan pelajaran dari kehidupan sang Nabi teladan shallallaahu'alaihi wa sallam, agar meraih rahmat Allah yang Maha Penyayang. Sumber: https://www.instagram.com/p/ByMm6AYhwq_/ GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH DAN BIMBINGAN ISLAM Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu] Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

📋 HUKUM-HUKUM SEPUTAR ‘KENIKMATAN’ YANG MEMBATALKAN PUASA & MEWAJIBKAN KAFFAROH بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Jima’, berhubungan badan atau berhubungan suami istri, yaitu memasukkan kemaluan ke dalam kemaluan secara sengaja walau tidak keluar mani, bagi orang yang sedang berpuasa adalah termasuk pembatal puasanya dan dosa yang sangat besar, berdasarkan Al-Qur’an (Al-Baqorah: 183), As-Sunnah dan ijma’. Sahabat yang Mulia Abu Hurairah radhiyallahu’anhu berkata, “Ketika kami sedang duduk bersama Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seorang laki-laki seraya berkata: Wahai Rasulullah aku telah binasa. Beliau bersabda: Ada apa denganmu? Dia berkata: Aku menggauli istriku padahal aku sedang berpuasa Ramadhan. Maka Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Apakah engkau bisa mendapatkan seorang budak untuk dibebaskan? Dia berkata: Tidak. Beliau bersabda: Apakah engkau mampu berpuasa dua bulan berturut-turut? Dia berkata: Tidak. Beliau bersabda: Apakah engkau bisa mendapatkan makanan untuk 60 orang miskin? Dia berkata: Tidak. Maka Nabi shallallahu’alaihi wa sallam diam beberapa saat, dalam keadaan demikian Nabi shallallahu’alaihi wa sallam diberikan satu bejana kurma –satu miktal; yang dapat menampung 15 sho’– lalu beliau bersabda: Mana orang yang bertanya? Dia berkata: Aku. Beliau bersabda: Ambillah kurma ini dan sedekahkan. Dia berkata: Apakah diberikan kepada orang yang lebih fakir dariku wahai Rasulullah? Demi Allah, tidak ada satu keluarga di daerah antara dua batu hitam tersebut yang lebih fakir dari keluargaku. Maka Nabi shallallahu’alaihi wa sallam tertawa hingga nampak gigi beliau, kemudian beliau bersabda: Beri makanlah kurma itu kepada keluargamu.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim] Al-Imam Ibnul Mundzir rahimahullah berkata, “Ulama tidak berbeda pendapat bahwa Allah ‘azza wa jalla mengharamkan atas orang yang berpuasa di siang hari Ramadhan melakukan kekejian, yaitu berjima’, makan dan minum.” [Al-Ijma’, hal. 59] Keterangan di atas menunjukkan bahwa membatalkan puasa dengan berhubungan badan adalah dosa besar, maka wajib bertaubat dan membayar kaffaroh, urutan kaffarohnya ada tiga: 1. Membebaskan seorang budak yang beriman. 2. Kalau tidak mampu membebaskan seorang budak yang beriman maka berpuasa dua bulan berturut-turut setelah Ramadhan, selain di hari-hari yang terlarang berpuasa. 3. Kalau tidak mampu berpuasa dua bulan berturut-turut maka memberi makan 60 orang miskin, tidak boleh kurang dari 60, setiap orang mendapatkan 1,5 kg beras (makanan pokok). BEBERAPA PERMASALAHAN: 1. WASPADAI DOSA BESAR INI 2. APA YANG HARUS DILAKUKAN ORANG YANG BERJIMA’ DENGAN SENGAJA KETIKA BERPUASA DI SIANG HARI RAMADHAN? 3. URUTAN KAFFAROH 4. SYARAT WAJIB KAFFAROH 5. APAKAH WAJIB ATASNYA QODHO’? 6. APAKAH JUGA WAJIB KAFFAROH BAGI ISTRINYA? 7. APABILA SESEORANG BERHUBUNGAN SUAMI ISTRI BERULANG KALI, BERAPA KALI KAFFAROHNYA? 8. APABILA UDZUR BERBUKA TELAH HILANG 9. APABILA UDZURNYA MUNCUL SETELAH PUASANYA BATAL DENGAN BERJIMA’, APAKAH WAJIB KAFFAROH? 10. APABILA PUASANYA BATAL KARENA MAKAN DAN MINUM LALU BERJIMA’, APAKAH WAJIB KAFFAROH? 11. WAJIBKAH KAFFAROH BAGI YANG BERJIMA’ SAAT BERPUASA DI LUAR BULAN RAMADHAN? 12. PENDAPAT 'GHARIB' 13. HUKUM ORANG YANG TIDAK MAMPU MEMBAYAR KAFFAROH 14. BOLEHKAH SEKEDAR BERCUMBU SAAT BERPUASA? 15. HUKUM MENGELUARKAN AIR MANI DENGAN SELAIN JIMA’ SEPERTI ONANI DAN YANG LAINNYA Baca Selengkapnya: https://web.facebook.com/taawundakwah/posts/2138046263094840 http://sofyanruray.info/hukum-hukum-seputar-kenikmatan-yang-membatalkan-puasa-dan-mewajibkan-kaffaroh/ GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH DAN BIMBINGAN ISLAM Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu]

Dosa-dosa di Hari Raya.mp314.22 MB

📋 MANFAATKAN WAKTU YANG TERSISA, TINGKATKAN SEDEKAH DI BULAN RAMADHAN بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Ramadhan sudah di ambang perpisahan, manfaatkan untuk memperbanyak sedekah. Sahabat yang Mulia Ibnu Abbas radhiyallahu'anhuma berkata, كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -اجود الناس وَكَانَ اجود مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ "Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam orang yang paling baik serta dermawan, dan beliau menjadi paling baik dan paling dermawan di bulan Ramadhan..." [HR. Al-Bukhari dan Muslim] Berikut kami infokan kesempatan bersedekah untuk kegiatan menuntut ilmu (santri), kajian umum, penyaluran zakat dan sedekah: 1. PROPOSAL SINGKAT MA'HAD IMAM SYAFI’I - PROGRAM PENDIDIKAN DA'I SUNNAH - GRATIS Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata, فإذا أعنت طالب علم في شراء الكتب له أو تأمين السكن أو النفقة أو ما أشبه ذلك فإن لك أجرا أي مثل أجره من غير أن ينقص من أجره شيئا "Apabila engkau menolong seorang Penuntut ilmu dalam membeli buku-buku baginya, atau menyediakan asramanya, atau memberi infak kepadanya, atau yang semisal dengannya, maka engkau akan mendapatkan pahala seperti Penuntut ilmu tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.” [Syarhu Riyadhis Shalihin, 2/375] ✅ Dengan pertolongan dari Allah 'azza wa jalla, Ma'had Imam Syafi’i Jakarta masih terus melangsungkan kegiatan belajar mengajar dalam Program Pendidikan Da'i Sunnah - Kelas I'dad Lughawi dan Tadribud Du'at yang direncanakan setiap kelas selama 2 tahun. Dan saat ini terdapat 3 kelas dengan santri yang berasal dari Jawa, Sulawesi, Maluku, Sumatera dan Papua. ✅ Kami juga berencana untuk membuka pendaftaran setiap semester insya Allah dan biaya pendidikan tetap gratis. Untuk itu kami membuka kesempatan kepada kaum muslimin ikut berinvestasi akhirat dalam memenuhi kebutuhan para penuntut ilmu. PROFIL SINGKAT MA'HAD IMAM SYAFI’I https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/696781593804659:0 2. INFO DONASI RAMADHAN, PENYALURAN ZAKAT, INFAK & SEDEKAH Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللهِ فَقَدْ غَزَا ، وَمَنْ خَلَفَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا “Barangsiapa yang membantu perlengkapan orang yang berjihad di jalan Allah maka sungguh ia telah ikut berjihad, dan barangsiapa yang membantu keluarga seorang yang berjihad di jalan Allah dengan suatu kebaikan maka sungguh ia telah ikut berjihad.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu’anhu] Dukung Kegiatan Menuntut Ilmu dan Kajian Islam Bersama Muallaf, Fuqoro dan Santri di: 1. Daerah Rawan Pemurtadan Kampung Laut Cilacap 2. Ma'had Utsman bin Affan Rawa Jaya Cilacap 3. Ma'had Imam Syafi'i Jakarta 4. Ma'had Tahfizhul Qur'an Al-Ilmu Makassar 5. Kegiatan-kegiatan dakwah dan sosial lainnya. ✅ Penyaluran Zakat, Infaq, Sedekah: ➡ Rekening Khusus Zakat, Kemanusiaan dan Buka Puasa: BNI Syariah: 0496-0055-48 ➡ Rekening Khusus Dakwah dan Pendidikan: BNI Syariah: 0496-0056-05 ✅ Semuanya a/n: Yayasan Markaz Taawun Dakwah dan Bimbingan Islam ✅ Konfirmasi Transfer (SMS/WA/Telegram): wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 Sumber: https://www.facebook.com/taawundakwah/posts/2377194319180032 Mohon ta'awun menyebarkan info dakwah ini. Jazaakumullaahu khayron wa baarokallaahu fiykum.

Nasihat Imam Ahmad rahimahullah "Jangan Tumpahkan Darah Kalian dan Darah Kaum Muslimin" https://youtu.be/XVvpGb_BN0I

📋 HIKMAH DAN PELAJARAN DARI DOA LAILATUL QODR بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha berkata, “Wahai Rasulullah, doa apakah yang aku baca apabila aku mendapati lailatul qadr? Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Engkau mengucapkan, اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي ‘Allahumma innaka ‘Afuwwun tuhibbul ’afwa fa’fu anniy’ (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi mencintai pemaafan, maafkanlah aku).” [HR. Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah, Ash-Shahihah: 3337] #BEBERAPA_PELAJARAN: 1. Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu'anha, istri tercinta Nabi shallallaahu'alaihi wa sallam di dunia dan di surga, seorang wanita yang cerdas dan mendalam ilmunya pun masih bertanya kepada Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam tentang lafaz doa yang dianjurkan, dari sini kita bisa memetik pelajaran: ➡ Lafaz dzikir dan doa yang terbaik adalah mengikuti petunjuk Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, dan tidak boleh menciptakan wirid dzikir dan doa sendiri yang dibaca secara rutin. ➡ Hamba selalu butuh untuk berdoa kepada Allah 'azza wa jalla, setinggi apa pun derajatnya dan sebanyak apa pun amalannya, hamba selalu butuh kepada Allah 'azza wa jalla untuk meraih kebaikan dunia dan akhirat. ➡ Memohon pemaafan dan ampunan terhadap dosa adalah termasuk doa yang terbaik, karena Nabi shallallaahu'alaihi wa sallam tentu akan memberikan pengajaran yang terbaik kepada istri beliau yang tercinta, dan karena mendapatkan rahmat dan ampunan Allah adalah sebab seorang hamba selamat dari azab dan masuk surga. 2. Mengapa dianjurkan memohon ampun di saat kita memperbanyak ibadah di malam al-qodr? ➡ Karena pada hakikatnya ibadah-ibadah yang kita lakukan masih sangat kurang, baik secara kuantitas apalagi kualitasnya. ➡ Karena syukur kita atas kenikmatan yang Allah berikan juga sangat kurang. Sementara dosa-dosa kita sangat banyak. Dan nikmat yang Allah berikan tidak sanggup kita hitung. ➡ Agar kita menyadari bahwa kita adalah hamba yang tidak patut dipuji, kita adalah hamba yang penuh dengan kekurangan. Kita membutuhkan ampunan Allah. ➡ Agar kita pun selamat dari penyakit riya' ketika beribadah dan penyakit ujub dan sombong setelah beribadah. 3. Diantara adab berdoa adalah memuji Allah, bertawassul dengan nama dan sifat-Nya, dan dalam hadits yang lain juga dianjurkan bersholawat kepada Nabi shallallaahu'alaihi wa sallam. 4. Diantara nama Allah yang mulia adalah Al-'Afuww (العفو) maknanya adalah yang Maha Pemaaf, yang memaafkan dan menghapus dosa hamba. 5. Diantara sifat Allah 'azza wa jalla yang agung adalah mencintai pemaafan, oleh karena itu Allah 'azza wa jalla mencintai hamba-hamba yang suka memberi maaf. ➡ Perhatian: 1. Terdapat lafaz yang dha’if pada doa ini, yaitu tambahan lafaz Kariimun [كريم] setelah ‘Afuwwun [عفو] yang terdapat dalam Sunan At-Tirmidzi (Lihat Silsilah Al-Ahaadits Ash-Shahihah, 7/1011). Walau Al-Kariim termasuk nama Allah ta'ala, namun tidak ditetapkan dengan hadits Ini, tapi dengan dalil yang lain. 2. Membaca Doa Lailatul Qodr maupun doa lainnya secara berjama'ah setelah sholat termasuk mengada-ada dalam agama, الدعاء الجماعي بعد الصلاة بدعة لا أصل له في الشرع "Doa berjama'ah setelah sholat adalah bid'ah, tidak ada asalnya dalam syari'at." [Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 2/241] Sumber: https://www.instagram.com/p/Bx83NBdB64X/ https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/813945825421568:0 GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH DAN BIMBINGAN ISLAM Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu] Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

📋 DOA LAILATUL QADR YANG SHAHIH & DHA'IF بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Saudaraku rahimakumullah, kita adalah hamba yang banyak dosa dan sedikit amalan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas, maka kita sangat butuh terhadap ampunan dan pemaafan dari Allah 'azza wa jalla. Di bulan Ramadhan, terutama di sepuluh hari terakhir, ampunan dan rahmat Allah lebih luas, maka perbanyaklah membaca doa ini di sepuluh malam terakhir Ramadhan, dan lebih banyak lagi jika kita mengira malam itu lailatul qodr. Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha berkata, يَا رَسُولَ اللهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ وَافَقْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ مَا أَدْعُو؟ قَالَ: تَقُولِينَ: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي “Wahai Rasulullah, doa apakah yang aku baca apabila aku mendapati lailatul qadr? Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Engkau mengucapkan, اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي ‘Allahumma innaka ‘Afuwwun tuhibbul ’afwa fa’fu anniy’ (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi mencintai pemaafan, maafkanlah aku).” [HR. Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah, Ash-Shahihah: 3337] Perhatian: Terdapat lafaz yang dha’if pada doa ini, yaitu tambahan lafaz Kariimun [كريم] setelah ‘Afuwwun [عفو] yang terdapat dalam Sunan At-Tirmidzi. Asy-Syaikh Al-Muhaddits Al-Albani rahimahullah menjelaskan, (تنبيه): وقع في “سنن الترمذي ” بعد قوله: “عفو” زيادة: “كريم “! ولا أصل لها في شيء من المصادر المتقدمة، ولا في غيرها ممن نقل عنها، فالظاهر أنها مدرجة من بعض الناسخين أو الطابعين؛ فإنها لم ترد في الطبعة الهندية من ” سنن الترمذي ” التي عليها شرح “تحفة الأحوذي ” للمباركفوري (4/ 264)، ولا في غيرها. وإن مما يؤكد ذلك: أن النسائي في بعض رواياته أخرجه من الطريق التي أخرجها الترمذي، كلاهما عن شيخهما (قتيبة بن سعيد) بإسناده دون الزيادة. “Peringatan: Dalam Sunan At-Tirmidzi, setelah ucapan beliau ‘Afuwwun [عفو] terdapat tambahan lafaz kariimun [كريم], dan lafaz ini tidak ada asalnya sama sekali pada sumber-sumber terdahulu, tidak pula dari yang menukil langsung dari sumber-sumber tersebut. Maka yang nampak bahwa lafaz tersebut mudrajah (sesuatu yang ditambahkan) oleh sebagian Pencatat dan Pencetak. Karena lafaz tersebut tidak terdapat dalam Sunan At-Tirmidzi cetakan India yang dijadikan acuan oleh Al-Mubaarakfuri (4/264) dan tidak pula pada selain kitab tersebut. Dan diantara yang menguatkan fakta ini, bahwa An-Nasai pada sebagian riwayatnya mengeluarkan hadits ini dari jalan yang sama dengan yang dikeluarkan oleh At-Tirmidzi, keduanya dari syaikh mereka berdua, Qutaibah bin Sa’id dengan sanadnya namun tanpa tambahan lafaz tersebut.” [Silsilah Al-Ahaadits Ash-Shahihah, 7/1011-1012] وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم #Video_Pendek On YouTube: https://youtu.be/QKn2iQxeVHI #Video1Menit Instagram: https://www.instagram.com/p/Bx6b2K5hUqX/ GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH DAN BIMBINGAN ISLAM Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu] Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

📋 KEMULIAAN LAILATUL QODR, WAKTUNYA, TANDA-TANDANYA & AMALAN-AMALANNYA Simak #Video_PendekOn YouTube: https://youtu.be/2pYZomPgG2M Simak juga artikel berikut: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Allah ta’ala berfirman, إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5) “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur’an pada lailatul qodr. Dan tahukah engkau apa lailatul qodr itu? Lailatul qodr adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Turun para malaikat dan Jibril pada malam itu dengan izin Rabb mereka untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh dengan keselamatan sampai terbit fajar.” [Al-Qodr: 1-5] Surat Al-Qodr adalah satu surat penuh yang berbicara tentang kemuliaan lailatul qodr, diantara kemuliaannya yang dijelaskan dalam surat yang mulia ini: 1) Malam yang Penuh Berkah Lailatul qodr adalah malam yang penuh dengan kebaikan-kebaikan yang melimpah, malam yang penuh dengan ketenangan dan keselamatan, malam yang dimuliakan dengan turunnya Al-Qur’an, sebagaimana pada ayat yang lain Allah ta’ala menegaskan, إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيم “Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” [Ad-Dukhan: 3-4] 2) Nilai Amal Shalih Dilipatgandakan Menjadi Lebih Baik dari Amalan 1000 Bulan Amal shalih malam itu lebih baik dari amal shalih selama 1000 bulan (83 tahun 4 bulan) tanpa lailatul qodr. Asy-Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di rahimahullah berkata, “Amalan yang dilakukan ketika lailatul qadr lebih baik dari amalan selama seribu bulan tanpa lailatul qodr.” [Tafsir As-Sa’di: 931] Dan ayat yang mulia menunjukkan bahwa keutamaan tersebut bersifat umum, siapa saja kaum muslimin yang beramal di malam tersebut maka insya Allah ia akan mendapatkan keutamaannya, tidak khusus orang-orang tertentu saja. Sama saja apakah ia menyadari malam itu lailatul qodr atau tidak. 3) Banyaknya Malaikat yang Turun Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, إِنَّ الْمَلَائِكَةَ تِلْكَ اللَّيْلَةَ فِي الْأَرْضِ أَكْثَرُ مِنْ عَدَدِ الْحَصَى “Sesungguhnya malaikat di malam tersebut di muka bumi lebih banyak dari jumlah batu-batu kerikil.” [HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 2205] Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Banyaknya malaikat yang turun di malam tersebut karena keberkahannya yang melimpah, dan malaikat turun bersama dengan turunnya berkah dan rahmat.” [Tafsir Ibnu Katsir, 8/444] 4) Malam Penentuan Takdir Tahunan Al-Imam Qotadah rahimahullah berkata, “Ditetapkan pada malam itu apa yang akan terjadi selama satu tahun sampai tahun berikutnya.” [Tafsir Ath-Thobari, 24/534] 5) Malaikat Mendoakan Orang yang Beribadah Al-Imam Asy-Sya’bi rahimahullah berkata, “Saat lailatul qodr, malaikat mendoakan keselamatan untuk orang-orang yang beribadah di masjid sampai terbit fajar.” [Tafsir Ibnu Katsir, 8/444] Pembahasan Berikutnya: ➡ Kapan Lailatul Qodr? ➡ Malam Ganjil Bisa Dihitung dari Depan dan Belakang ➡ Tanggal Terjadinya yang Paling Sering ➡ Tanda-tandanya ➡ Amalan-amalannya Selengkapnya: https://web.facebook.com/taawundakwah/posts/2141988622700604 http://sofyanruray.info/kemuliaan-lailatul-qodr-waktunya-tanda-tandanya-dan-amalan-amalannya/ GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH DAN BIMBINGAN ISLAM http://t.me/taawundakwah wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu]

📋 KEMULIAAN LAILATUL QODR, WAKTUNYA, TANDA-TANDANYA & AMALAN-AMALANNYA Simak #Video_PendekOn YouTube: https://youtu.be/2pYZomPgG2M Simak juga artikel berikut: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Allah ta’ala berfirman, إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5) “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur’an pada lailatul qodr. Dan tahukah engkau apa lailatul qodr itu? Lailatul qodr adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Turun para malaikat dan Jibril pada malam itu dengan izin Rabb mereka untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh dengan keselamatan sampai terbit fajar.” [Al-Qodr: 1-5] Surat Al-Qodr adalah satu surat penuh yang berbicara tentang kemuliaan lailatul qodr, diantara kemuliaannya yang dijelaskan dalam surat yang mulia ini: 1) Malam yang Penuh Berkah Lailatul qodr adalah malam yang penuh dengan kebaikan-kebaikan yang melimpah, malam yang penuh dengan ketenangan dan keselamatan, malam yang dimuliakan dengan turunnya Al-Qur’an, sebagaimana pada ayat yang lain Allah ta’ala menegaskan, إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيم “Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” [Ad-Dukhan: 3-4] 2) Nilai Amal Shalih Dilipatgandakan Menjadi Lebih Baik dari Amalan 1000 Bulan Amal shalih malam itu lebih baik dari amal shalih selama 1000 bulan (83 tahun 4 bulan) tanpa lailatul qodr. Asy-Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di rahimahullah berkata, “Amalan yang dilakukan ketika lailatul qadr lebih baik dari amalan selama seribu bulan tanpa lailatul qodr.” [Tafsir As-Sa’di: 931] Dan ayat yang mulia menunjukkan bahwa keutamaan tersebut bersifat umum, siapa saja kaum muslimin yang beramal di malam tersebut maka insya Allah ia akan mendapatkan keutamaannya, tidak khusus orang-orang tertentu saja. Sama saja apakah ia menyadari malam itu lailatul qodr atau tidak. 3) Banyaknya Malaikat yang Turun Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, إِنَّ الْمَلَائِكَةَ تِلْكَ اللَّيْلَةَ فِي الْأَرْضِ أَكْثَرُ مِنْ عَدَدِ الْحَصَى “Sesungguhnya malaikat di malam tersebut di muka bumi lebih banyak dari jumlah batu-batu kerikil.” [HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 2205] Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Banyaknya malaikat yang turun di malam tersebut karena keberkahannya yang melimpah, dan malaikat turun bersama dengan turunnya berkah dan rahmat.” [Tafsir Ibnu Katsir, 8/444] 4) Malam Penentuan Takdir Tahunan Al-Imam Qotadah rahimahullah berkata, “Ditetapkan pada malam itu apa yang akan terjadi selama satu tahun sampai tahun berikutnya.” [Tafsir Ath-Thobari, 24/534] 5) Malaikat Mendoakan Orang yang Beribadah Al-Imam Asy-Sya’bi rahimahullah berkata, “Saat lailatul qodr, malaikat mendoakan keselamatan untuk orang-orang yang beribadah di masjid sampai terbit fajar.” [Tafsir Ibnu Katsir, 8/444] Pembahasan Berikutnya: ➡ Kapan Lailatul Qodr? ➡ Malam Ganjil Bisa Dihitung dari Depan dan Belakang ➡ Tanggal Terjadinya yang Paling Sering ➡ Tanda-tandanya ➡ Amalan-amalannya Selengkapnya: https://web.facebook.com/taawundakwah/posts/2141988622700604 http://sofyanruray.info/kemuliaan-lailatul-qodr-waktunya-tanda-tandanya-dan-amalan-amalannya/ GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH DAN BIMBINGAN ISLAM http://t.me/taawundakwah wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu]

📋 RINGKASAN PEMBAHASAN I'TIKAF بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ I'tikaf 10 hari terakhir Ramadhan di masjid sangat dianjurkan berdasarkan dalil Al-Qur’an, As-Sunnnah dan ijma’. Allah ta’ala berfirman, وَلاَ تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ “Dan janganlah kalian bercampur dengan istri-istri kalian, sedang kalian beri’tikaf di masjid.” [Al-Baqoroh: 187] Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha berkata, أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِه “Bahwa Nabi shallallahu’alaihi wa sallam melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau, kemudian istri-istri beliau masih melakukan i’tikaf sepeninggal beliau.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim] الاعتكاف سنة بالإجماع، ولا يجب إلا بالنذر بالإجماع “I’tikaf hukumnya sunnah berdasarkan ijma’, dan tidak diwajibkan kecuali karena nazar, juga berdasarkan ijma’.” [Al-Majmu’ Syarah Muhadzdzab, 6/407] وأجمع المسلمون على أنه قربة وعمل صالح “Dan sepakat kaum muslimin bahwa i’tikaf adalah ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah dan amal shalih.” [Syarhul ‘Umdah, 2/711] SIMAK 10 PEMBAHASAN PENTING: ➡ Pertama: Makna I’tikaf ➡ Kedua: Syarat-Syarat I’tikaf ➡ Ketiga: Hukum I’tikaf ➡ Keempat: Tujuan dan Hikmah I’tikaf ➡ Kelima: Waktu I’tikaf ➡ Keenam: Batas Waktu Minimal dan Maksimal Beri’tikaf ➡ Ketujuh: Kapan Waktu Mulai dan Akhir I’tikaf? ➡ Kedelapan: Amalan-amalan Saat Beri’tikaf ➡ Kesembilan: Hal-hal yang Mubah bagi Orang yang Beri’tikaf ➡ Kesepuluh: Pembatal-pembatal I’tikaf Baca Selengkapnya: Buku MADRASAH RAMADHAN karya Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah https://web.facebook.com/taawundakwah/posts/2142730662626400 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/811592705656880:0 https://www.instagram.com/p/Bx4-1m7BACi/ http://sofyanruray.info/ringkasan-pembahasan-itikaf/ GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH DAN BIMBINGAN ISLAM Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu] Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

[Audio] Menggapai Kemuliaan Lailatul Qadr

📋 JAUHI KERIBUTAN JANGAN JADI RUWAIBIDHOH بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ، يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ، وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ، وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ، وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ، وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ، قِيلَ: وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ؟ قَالَ: الرَّجُلُ التَّافِهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ “Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh tipu daya, dimana pendusta dipercaya dan orang jujur didustakan, pengkhianat diberi amanah dan orang yang amanah dikhianati, dan akan berbicara di zaman itu Ruwaibidhoh. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam ditanya: Siapakah Ruwaibidhoh itu? Beliau bersabda: Orang bodoh yang berbicara dalam urusan orang banyak.” [HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Shahih Al-Jami’: 3650] Simak Selengkapnya: https://youtu.be/IAIN8saO6Lo GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH DAN BIMBINGAN ISLAM Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu] Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

Menggapai Kemuliaan Lailatul Qadr.mp318.30 MB

📋 INFO DONASI RAMADHAN, PENYALURAN ZAKAT, INFAK, SEDEKAH & BUKA PUASA Alhamdulillah telah diadakan kajian, buka puasa dan penyaluran zakat dan sedekah di desa-desa rawan pemurtadan di Kampung Laut Cilacap: https://www.facebook.com/taawundakwah/posts/2386092061623591 Masih Terbuka Kesempatan Emas Beramal Shalih di Bulan Berkah Dukung Kegiatan Menuntut Ilmu, Dakwah dan Buka Puasa Bersama Muallaf, Fuqoro dan Santri di: 1. Daerah Rawan Pemurtadan Kampung Laut Cilacap 2. Ma'had Utsman bin Affan Rawa Jaya Cilacap 3. Ma'had Imam Syafi'i Jakarta 4. Kegiatan-kegiatan dakwah dan sosial lainnya 5. Ma'had Tahfizhul Qur'an Al-Ilmu Makassar Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, وَما أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ "Dan harta apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya, dan Dia-lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya." (Saba': 39) Saudaraku, raihlah amal shalih di bulan yang penuh berkah dengan memberi makan orang yang berpuasa. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا “Barangsiapa memberi makan buka puasa bagi orang yang berpuasa maka ia mendapat pahala sama dengan orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.” [HR. At-Tirmidzi, dishahihkan Syaikh Albani dalam Shahih Al-Jaami’ no. 6415] ✅ Penyaluran Zakat, Infaq, Sedekah dan Buka Puasa: ➡ Rekening Khusus Zakat, Kemanusiaan dan Buka Puasa: BNI Syariah: 0496-0055-48 ➡ Rekening Khusus Dakwah dan Pendidikan: BNI Syariah: 0496-0056-05 ✅ Semuanya a/n: Yayasan Markaz Taawun Dakwah dan Bimbingan Islam Laporan Update Donasi Insya Allah: https://www.facebook.com/taawundakwah/posts/2377194319180032 ✅ Konfirmasi Transfer (SMS/WA/Telegram): wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 Mohon ta'awun menyebarkan info dakwah ini. Jazaakumullaahu khayron wa baarokallaahu fiykum.

Hukum-hukum Puasa bagi Musafir https://youtu.be/d0yWFyyUgrI