ar
Feedback
HPX Community

HPX Community

الذهاب إلى القناة على Telegram
1 503
المشتركون
+124 ساعات
-27 أيام
-630 أيام
أرشيف المشاركات
#IHSG 2026-06-18 (2nd Session)
Last      :  6,172.34
Chg       :    -48.40 (-0.78%) 
Volume    :    22.10B
Value     :17,296.02B
Freq.     : 1,729,573
Foreign   :         0 NetBuy
@HPXCommunity TOP GAINERS
ADES    25,675    2,975 (13.11%)
RLCO     3,980      530 (15.36%)
BINA     3,550      440 (14.15%)
PANI     6,775      350 (5.45%)
RDTX    14,125      325 (2.36%)
TOP LOSERS
TCPI     8,425     -725 (-7.92%)
MPRO     7,300     -575 (-7.30%)
KONI     2,980     -520 (-14.86%)
GGRM    15,700     -500 (-3.09%)
LIFE     6,000     -350 (-5.51%)
henanputihrai.com/amibroker TOP ACTIVE
TPIA     2,120      125 (6.27%)
BBRI     2,960     -120 (-3.90%)
BBCA     6,075     -200 (-3.19%)
BUMI       171        3 (1.79%)
DSSA       780        5 (0.64%)

#IHSG 2026-06-18 (1st Session)
Last      :  6,154.92
Chg       :    -65.82 (-1.06%) 
Volume    :    13.10B
Value     :10,022.16B
Freq.     : 1,032,075
Foreign   :         0 NetBuy
@HPXCommunity TOP GAINERS
ADES    25,475    2,775 (12.22%)
PANI     6,825      400 (6.23%)
EMAS     7,225      225 (3.21%)
PGUN     7,975      175 (2.24%)
PRDA     2,580      170 (7.05%)
TOP LOSERS
TCPI     8,575     -575 (-6.28%)
KONI     2,980     -520 (-14.86%)
SRAJ    10,025     -350 (-3.37%)
GGRM    15,875     -325 (-2.01%)
MLPT    19,000     -300 (-1.55%)
henanputihrai.com/amibroker TOP ACTIVE
TPIA     2,010       15 (0.75%)
MSIN       565        0 (0.00%)
BUMI       170        2 (1.19%)
BBRI     2,980     -100 (-3.25%)
DSSA       765      -10 (-1.29%)

#BBRI BRI TEGASKAN KUR HINGGA Rp100 JUTA TAK DIMINTA AGUNAN TAMBAHAN IQPlus, (18/6) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menegaskan bahwa pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan plafon hingga Rp100 juta tidak diperlukan adanya agunan tambahan sebagaimana diatur dalam ketentuan pemerintah. Departemen Head Product BRI Antonius Bangun Prasetyo mengatakan perseroan telah menerapkan ketentuan tersebut dalam penyaluran KUR dan melarang adanya permintaan maupun penerimaan agunan tambahan maupun jaminan fisik untuk pinjaman hingga Rp100 juta. "Kami ketika menerapkan KUR sampai dengan Rp100 juta sudah melarang permintaan agunan. Tidak boleh meminta, tidak boleh menerima, dan tidak boleh menahan," kata Antonius dalam diskusi yang diselenggarakan Kementerian UMKM di Jakarta, Rabu. Ia menyampaikan kepastian tersebut menanggapi adanya laporan dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mengaku masih diminta menyerahkan agunan saat mengajukan KUR di bawah Rp100 juta. Ia memastikan BRI menjalankan aturan yang berlaku dan secara berkala mengingatkan seluruh jajaran agar tidak meminta, menerima, maupun menahan agunan tambahan dalam penyaluran KUR hingga Rp100 juta. "Kami sudah sangat sering mengingatkan kepada tim kami bahwa tidak boleh menerima, tidak boleh meminta, dan tidak boleh menahan agunan," katanya. Selain melakukan sosialisasi internal, Antonius menyampaikan BRI juga melaksanakan audit secara berkala terhadap penyaluran KUR. Ia menyebut apabila ditemukan adanya agunan yang masih ditahan dalam pembiayaan yang tidak dipersyaratkan menggunakan agunan tambahan, pihak bank akan meminta agar agunan tersebut segera dikembalikan kepada nasabah. Ia menegaskan ketentuan mengenai KUR hingga Rp100 juta tanpa agunan tambahan tetap berlaku dan dijalankan oleh BRI sebagai salah satu bank penyalur program tersebut. Pemerintah melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR menetapkan bahwa KUR dengan plafon sampai Rp100 juta tidak dipersyaratkan agunan tambahan. Kebijakan tersebut bertujuan memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM, khususnya usaha mikro dan kecil yang belum memiliki aset untuk dijadikan jaminan tambahan dalam memperoleh kredit dari perbankan. (end/ant)

#IHSG 2026-06-17 (2nd Session)
Last      :  6,220.74
Chg       :    -34.23 (-0.55%) 
Volume    :    29.30B
Value     :23,553.38B
Freq.     : 2,257,276
Foreign   :         0 NetBuy
@HPXCommunity TOP GAINERS
KONI     3,500      630 (21.95%)
ADES    22,700      625 (2.83%)
ARKO     6,125      625 (11.36%)
ABDA     3,490      480 (15.95%)
GGRM    16,200      425 (2.69%)
TOP LOSERS
DCII   189,000   -2,100 (-1.10%)
POLU    14,475   -1,750 (-10.79%)
ITMG    22,550     -825 (-3.53%)
MLPT    19,300     -700 (-3.50%)
BINA     3,110     -540 (-14.80%)
henanputihrai.com/amibroker TOP ACTIVE
TPIA     1,995     -105 (-5.00%)
BUMI       168       -5 (-2.89%)
DSSA       775      -40 (-4.91%)
BBCA     6,275        0 (0.00%)
BRMS       665        5 (0.76%)

#IHSG 2026-06-17 (1st Session)
Last      :  6,202.47
Chg       :    -52.50 (-0.84%) 
Volume    :    19.47B
Value     :16,237.82B
Freq.     : 1,505,555
Foreign   :         0 NetBuy
@HPXCommunity TOP GAINERS
ABDA     3,490      480 (15.95%)
DATA     2,260      450 (24.86%)
UNIC    12,625      375 (3.06%)
STTP     9,850      350 (3.68%)
GGRM    16,100      325 (2.06%)
TOP LOSERS
DCII   189,000   -2,100 (-1.10%)
POLU    14,925   -1,300 (-8.01%)
ITMG    22,625     -750 (-3.21%)
SMMA    22,425     -725 (-3.13%)
BREN     3,800     -450 (-10.59%)
henanputihrai.com/amibroker TOP ACTIVE
TPIA     1,980     -120 (-5.71%)
BUMI       168       -5 (-2.89%)
DSSA       765      -50 (-6.14%)
BRMS       660        0 (0.00%)
BBCA     6,350       75 (1.20%)

#PGEO PGEO RAIH ENAM PENGHARGAAN APQA 2026 IQPlus, (17/6) - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) meraih enam penghargaan pada Annual Pertamina Quality Award (APQA) 2026 sebagai bentuk konsistensi perusahaan dalam menerapkan prinsip keberlanjutan di berbagai lini operasi. "Penghargaan ini mencerminkan kuatnya budaya mutu dan inovasi yang telah menjadi bagian dari budaya kerja PGE, mulai dari kantor pusat hingga area operasi," kata Direktur Utama PGE Ahmad Yani dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu. Ia menilai, capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi PGE dalam menerapkan Geothermal Integrated Management System (GIMS) berbasis standar ISO di seluruh lini operasi, yang diperkuat melalui penerapan sistem tata kerja (STK) terintegrasi serta implementasi knowledge management sebagai bagian dari budaya continuous improvement. Melalui penguatan sistem yang terintegrasi tersebut, PGE terus memastikan operasional perusahaan berjalan efektif, andal, aman, dan selaras dengan prinsip keberlanjutan berstandar global. Ahmad mengatakan, penghargaan ini sekaligus menjadi bukti nyata atas konsistensi PGE dalam menjalankan operasional panas bumi yang mengedepankan aspek keberlanjutan, inovasi, serta penciptaan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan. "Bagi kami, inovasi bukan sekadar untuk memenangkan kompetisi, tetapi harus mampu menciptakan nilai tambah dan membuka peluang sumber pendapatan baru bagi perusahaan," ujar Ahmad. "Ke depan, kami akan terus mendorong lahirnya inovasi yang mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan sekaligus memperkuat peran PGE sebagai geothermal center of excellence," katanya lagi. Dalam APQA 2026, PGE berhasil meraih enam penghargaan yang mencakup aspek kepemimpinan, tata kelola, inovasi, penciptaan nilai, dan keberlanjutan. Adapun penghargaan yang diraih meliputi The Best Quality Performance (Peringkat 1); The Best System Assurance (Peringkat 1); The Best Value Creation Achievement (Peringkat 1); The Best Category Achievement (Peringkat 1); The Best KOMET Influencer (Peringkat 3); dan Sustainability Excellence for Operational Unit (Pemenang Cluster PNRE, Shipping & Gas melalui PGE Area Kamojang). Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho mengatakan, pencapaian ini juga menegaskan komitmen PGE tidak hanya sebagai perusahaan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia, tetapi juga sebagai world leading geothermal producer sekaligus geothermal center of excellence yang terus mengembangkan praktik operasional berstandar global. "Di PGE, inovasi bukan sekadar program atau kewajiban, melainkan bagian dari cara kami bekerja. Karena itu, kami terus mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya meningkatkan kinerja operasional, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah nyata dan membuka peluang bisnis baru bagi perusahaan," ujar Andi. (end)

#KRAS KRAKATAU STEEL TINGKATKAN PELUANG KERJA DAN DAYA SAING SDM BANTEN IQPlus, (17/6) - PT Krakatau Steel (Persero) berkomitmen untuk memperluas peluang kerja sekaligus meningkatkan daya saing sumber daya manusia (SDM) di wilayah Banten. Untuk menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing global tersebut, BUMN baja tersebut bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Pemerintah Provinsi Banten, dan Ikatan Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (IKA Untirta) menandatangani Nota Kesepahaman pembentukan Banten Migrant Center. Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan, mengatakan pembentukan Banten Migrant Center merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri dalam menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang kompeten dan berdaya saing global. "Sebagai BUMN, Krakatau Steel memiliki tanggung jawab moral untuk turut menghadirkan solusi ketenagakerjaan yang konkret bagi masyarakat Banten," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa. Melalui kolaborasi tersebut, pihaknya ingin memastikan ekosistem industri yang telah berkembang di Banten dapat memberikan manfaat yang lebih luas melalui peningkatan kompetensi dan kesempatan kerja. Kehadiran Banten Migrant Center diharapkan menjadi wadah penyiapan kompetensi tenaga kerja sekaligus membuka akses penempatan kerja yang legal, aman, dan berkualitas bagi masyarakat Banten di berbagai negara tujuan. Menurut dia, Krakatau Steel Group siap mengoptimalkan aset pendidikan, fasilitas pelatihan dan lingkungan industrinya, melalui Yayasan Pendidikan Krakatau Steel (YPKS) untuk mendukung pengembangan tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional. "Kami berharap sinergi ini dapat melahirkan talenta-talenta unggul yang memiliki kompetensi global, sehingga mampu meningkatkan daya saing sekaligus martabat tenaga kerja Indonesia di pasar internasional," ujar Akbar Djohan yang juga Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). . Sementara itu Gubernur Banten, Andra Soni mengapresiasi kolaborasi empat lembaga tersebut dalam mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di pasar global. "Kita harus memastikan pendidikan dan pelatihan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri," katanya. Melalui kolaborasi tersebut Pemprov berharap semakin banyak tenaga kerja Banten yang memiliki kompetensi, mendapatkan perlindungan, dan memperoleh akses terhadap pekerjaan yang layak baik di dalam maupun luar negeri. Ia juga mengapresiasi dukungan Krakatau Steel Group yang membuka fasilitas pendidikan dan pelatihan untuk mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja. Menurutnya, kehadiran Banten Migran Center diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja yang legal, aman, dan berkualitas sekaligus mendukung upaya penurunan tingkat pengangguran di Provinsi Banten. Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian P2MI, Dwi Setiawan Susanto, yang mewakili Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, mengatakan bahwa Banten menjadi daerah pertama yang mengintegrasikan pemerintah, perguruan tinggi, SMK, dan BUMN dalam satu ekosistem penyiapan pekerja migran Indonesia. Menurut dia, Banten menjadi pilot project implementasi arahan Presiden dalam menyiapkan pekerja migran yang kompeten, terlindungi, dan memiliki daya saing global. "Melalui kolaborasi ini, kita ingin mendorong lahirnya lebih banyak tenaga kerja terampil yang mampu mengisi berbagai peluang kerja di pasar internasional," ujarnya. Dikatakannya, Banten Migrant Center akan menjadi wadah penguatan kompetensi, pelatihan, dan akses informasi bagi calon pekerja migran sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas SDM sekaligus memperluas kesempatan kerja yang aman, legal, dan berkelanjutan. (end)

#COIN COIN TAHAN LABA 2025 UNTUK PERKUAT FUNDAMENTAL BISNIS IQPlus, (17/6) - Perusahaan holding investasi aset kripto PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebagai laba ditahan dan cadangan umum untuk memperkuat fundamental bisnis perseroan. Keputusan tersebut disetujui pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 perseroan di Jakarta, Senin. "Keputusan penggunaan laba tahun buku 2025 sebagai laba ditahan diambil dengan penuh kehati-hatian," kata Direktur Utama COIN Ade Wahyu dalam keterangan resmi. Ia mengatakan kas tersebut menjadi bekal penting bagi perseroan untuk menjaga likuiditas, memperkuat infrastruktur anak usaha, dan memastikan ketahanan operasional perusahaan. RUPST menyetujui seluruh mata acara yang diagendakan, termasuk penggunaan laba bersih sebagai laba ditahan dan cadangan umum. Ade mengatakan keputusan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat infrastruktur dua anak usaha COIN, yakni PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC). "Kami memilih memprioritaskan fundamental bisnis jangka panjang demi penciptaan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham," ujarnya. Selain penggunaan laba, RUPST juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris perseroan. Rapat menyetujui pengunduran diri Silvano Winston Rumantir sebagai Komisaris dan mengangkat Aaron Ang Nio sebagai Komisaris baru. Ade menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Silvano Winston Rumantir selama menjabat Komisaris serta menyambut kehadiran Aaron Ang Nio di jajaran Dewan Komisaris perseroan. Ia mengatakan penyegaran tersebut diharapkan membawa perspektif baru untuk memperkuat fungsi pengawasan, tata kelola, dan pertumbuhan COIN yang berkelanjutan. "Kami meyakini perspektif baru beliau akan semakin memperkuat fungsi pengawasan dan penerapan tata kelola yang baik di perseroan," ucap dia. Dengan keputusan tersebut, susunan Dewan Komisaris COIN terdiri atas John A. Prasetio sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen dan Aaron Ang Nio sebagai Komisaris. Sementara itu, susunan Direksi COIN terdiri atas Ade Wahyu sebagai Direktur Utama, Adri P. Martowardojo sebagai Direktur, dan Abraham Ardian Nawawi sebagai Direktur. RUPST juga menyetujui Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan, serta Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Tahun Buku 2025. Selain itu, perseroan juga menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum per 31 Desember 2025. (end)

#KAEF KIMIA FARMA BIDIK POTENSI EKONOMI LANSIA PADA 20245. IQPlus, (17/6) - PT Kimia Farma (Persero) Tbk membangun ekosistem layanan kesehatan terintegrasi bagi lansia untuk menangkap potensi ekonomi kelompok usia lanjut yang diperkirakan mencapai Rp500 triliun hingga Rp700 triliun per tahun pada 2045. Direktur Komersial Kimia Farma Hanadi Setiarto mengatakan peningkatan populasi lansia akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan industri kesehatan nasional menuju Indonesia Emas 2045. "Kimia Farma tidak hanya menyediakan produk dan layanan kesehatan, tetapi juga membangun infrastruktur nasional untuk mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045," kata Hanadi dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin. Perseroan menerapkan Silver Economy Blueprint atau cetak biru ekonomi penuaan untuk mencapai potensi tersebut dengan membangun ekosistem kesehatan lansia atau healthy ageing yang terintegrasi seiring peningkatan populasi lansia nasional. Ia menyampaikan proporsi penduduk lanjut usia diperkirakan mencapai 20 persen dari total populasi Indonesia pada 2045, naik dari sekitar 12 persen pada 2026. Sementara itu, kelompok lansia saat ini menyerap sekitar 30 persen hingga 40 persen belanja kesehatan nasional atau setara Rp190 triliun hingga Rp260 triliun per tahun. Menurut Hanadi, tingginya belanja kesehatan tersebut dipicu konsumsi layanan kesehatan lansia yang mencapai tiga hingga lima kali lebih tinggi dibanding kelompok usia lain dan didominasi penyakit kronis. Di tengah peningkatan biaya obat, Kimia Farma menilai perubahan demografi menjadi peluang untuk mengembangkan model bisnis layanan kesehatan berbasis pencegahan dan rehabilitasi. Perseroan memperkirakan sekitar 70 persen nilai pasar masa depan sektor kesehatan akan berada pada layanan terintegrasi, meliputi home care atau layanan kesehatan di rumah dan layanan perawatan jangka panjang sebesar 20 persen, pengelolaan penyakit kronis 20 persen, layanan kebugaran dan pencegahan 15 persen, serta layanan diagnostik 15 persen. Selain itu, perseroan juga mengembangkan layanan layanan pencegahan dan perawatan personal melalui portofolio Healthspan yang didukung produk farmasi dan herbal bagi lansia. PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) menyediakan layanan diagnostik, pemeriksaan kesehatan, dan deteksi dini risiko penyakit kronis bagi kelompok usia lanjut. Untuk lansia dengan keterbatasan mobilitas, perseroan menyediakan layanan home care melalui Home Lab, Home Pharmacy, dan Home Nurse. Hanadi mengatakan pengembangan ekosistem healthy ageing masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan integrasi layanan home care, pembiayaan preventif, serta kekurangan tenaga pendamping lansia dan tenaga kesehatan geriatri. Selain itu akses layanan kesehatan khusus lansia di luar kota besar juga dinilai olehnya masih terbatas. Menurut dia, Kimia Farma mendorong kolaborasi pemerintah, swasta, dan komunitas lansia untuk membangun ekosistem layanan kesehatan lansia yang berkelanjutan. Lebih lanjut, perseroan juga mendorong model pembiayaan multisaluran yang mengombinasikan BPJS Kesehatan, corporate wellness atau program kesehatan perusahaan, asuransi swasta, hingga model co-payment atau pembiayaan bersama guna mendukung layanan healthy ageing yang inklusif. (end/ant)

#IHSG 2026-06-15 (2nd Session)
Last      :  6,254.97
Chg       :    247.31 (4.12%) 
Volume    :    48.18B
Value     :29,504.35B
Freq.     : 3,126,721
Foreign   :         0 NetBuy
@HPXCommunity TOP GAINERS
DCII   191,100    2,300 (1.22%)
POLU    16,225    2,200 (15.69%)
MPRO     7,875      875 (12.50%)
GGRM    15,775      775 (5.17%)
LIFE     6,350      650 (11.40%)
TOP LOSERS
SRAJ    10,375     -625 (-5.68%)
ABDA     3,010     -380 (-11.21%)
AADI     8,275     -375 (-4.34%)
SMMA    23,150     -350 (-1.49%)
RDTX    14,000     -300 (-2.10%)
henanputihrai.com/amibroker TOP ACTIVE
BUMI       173       16 (10.19%)
TPIA     2,100      250 (13.51%)
DSSA       815      -10 (-1.21%)
BBCA     6,275      350 (5.91%)
DEWA       370       40 (12.12%)

#IHSG 2026-06-15 (1st Session)
Last      :  6,309.73
Chg       :    302.08 (5.03%) 
Volume    :    29.72B
Value     :17,108.32B
Freq.     : 1,858,855
Foreign   :         0 NetBuy
@HPXCommunity TOP GAINERS
DCII   191,100    2,300 (1.22%)
POLU    15,750    1,725 (12.30%)
GGRM    16,000    1,000 (6.67%)
INCO     5,425      715 (15.18%)
LIFE     6,375      675 (11.84%)
TOP LOSERS
RDTX    13,775     -525 (-3.67%)
SMMA    23,025     -475 (-2.02%)
SRAJ    10,575     -425 (-3.86%)
TCPI     9,000     -300 (-3.23%)
AMFG     3,030     -160 (-5.02%)
henanputihrai.com/amibroker TOP ACTIVE
BUMI       185       28 (17.83%)
TPIA     2,110      260 (14.05%)
DSSA       875       50 (6.06%)
DEWA       396       66 (20.00%)
BBCA     6,375      450 (7.60%)

#TINS PT TIMAH BAGI DIVIDEN Rp656,8 MILIAR IQPlus, (15/6) - PT Timah (Persero) Tbk membagikan dividen sebesar Rp656,8 miliar kepada para pemegang saham dari laba bersih tahun buku 2025, atau setara dengan 50 persen dari total laba bersih perusahaan yang mencapai Rp1,31 triliun. "Pembagian dividen ini mencerminkan kinerja positif yang berhasil dibukukan perseroan," ujar Direktur Utama PT Timah (Persero) Tbk Restu Widiyantoro dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Jumat. Keberhasilan tersebut, lanjut dia, merupakan hasil dari upaya PT Timah meningkatkan efektivitas operasional, memperkuat fundamental bisnis, serta menjaga daya saing di tengah tantangan industri yang terus berkembang. Keputusan pembagian dividen ini disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Jakarta, Jumat. Pembagian dividen ini menjadi wujud komitmen PT Timah dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham seiring dengan kinerja positif yang berhasil dicapai sepanjang tahun 2025. Sementara itu, sebesar 50 persen laba bersih atau sekitar Rp656,8 miliar ditetapkan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha dan memperkuat struktur keuangan perusahaan. Pada 2025, PT Timah membukukan pendapatan sebesar Rp11,55 triliun atau naik 6,41 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp10,86 triliun. Laba usaha tercatat sebesar Rp1,91 triliun dengan EBITDA mencapai Rp2,76 triliun. Di sisi operasional, PT Timah mencatat produksi bijih timah sebesar 18.635 ton Sn, produksi logam timah sebesar 17.815 metrik ton, sementara penjualan logam timah tercatat 16.634 metrik ton. "Perseroan berkomitmen untuk terus menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai optimal bagi pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan," ujar Restu. Restu menambahkan sepanjang tahun buku 2025, PT Timah berhasil menjaga kinerja operasional dan keuangan secara optimal melalui peningkatan produktivitas, penguatan tata kelola, efisiensi di seluruh rantai bisnis, serta pengelolaan keuangan yang prudent. Capaian tersebut menjadi fondasi yang kuat bagi PT Timah untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham sekaligus menjaga keberlanjutan pertumbuhan usaha. Restu mengatakan PT Timah optimis akan melanjutkan kinerja positif di tahun 2026, sebab permintaan timah global terus menunjukkan prospek yang menjanjikan. Sekitar 50 persen konsumsi timah ditopang oleh industri solder yang menjadi tulang punggung sektor semikonduktor dan elektronik. Kemudian, pergerakan segmen ini diperkirakan akan terus menguat, didorong oleh pertumbuhan pesat teknologi kecerdasan buatan, perluasan pusat data, perkembangan energi, dan meningkatnya investasi pada infrastruktur kelistrikan modern. Menghadapi peluang tersebut, PT Timah menyiapkan sejumlah strategi pada 2026, antara lain akselerasi produksi dan optimalisasi cadangan, transformasi digital dan keberlanjutan (ESG), optimalisasi dan efisiensi berkelanjutan di seluruh lini bisnis, optimalisasi kinerja anak perusahaan, aset non operasi dan sinergi lainnya dalam mendukung keberlanjutan perusahaan. (end)

#IHSG 2026-06-12 (2nd Session)
Last      :  6,007.66
Chg       :    121.62 (2.07%) 
Volume    :    32.27B
Value     :20,823.51B
Freq.     : 2,290,803
Foreign   :         0 NetBuy
@HPXCommunity TOP GAINERS
POLU    14,025    2,325 (19.87%)
ITMG    23,475    1,125 (5.03%)
UNTR    22,500      750 (3.45%)
FORU     3,770      700 (22.80%)
AADI     8,650      600 (7.45%)
TOP LOSERS
MPRO     7,000     -775 (-9.97%)
SRAJ    11,000     -675 (-5.78%)
LIFE     5,700     -300 (-5.00%)
TCPI     9,300     -300 (-3.12%)
DNET    10,150     -250 (-2.40%)
henanputihrai.com/amibroker TOP ACTIVE
TPIA     1,850       65 (3.64%)
DSSA       825       95 (13.01%)
BUMI       157       17 (12.14%)
BBCA     5,925      100 (1.72%)
BBRI     2,850        0 (0.00%)

photo content

#IHSG 2026-06-12 (1st Session)
Last      :  6,043.55
Chg       :    157.52 (2.68%) 
Volume    :    19.54B
Value     :11,791.53B
Freq.     : 1,308,754
Foreign   :         0 NetBuy
@HPXCommunity TOP GAINERS
POLU    14,025    2,325 (19.87%)
ITMG    23,425    1,075 (4.81%)
UNTR    22,675      925 (4.25%)
AADI     8,750      700 (8.70%)
INCO     4,850      580 (13.58%)
TOP LOSERS
SMMA    22,500   -1,000 (-4.26%)
SRAJ    10,725     -950 (-8.14%)
DNET    10,175     -225 (-2.16%)
RISE     1,185     -115 (-8.85%)
PSAB       468      -82 (-14.91%)
henanputihrai.com/amibroker TOP ACTIVE
TPIA     1,860       75 (4.20%)
BUMI       159       19 (13.57%)
DSSA       790       60 (8.22%)
BBCA     6,075      250 (4.29%)
BNBR       110       12 (12.24%)

#TINS PT TIMAH: DATA CENTER DAN SOLAR PANEL BAKAL DORONG PERMINTAAN TIMAH IQPlus, (12/6) - Perusahaan BUMN sektor pertambangan PT Timah Tbk (TINS) melihat sejumlah sektor baru diproyeksikan akan menjadi pendorong permintaan (demand) timah di tingkat global ke depan. Wakil Direktur Utama PT Timah Tbk, Harry Budi Sidharta mengungkapkan kedua sektor tersebut yaitu data center (pusat data) dan berkaitan dengan solar panel. "Di solar panel, kemudian di data center itu yang menjadi driver pertumbuhan kebutuhan timah," ujar Harry dalam sesi diskusi bersama media di Jakarta, Kamis. Harry memastikan bahwa kebutuhan timah global selama ini relatif stabil, karena sebagian besar digunakan untuk kebutuhan industri, khususnya elektronik. Dari sisi sumber daya, Ia menyebut Indonesia masih menjadi salah satu wilayah utama penghasil timah global, yang mana jalur mineralisasi timah membentang dari Kepulauan Bangka Belitung hingga Kepulauan Riau menjadi keunggulan strategis yang tidak dimiliki banyak negara. "Di Indonesia ini yang ada timahnya cuma di Bangka, Belitung sedikit di Kundur, di Indonesia enggak ada lagi tempat lain. Urat timahnya itu dari Bangka sedikit ada di Kalimantan di Kalimantan Barat, kemudian nanti di Myanmar baru naik ke China, itu urat timah dan enggak ke mana-mana," ujar Harry. (end/ant)

#IHSG 2026-06-11 (2nd Session)
Last      :  5,886.03
Chg       :    -16.34 (-0.28%) 
Volume    :    29.25B
Value     :21,667.79B
Freq.     : 2,267,537
Foreign   :         0 NetBuy
@HPXCommunity TOP GAINERS
DCII   188,775    8,625 (4.79%)
MLPT    20,400    2,400 (13.33%)
SMMA    23,500    2,000 (9.30%)
POLU    11,700    1,950 (20.00%)
ITMG    22,350      350 (1.59%)
TOP LOSERS
PGUN     7,350     -625 (-7.84%)
INKP     7,550     -375 (-4.73%)
HRTA     1,790     -290 (-13.94%)
INCO     4,270     -280 (-6.15%)
BRAM     4,450     -260 (-5.52%)
henanputihrai.com/amibroker TOP ACTIVE
TPIA     1,785      -25 (-1.38%)
BBCA     5,825      175 (3.10%)
DSSA       730      -60 (-7.60%)
BBRI     2,850      -30 (-1.04%)
BRPT     1,650     -110 (-6.25%)

#IHSG 2026-06-11 (1st Session)
Last      :  5,789.40
Chg       :   -112.98 (-1.91%) 
Volume    :    19.57B
Value     :12,579.67B
Freq.     : 1,461,229
Foreign   :         0 NetBuy
@HPXCommunity TOP GAINERS
DCII   188,700    8,550 (4.75%)
MLPT    20,275    2,275 (12.64%)
SMMA    23,725    2,225 (10.35%)
POLU    11,700    1,950 (20.00%)
YUPI     1,555      305 (24.40%)
TOP LOSERS
MPRO     6,800     -975 (-12.54%)
UNTR    21,300     -700 (-3.18%)
PGUN     7,300     -675 (-8.46%)
INKP     7,425     -500 (-6.31%)
EMAS     6,625     -475 (-6.69%)
henanputihrai.com/amibroker TOP ACTIVE
TPIA     1,625     -185 (-10.22%)
DSSA       705      -85 (-10.76%)
BBCA     5,650        0 (0.00%)
BBRI     2,780     -100 (-3.47%)
BRPT     1,590     -170 (-9.66%)

#IHSG 2026-06-10 (2nd Session)
Last      :  5,902.38
Chg       :    155.73 (2.71%) 
Volume    :    40.31B
Value     :30,604.06B
Freq.     : 2,978,833
Foreign   :         0 NetBuy
@HPXCommunity TOP GAINERS
DCII   180,150    6,650 (3.83%)
MLPT    18,000    3,000 (20.00%)
PGUN     7,975    1,125 (16.42%)
POLU     9,750    1,000 (11.43%)
FORU     3,070      610 (24.80%)
TOP LOSERS
SMMA    21,500   -2,500 (-10.42%)
CTBN     5,575     -775 (-12.20%)
RDTX    14,475     -525 (-3.50%)
EMAS     7,100     -300 (-4.05%)
RLCO     2,600     -250 (-8.77%)
henanputihrai.com/amibroker TOP ACTIVE
TPIA     1,810     -145 (-7.42%)
DSSA       790      115 (17.04%)
CUAN       730      -45 (-5.81%)
BBCA     5,650      500 (9.71%)
BUMI       144       -2 (-1.37%)

#IHSG 2026-06-10 (1st Session)
Last      :  5,881.23
Chg       :    134.58 (2.34%) 
Volume    :    27.90B
Value     :19,769.08B
Freq.     : 1,973,601
Foreign   :         0 NetBuy
@HPXCommunity TOP GAINERS
DCII   180,150    6,650 (3.83%)
MLPT    18,000    3,000 (20.00%)
POLU     9,850    1,100 (12.57%)
PGUN     7,850    1,000 (14.60%)
FORU     3,070      610 (24.80%)
TOP LOSERS
CTBN     5,625     -725 (-11.42%)
SMMA    23,475     -525 (-2.19%)
RDTX    14,600     -400 (-2.67%)
RLCO     2,660     -190 (-6.67%)
EMAS     7,225     -175 (-2.37%)
henanputihrai.com/amibroker TOP ACTIVE
TPIA     1,930      -25 (-1.28%)
DSSA       785      110 (16.30%)
CUAN       780        5 (0.64%)
BRPT     1,805      145 (8.74%)
BUMI       151        5 (3.42%)